Ketika hubunganmu mulai melangkah ke jenjang yang lebih serius, maka bertemu dan berkenalan dengan orangtua pasangan menjadi hal mutlak untuk dilakukan. Banyak pula para orangtua yang menaruh patokan keseriusan seorang pria dari niatannya bertemu dengan mereka. Maka dari itu kesan pertama dan pendapat ayah dan ibu pasangan menjadi sangat krusial. Tentunya kamu gak mau dong pertemuanmu dengan mereka terkesan gagal total dan jadi awkward?

Tenang, gak usah cemas. Disini Hipwee akan berbagi tips biar pertemuanmu dengan calon mertua bisa berhasil dan hubunganmu bisa berjalan lancar ke depannya.

1. Sebelum bertemu dengan orangtua pasanganmu, cobalah mengorek informasi tentang mereka terlebih dulu.

korek info dari pasanganmu via www.huffingtonpost.com

Ibaratkan pertemuanmu dengan orangtua pasanganmu sebagai salah satu peran penting dalam hidupmu. Tentu sebelum terjun kesana kamu harus mengerti dulu bagaimana medannya, dong. Cobalah untuk mengorek informasi dari pasanganmu. Bisa jadi mengenai kado apa yang cocok dibawa untuk pertemuan pertama, topik apa saja yang boleh dan tidak boleh dibahas nanti, sampai tentang detail kecil dari orangtuanya. Semakin kamu tau, semakin kamu bisa survive dari pertemuan itu.

2. Karena kamu cowok, pakaianmu juga harus dijaga agar kesan rapi dan bertanggung jawab tertangkap mata mereka.

jaga penampilan via www.joyindonesia.com

Advertisement

Karena dalam setiap perang, perlengkapan yang cocok bisa jadi penentu hasil perang. Tak mungkin kan kamu perang di hutan tropis tapi atributmu memakai perlengkapan perang di wilayah Siberia? Nah, untuk perang yang satu ini. Kamu perlu perlengkapan yang bisa mencerminan kesan rapi dan bertanggung jawab.

Kenapa? Karena setiap orangtua seorang wanita pasti ingin putrinya bersama dengan orang yang bisa dipercaya menjaganya. Sedangkan Outfit yang sesuai mampu memberimu kesan rapi dan bertanggung jawab di mata calon mertua.

3. Kalau rambutmu pas gondrong, potong rapi, gih. Gak mau kan mereka meragukan kesiapanmu?

rapiin rambut gondrongmu via febridwicahya.com

Berdasarkan pengakuan dari beberapa orangtua, kesan pertama urusan rambut itu juga tak kalah pentingnya. Biasanya, para orangtua lebih suka jika pria yang dekat dengan putrinya memiliki penampilan yang rapi. Jadi jika saat kamu hendak kesana rambutmu masih gondrong dan acak-acakan, mending potong rambut dulu, deh.

4. Sedikit bingkisan bisa jadi pemanis untuk kesan pertama. Asal ya gak berlebihan aja ngasihnya.

Oleh-oleh via www.yahoo.com

Setelah kamu menanyai pasanganmu tentang orangtuanya, kamu bisa mengatur strategi bingkisan apa yang sebaiknya kamu bawa saat berkunjung kesana. Yang perlu kamu ingat, jangan membawa bingkisan yang terlalu mencolok. Biasanya sih yang paling cocok untuk kesan pertama adalah bingkisan yang berupa makanan. Selain bisa dinikmati bersama, makanan juga bisa menjadi penjembatan obrolanmu dengan orangtuanya.

5. Memberi salam dan cium tangan pada saat pertemuan pertama nanti wajib hukumnya! Ini cara sederhana untuk memikat hati mereka.

jabat tangan via www.glamour.com

Kadang kamu terlalu nervous sampai-sampai bingung mau ngapain saat orangtua pasangan berada di depanmu. Hal itu wajar kok terjadi. Apalagi jika kamu adalah tipe-tipe cowok introvert dan pemalu. Tapi biar bagaimanapun juga, kamu harus segera sadar dan jangan terbawa oleh perasaan canggungmu. Segera ucapkan salam kepada mereka dan cium tangan juga. Selain menunjukkan bahwa kamu hormat kepada mereka, mencium tangan juga menunjukkan bahwa kamu adalah tipe anak yang tau tata krama dan adat budaya.

6. Ingat! Sebagai cowok, kamu harus tetap tegas di pertemuan pertama. Jangan kaku apalagi memble di depan mereka.

jangan kaku tapi juga jangan memble via www.nytimes.com

Meski kamu cium tengan kepada kedua orangtuanya, kamu harus tetap memberikan kesan yang tegas selaku pria. Mana ada sih orangtua yang rela melepas putri kesayangannya kepada cowok yang keliatan memble? Tegas disini bukan berarti kamu harus selalu mendikte segalanya, tapi tegas dalam artian kamu gak memble dan canggung saat orangtuanya mempersilahkanmu masuk dan mengikuti kegiatan keluarganya.

7. Untuk mempermudah obrolan, cobalah untuk memuji orangtua pasangan. Namun pastikan jangan terlalu sering dan berlebihan.

Tante keliatan awet muda ya via i.huffpost.com

“Waah.. Tante, masakannya enak, nih”
“Om fans Arsenal, toh? Kemarin Arsenal mainnya bagus banget ya, om.”

Setiap orang suka dipuji. Untuk itu pastikan kamu juga memberikan pujian kecil kepada orangtua pasanganmu yang menyempatkan diri untuk bertemu denganmu. Pujilah masakannya, klub favorit Ayahnya, sampai hobi yang didalami oleh mereka. Tapi yang harus diingat, jangan kebanyakan memuji juga. Malah kesannya kamu gak tulus kalau kebanyakan muji. Pujian yang lebay juga hendaknya dihindari agar kamu diterima dengan baik di lingkaran keluarganya.

8. Percakapan itu penting, pastikan kamu gak canggung saat orangtua pasanganmu tanya macam-macam soal kamu.

Jangan panik ketika ditanya macem-macem via www.youtube.com

“Nak Rozi ini asalnya dari mana, ya?”
“Orangtuanya kerja apa?”
“Dulu sekolahnya dimana, ya?”
“Suka bola? Klub favoritnya apa?”
“Itu sepatu beli dimana, ya? Kok bagus”
“Akiknya boleh juga, beli berapa?”

Yah, namanya orangtua pasti wajar lah ya kalau tanya macem-macem sama cowok yang dikenalkan oleh putrinya. Meski pertanyaannya aneh-aneh dan cenderung masuk ke zona personal, tapi kamu tetap wajib menjawabnya agar kamu tak dicap sebagai orang yang punya potensi untuk berbuat jahat kepada putrinya. Yang patut diingat, jawaban yang kamu beri sebaiknya adalah jawaban yang jujur apa adanya. Meski mungkin jawabanmu tak sesuai ekspektasi orangtuanya, tapi dengan cara menjawab yang sederhana namun tegas, mereka pasti luluh dan percaya kok.

9. Ketika ditanya mengenai kerjaan dan gaji per bulan, ada triknya tersendiri kok biar aman. Jawab jujur segala pertanyaan dan jelaskan mengenai rencanamu jangka panjang.

jangan khawatir waktu ditanya gaji via dylandsara.com

“Masnya ini kerja dimana sekarang?”
“Kalau boleh tau, kira-kira nanti cukup atau nggak gajinya kalau sama anak saya?”

Setiap orangtua memang wajar menanyakan hal tersebut kepada calon menantunya. Mereka ingin anaknya yang dulu sudah susah payah dicukupi kebutuhannya tetap hidup mapan nantinya. Bagi kamu yang memang kerjaannya sudah matang dengan gaji lebih dari kata cukup, kamu pasti tenang dan mantap waktu menjawab pertanyaan semacam itu.

Tapi bagi kamu yang memang baru mulai terjun ke dunia kerja dan gajinya masih belum seberapa, jangan panik dulu. Cobalah untuk menjawab dengan jujur gajimu berapa. Jangan lupa untuk sertakan juga bagaimana progres hidupmu saat ini. Bisa juga kamu tambahkan beberapa kelebihanmu semisal kamu bisa memanage keuangan atau kelebihanmu lainnya supaya fokus mereka tidak pada berapa gajimu tapi pada prospek hidupmu ke depannya.

10. Biasanya, sang Ayah adalah makhluk protektif dan galak ketika kamu baru berkunjung ke keluarganya. Jadi siapkan bahan obrolan yang pas dengan beliau.

Sang bapak nih yang biasanya pasang tampang garang via www.youtube.com

Ini adalah suatu hal yang umum terjadi. Sebagai Ayah yang dulu pernah muda dan tau bagaimana kelakuan anak muda, sudah pasti lah Ayahnya akan memasang tampang garang di depan pria yang dikenalkan oleh putrinya. Oleh karenanya, agar bisa mencairkan suasana kamu perlu menyiapkan beberapa bahan obrolan yang bisa pas dengan sang Ayah. Bisa jadi obrolan mengenai hobinya, klub bola favoritnya atau bisa juga dari siapa jagoan Moto GP yang beliau favoritkan. Tapi tetap ambil topik yang juga kamu kenal. Niscaya obrolanmu dan Ayahnya nanti tak semenakutkan yang kamu kira.

11. Tak perlulah pamer pekerjaan, kemapanan, hingga status orangtuamu. Mereka bakal jengah dan jauh dari terkesan.

jangan pamer via dylandsara.com

Om: “Mas Rozi itu Jersey Liverpool yang dipakai Ori, ya?”
Rozi: “Iya ini Ori, om. Kemarin beli pas jalan-jalan ke Inggris. Yah, sebagai eksekutif muda yang sukses, saya sering kok keliling dunia. Mulai dari Singapura, Inggris, Italia, India, Belgia, Thailand bahkan sampai New Zealand dan Cina juga sudah pernah saya kunjungi, kok”
Om: “Bodo amat! Saya cuman tanya itu Ori apa nggak. Bukan tanya yang lain!” *ngomong dalam hati*

Kamu boleh saja bangga atas apa yang kamu capai dan apa yang kamu miliki setelah semua perjuanganmu. Tapi kamu tetap harus bisa rendah hati. Jangan pamer berlebihan kepada orangtuanya agar kamu tak dikira sebagai anak muda yang sombong dan congkak.

12. Ketika memang kamu sudah buntu untuk mencari inspirasi bahan obrolan, cobalah minta tolong kepada pasangan.

Jangan sungkan minta tolong pasanganmu untuk mencairkan suasana via www.gaulgelaa.com

Karena tak selamanya obrolanmu berjalan sempurna dan ada kalanya kamu juga kehabisan bahan untuk dibicarakan, jangan sungkan untuk meminta bantuan pasanganmu untuk menengahi situasinya agar tidak berubah canggung. Kamu bisa memintanya untuk menjelaskan tentang keluarganya mulai dari kakak dan adiknya hingga menjelaskan tentang masa kecilnya dulu. Paling tidak hal itu bisa mengatasi kemungkinan awkward yang akan terjadi sembari kamu berusaha untuk lebih memasuki lingkaran keluarganya.

13. Saat hendak pulang, jangan lupa berterima kasih atas semua yang mereka suguhkan. Dengan begini, mereka bakal tahu kalo kamu memiliki sopan santun.

Sebelum pamit, ucapin terima kasih dulu ya via blog.tokopedia.com

Ucapan terima kasih itu wajib kamu ucapkan jika kamu hendak undur diri dari hadapan orangtua pasanganmu. Jangan remehkan kekuatan ucapan terima kasih, loh ya. Dengan berterima kasih, kamu akan dianggap sebagai anak yang punya nilai dan etika yang baik. Selain itu, ucapan terima kasih tentunya juga akan memberikan kesan dihargai dan dihormati bagi kedua orangtuanya.

Yang paling penting, jangan hanya sampai disitu saja. Silaturahmi dengan keluarganya harus terus dijaga agar mereka tau keseriusanmu.

Sering-sering ikut acara keluarganya agar mereka tau keseriusanmu via www.hollywoodrepublican.net

Kadang cowok bertemu orangtua dari cewek hanya karena dipaksa atau dengan pertimbangan “yang penting pernah ketemu” itu aja. Kalau kamu memang serius, jangan cuman sekali saja kamu bertemu dan bertegur sapa dengan mereka. Jaga hubungan baik dengan mereka agar kamu tidak dikira sebagai anak yang kurang ajar yang datang hanya sekali aja.

Semoga beberapa hal diatas bisa dijadikan referensi ketika nantinya kamu bertemu dengan calon mertua ya!

Dan intip juga yuk gimana sih caranya Demian Aditya dulu naklukin mertuanya, hihi.