Banyak orang yang memandang negatif orang-orang yang memiliki banyak mantan. Jika dia cowok, maka dia akan dianggap sebagai cowok playboy. Dan jika dia cewek, pasti akan dianggap cewek murahan. Padahal kondisi sebenarnya tidaklah seperti itu. Biar bagaimana pun, kami tetaplah manusia yang merindukan cinta sejati dan pasangan yang menggenapi.

Semoga kalian tidak menganggap orang-orang seperti kami tidak layak dijadikan pasangan. Kalian mungkin tidak paham apa yang kami rasakan. Punya banyak mantan bukan berarti kami tidak setia, kami pun merasakan berkali-kali putus dengan hati yang terluka.

Kami memang punya banyak mantan, tapi bukan berarti kami menganggap cinta sebagai sekadar permainan

Kami tak mempermainkan

Kami tak mempermainkan via www.goodlightscraps.com

Advertisement

Sungguh kami sama sekali tak menginginkan putus cinta terjadi pada kami. Sebaliknya, kelanggenganlah yang kami idamkan. Namun pada praktiknya, menjalin cinta bukanlah perkara yang mudah. Apalagi saat ini kita masih berjiwa muda, ketidakcocokan dan ketidakdewasaan seringkali membuat keruh sebuah hubungan.

Kami amat sadar bahwa cinta bukanlah ajang permainan. Sebaliknya, kami sangat mengagungkan dan merindukan pendamping yang sesungguhnya. Benar-benar menjalin cinta kasih dan hubungan yang berkualitas adalah mimpi setiap insan. Begitu pula mimpi-mimpi kami yang memiliki banyak mantan pasangan.

Kami pun ingin belajar untuk setia. Sayangnya, kami dipertemukan dengan mereka yang pura-pura mengaku cinta.

Sakit hati

Sakit hati via www.wrecked.org

Tak selamanya mereka yang memiliki banyak mantan menganggap cinta sebagai permainan. Justru sebaliknya, kami seringkali mengalami berkali-kali sakit hati lantaran terlalu sering dipermainkan. Jika cewek seringkali dianggap sebagai korban, cowok pun punya potensi yang sama besarnya untuk ditinggalkan.

Advertisement

Tak sedikit para cewek lebih memilih meninggalkan kekasih hati mereka demi bisa jalan dengan pria lain diluar sana. Alasannya sederhana: pria itu lebih mapan, lebih perhatian, dan lebih mengerti dia apa. Bahkan beberapa wanita memutuskan prianya dengan alasan “kamu terlalu baik buat aku”. Oleh karenanya, perkara putus cinta sudah tak lagi memandang gender, maupun status. Baik pria maupun wanita berpotensi mengalami sakit hati yang sama.

Orang lain bisa jadi menganggap kami suka berpindah hati. Mereka tak tahu bahwa kami pun meremang lantaran tersakiti.

Tak ingin tenggelam dalam kesedihan terlalu lama

Tak ingin tenggelam dalam kesedihan terlalu lama via freephotos.atguru.in

Tipe dan sifat manusia memang berbeda-beda. Ada yang suka tenggelam terlalu lama dalam kesedihan, ada pula yang dengan mudahnya berganti pasangan. Bukan kami tak setia, namun sesungguhnya kami ingin melupakan mereka yang telah menyakiti dan mengaku cinta, kamu tak ingin tenggelam dalam kesedihan terlalu lama.

Maka cara kami satu-satunya adalah keluar dan mencari mereka yang memang bisa menjadi pengganti dan obat pelipur lara. Kami hanya ingin bisa berpikir logis, mengingat-ingat dia yang membuat sakit hati justru akan memperburuk keadaan. Kami tak ingin studiku berantakan, dan pekerjaan kami tak terselesaikan. Jadi, menghibur diri dan mencari pengganti adalah hal yang paling pantas untuk dilakukan.

Kami sebenarnya hanya ingin menemukan pasangan yang menggenapi. Seseorang yang memang cocok dijadikan pendamping sehidup semati.

Lelah mencari

Lelah mencari via www.fastcompany.com

Dalam menjalin hubungan pastilah kami ingin mendapatkan pasangan yang memang dapat berbagi satu sama lain. Seseorang yang cocok untuk dijadikan tambatan hati, dia yang mau diajak untuk menemani. Oleh karenanya bukan maksud kami ingin menyakiti maupun tak setia, semua itu serta merta hanyalah karena kami ingin menemukan dia yang memang benar-benar bisa dijadikan tambatan hati yang sebenarnya.

Oleh karenanya, ijinkanlah kami mencari dan mendapatkan cinta sejati yang sesungguhnya. Jangan anggap kami orang-orang yang tak punya harga diri, yang dengan gampangnya pindah ke lain hati. Karena semuanya memang butuh proses dan usaha yang tak sederhana.

Diam-diam kami sesungguhnya merasa iri. Seandainya kami bisa menemukan cinta yang benar-benar sejati.

Telah menjalin hubungan lama

Telah menjalin hubungan lama via thepaperdialogues.blogspot.com

Kamu : “Kamu udah berapa lama pacaran sama dia?”

Temen :“Ini baru jalan tiga tahun kok.”

Baru tiga tahun? Tiga tahun dibilang masih baru? Mungkin itulah yang ada di pikiran orang-orang yang cintanya seringkali gagal di tengah jalan. Menjalin hubungan selama itu mungkin hanya mimpi bagi kami. Jangankan tiga tahun, bisa mencapai satu tahun saja sudah merupakan suatu prestasi dan keajaiban.

Jujur, ada rasa iri yang menyelimuti hati ketika melihat orang lain telah menjalin hubungan yang begitu lama. Tak perlu lelah mencari kesana-kemari, cukup saling pengertian dan menjaga hati. Hubungan mereka seakan tak pernah tergoyahkan walau badai menyambar sekalipun.

Aku, dia, dan mereka yang memiliki banyak mantan berharap tak dipandang sebelah mata. Kami pun ingin terus berusaha, menemukan pasangan yang cinta dan kasih sayangnya tak sekadar pura-pura.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya