Banyak dari kita yang bisa bersekolah tinggi. Mempelajari berbagai ilmu sampai menamatkan berbagai gelar. Namun tidak ada jenjang pendidikan atau jurusan yang khusus mengajarkan kita tentang perkara-perkara hati dan hubungan cinta.

Bahkan, satu-satunya cara yang membuatmu mengerti tentang patah hati adalah dengan cara menjalaninya sendiri. Meski hatimu remuk dan hidupmu rasa-rasanya sudah berantakan, momen patah hati nyatanya memberimu banyak pelajaran berharga? Apa saja yang bisa kamu syukuri setelahnya?

Patah hati membuatmu berdamai dengan keadaan. Kamu sadar kebahagiaan adalah tentang apa yang kamu butuhkan, bukan sekadar yang diinginkan.

Yang telah terjadi itu yang terbaik

Yang telah terjadi itu yang terbaik via stylonica.com

Advertisement

Saat merasakan cinta, kamu punya keinginan untuk memiliki dia seutuhnya. Namun kadang kala situasi berkata lain, ia justru pergi dan meninggalkan luka yang dalam nan sungguh sakit dirasa. Tapi apa kamu patut terus-terusan terpuruk dan merutuki yang terjadi?

Percayalah bahwa dia yang kamu inginkan bukanlah yang kamu butuhkan. Bersamanya pula kamu belum tentu merasakan kebahagiaan yang kamu harapkan. Mungkin, patah hati adalah yang terbaik karena di masa depan akan datang kebahagiaan yang sesungguhnya, Mengikhlaskan kepergiannya bukanlah sesuatu yang salah. Meski tidak mudah, lanjutkan hidupmu dan jangan menyerah.

Hidup akan terus berjalan, sedangkan waktu adalah obat paling mujarab yang sanggup memulihkan perasaan.

Yakin ini adalah sebuah awal

Yakin ini adalah sebuah awal via www.jenny.gr

Patah hati pastilah bukan yang kamu inginkan. Butuh proses panjang untuk memulihkan perasaan, bahkan sebelumnya kamu benar-benar terpuruk dan hidupmu berantakan.

Advertisement

Tapi seiring berjalannya waktu, kamu akan menyadari bahwa hidup akan terus berjalan walau seburuk apapun situasinya. Sehingga kamu pun akan mulai belajar berdamai dengan rasa sesak yang memenuhi hatimu. Tak ada yang bisa membuatmu lebih kuat selain rasa percaya. Kamu percaya bahwa rasa sakitmu pasti ada akhirnya, cukup dijalani saja.

Hatimu perih lantaran disakiti, tapi karenanya kamu terpacu untuk berusaha semakin mencintai diri sendiri.

Mencintai diri sendiri

Mencintai diri sendiri via plus.google.com

Saat dalam hubungan cinta, kamu akan memberikan perhatian dan segalanya pada pasangan yang kamu sayangi. Tak jarang kamu pun jadi lupa dengan kebahagiaan dirimu sendiri. Kamu jarang punya waktu untuk memberi perhatian pada dirimu sendiri.

Setelah putusnya jalinan cinta yang kamu perjuangkan selama ini, kamu pun bisa kembali ke pelukan dirimu sendiri. Kamu akan semakin menghargai dan mencintai dirimu sepenuhnya. Di saat itu kamu menyadari bahwa yang pantas merasakan bahagia adalah dirimu sendiri dan bukan orang lain.

Hubungan cinta dengan sesama manusia tak akan bertahan selamanya. Selagi bisa, berikan yang terbaik yang kamu punya.

Sedih

Sedih via plus.google.com

Jika kita merasakan sakit fisik, kita bisa dengan mudah mengkonsumsi obat dan rasa sakit pun akan hilang. Tapi patah hati hanya punya waktu sebagai obatnya. Tak jarang kita pun jadi tersiksa karenanya. Namun dengan penerimaan serta keikhlasan untuk berdamai dengan rasa inilah yang membuatmu kuat menjalani sampai rasa itu sembuh dengan sendirinya.

Patah hati juga membuat kita sadar bahwa tak ada sesuatu yang abadi, semua pasti ada akhirnya. Hanya saja, saat ini kita tersadarkan oleh rasa sakit yang mendera agar kita lebih menghargai apa yang masih kita punya. Kamu pun tahu bahwa setiap cinta harus sama-sama diperjuangkan dan serta dipupuk agar tetap terjaga selamanya.

Hubungan cinta tak boleh dijalani dengan buta. Pasangan yang benar-benar cinta dan yang sekadar tergila-gila itu jelas berbeda.

Lebih waspada

Lebih waspada via blogs.independent.co.uk

Setelah merasakan patah hati, kamu akan mengerti bahwa benar-benar cinta dan sekadar tergila-gila itu berbeda. Apakah pasanganmu bisa bertahan lama dengan kadar cinta yang sama? Ataukah dia hanya bersemangat di masa-masa awal pacaran, lalu biasa-biasa saja setelahnya?

Saat kamu merasakan patah hati, pertanyaan-pertanyaan itu justru bisa terjawab dengan jelas. Dia yang akhirnya meninggalkanmu terbukti tak punya perasaan yang tulus. Kamu justru layak bersyukur karena akhirnya bisa lepas dari pasangan yang tak benar-benar mencintaimu.

Jangan mudah percaya pada perkataan, karena dia yang layak dipertahankan akan berusaha membuktikan perasaan.

Lihat dulu apa yang ia tunjukan pada sikapnya

Lihat dulu apa yang ia tunjukan pada sikapnya via www.neolaia.gr

Saat patah hati, kamu akan memahami bahwa setiap orang yang tulus mencintai bisa dilihat dari apa yang dilakukannya. Tak lagi hanya mengandalkan perasaanmu terhadapnya atau apa yang kamu dengar darinya, kamu pun akan lebih menghargai sikap yang dia curahkan terhadapmu. Karena kamu menyadari bahwa cinta tak bisa dibuktikan hanya dengan diucapkan, tapi sikap dan perbuatan.

Setelah merasakan sakit hati yang luar biasa, kelak kamu akan lebih menghargai cinta hingga mendapatkan pasangan yang bisa membuatmu bahagia.

Lebih menghargai cinta

Lebih menghargai cinta via www.jc.md

Terkadang kita harus merasakan hal yang pahit terlebih dahulu, sebelum kelak di masa depan kita dapat merasakan hal-hal yang manis. Pernah merasakan patah hati membuatmu lebih menghargai dan mensyukuri apa yang kamu miliki nanti. Setelah merasakan patah hati, kamu akan merasa bahwa bisa mencintai dan dicintai merupakan sesuatu yang indah. Dan pada hubunganmu selanjutnya, kamu bisa memastikan bahwa usahamu dan dia akan cukup untuk membuat hubungan kalian berjalan dengan baik.

Kamu memang merasakan sakit yang luar biasa, tapi rasa sakit itu juga akan menemui akhirnya. Dan setelahnya, kamu akan mencerap sekian pelajaran berharga demi hubungan cinta yang lebih baik berikutnya. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya