Deretan Pahlawan yang Berjuang Begitu Hebat Selama Pandemi, Usahanya Perlu Kita Hargai

Pahlawan pandemi corona

Tak terasa delapan bulan telah berlalu sejak virus corona merebak di Indonesia. Masa-masa itu sungguh berat. Kita hidup dalam ketakutan setiap hari karena siapapun bisa tertular virus corona yang mematikan. Apalagi, jutaan korban telah berjatuhan di seluruh dunia. Kita pun berusaha tetap berada di rumah agar tak tertular. Tetapi perubahan rutinitas membuat kita tersiksa juga.

Advertisement

Meskipun begitu, kita bisa bertahan sampai sekarang berkat para pahlawan. Merekalah sosok-sosok yang berjuang begitu keras demi kebaikan bersama. Dalam rangka Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, yuk kita sadari dan hargai perjuangan mereka selama ini. Bukannya kita melupakan jasa-jasa pahlawan terdahulu, tapi mereka yang jadi pahlawan pada tahun 2020 ini jelas sangat layak diapresiasi!

Selama pandemi, para tenaga medis berjuang menyelamatkan nyawa tiada henti. Bahkan rela mempertaruhkan keselamatan sendiri

(Ilustrasi) Tenaga medis di rumah sakit bekerja tanpa henti | Photo by National Cancer Institute on Unsplash via unsplash.com

Jumlah pasien di rumah sakit bertambah dari hari ke hari. Semuanya mendesak untuk ditangani, tetapi jumlah tenaga medis tak mencukupi. Mereka harus bekerja belasan jam dalam sehari untuk menyelamatkan nyawa orang-orang. Seringkali tanpa istirahat dan makan yang cukup. Meskipun begitu, mereka tetap berjuang di garda terdepan dengan tangguhnya. Tak gentar meski satu demi satu rekan berguguran.

Dalam diam, tukang gali kubur mengebumikan ratusan jenazah setiap hari. Merekalah yang memberi penghormatan terakhir pada para korban corona

(Ilustrasi) Tiap hari harus berhadapan dengan kematian | Photo by Marek Studzinski on Unsplash via unsplash.com

Banyak pasien corona yang tak bisa disembuhkan dan akhirnya meninggal. Karena berada di ruang isolasi, mereka mengembuskan napas terakhir tanpa disaksikan keluarga. Setelah itu, jenazah mereka dikebumikan oleh para penggali kubur. Mereka bekerja keras menggali makam untuk puluhan bahkan ratusan jenazah setiap hari. Merekalah yang memberi penghormatan terakhir pada para korban corona.

Advertisement

Agar korban tak lagi berjatuhan, vaksin berusaha diciptakan oleh para ilmuwan. Merekalah yang memegang nasib manusia di masa depan

(Ilustrasi) Ilmuwan kini sedang bekerja tanpa henti untuk menemukan vaksin | Photo by Science in HD on Unsplash via unsplash.com

Pandemi tak akan berhenti jika vaksin corona belum diciptakan. Maka, nasib manusia tergantung pada para ilmuwan. Merekalah yang berpikir keras dan melakukan eksperimen tanpa henti di laboratorium. Setelah vaksin jadi, mereka harus mengetesnya pada manusia dan mencatat perkembangannya tiap hari. Para ilmuwan inilah yang memegang kunci menuju kesehatan dunia yang lebih baik.

Berita demi berita tentang corona disampaikan oleh pekerja media. Mereka berani terjun langsung ke lapangan untuk memberi informasi yang akurat pada warga

(Ilustrasi reporter melaporkan berita) Reporter mengabarkan berita | Photo by Fred Kearney on Unsplash via unsplash.com

Pergerakan berita yang begitu cepat harus disampaikan pada masyarakat. Saat itulah dibutuhkan tenaga para pekerja media. Di tengah situasi yang mengkhawatirkan, mereka terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data. Lantas mengolahnya menjadi berita dan menyebarkannya pada semua warga. Berkat merekalah, orang-orang bisa tahu perkembangan kondisi selama pandemi.

Agar usaha mereka tak sia-sia, kita berusaha tak bepergian. Seringkali perut yang lapar diselamatkan oleh para petugas pengantar makanan

(Ilustrasi) Dengan jasa mereka, kita bisa memesan makanan dan kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar rumah | Photo by Kai Pilger on Unsplash via unsplash.com

Selama pandemi, kita berusaha tetap di rumah untuk mengurangi penularan virus. Seringkali perut kita keroncongan, tetapi tak bisa pergi jauh untuk membeli makanan. Saat itulah sosok petugas pengantar makanan begitu berjasa. Di saat yang lain bekerja di rumah, mereka rela membanting tulang di jalan demi mencari rezeki sekaligus membantu orang-orang.

Advertisement

Pahlawan yang tak kalah penting adalah para guru dan dosen. Agar anak-anak didik tak perlu ke sekolah, mereka berjuang ekstra untuk mengajar secara daring

(Ilustrasi) Sekolah secara daring dipenuhi berbagai tantangan baru, terutama bagi tenaga pengajar  | Photo by Thomas Park on Unsplash via unsplash.com

Banyak sekolah dan kampus yang ditutup selama pandemi. Akibatnya, anak-anak sekolah dan mahasiswa harus belajar dari rumah setiap hari. Mereka kesulitan karena tak pernah mengalami sebelumnya. Syukurlah, kehadiran guru dan dosen begitu membantu. Mereka rela bekerja ekstra untuk mengajar secara daring. Meskipun sebagian tak ahli teknologi, mereka rela beradaptasi demi para anak didik.

Di antara banyaknya sosok yang telah disebutkan, jangan lupa bahwa dirimu juga pahlawan. Terima kasih sudah bertahan dan berusaha dengan hebat selama pandemi

Jangan lupa berterima kasih pada diri sendiri karena sudah mampu bertahan di kondisi sulit. via unsplash.com

Setiap orang mempunyai porsi masing-masing, termasuk dirimu. Terima kasih karena tetap berada di rumah untuk mengurangi penularan virus. Kamu juga telah menyelamatkan orang-orang lain dengan membagikan informasi seputar corona. Meskipun jenuh dan stres, kamu pun tetap bertahan hingga kini. Pengorbananmu layak diapresiasi.

Memang tak mudah untuk bertahan di tengah pandemi corona yang masih mengkhawatirkan. Tetapi berkata para pahlawan yang telah disebutkan tadi, kehidupan kita menjadi lebih tenang dan aman. Kalau menurutmu sendiri, siapa pahlawan yang berjasa saat pandemi?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE