Kaleidoskop Patah Hati #3: Kerjaan Bikin Lelah, Hubungan Juga Entah

Putus karena pekerjaan

*Disclaimer: Setahun berlalu dan sepertinya pandemi masih panjang. Tak hanya membuat perekonomian ambyar, pandemi nyatanya membuat kisah percintaan banyak orang kandas di tengah jalan. Melihat fenomena putus pas pandemi, Hipwee mendengar dan merangkum kisah mereka yang patah hati. Semua cerita adalah riil. Tapi demi kenyamanan dan privasi, kami menyamarkan semua nama.

Advertisement

Rasanya seperti baru kemarin Satria (umur 21 tahun) menggenggam tangan Dewi. Kepada Hipwee, ia mengaku sesekali masih kangen dengan mantan pacarnya itu. Meski cukup mudah membagikan romansa percintaannya, tapi tersimpan kegetiran di balik setiap kalimat Satria. Wajar saja, Satria dan Dewi sudah pacaran sejak kelas 11 SMA. Beberapa kali putus-nyambung, mereka tetap berakhir balikan.

Setelah berbagai drama dan masalah yang lumrah dialami orang pacaran, Satria dan Dewi bisa membuktikan kekuatan cinta mereka. Tapi semua nggak bertahan lama, pandemi mengubah keadaan serba sulit dan berakibat buruk untuk hubungan asmara Satria.

Sepulang kerja, Satria terbiasa menjemput Dewi yang masih kuliah. Di masa sebelum pandemi, mereka akan menghabiskan waktu bersama. Namun karena pandemi, mereka mulai jarang bertemu. Kalau pun bertemu, waktunya cuma sebentar. Kondisi makin buruk ketika bapak Satria jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Belum lagi ibunya baru saja melahirkan. Sehingga Satrai harus menjaga dan merawat bapak-ibunya secara bergantian. Alhasil, waktu untuk pacarnya makin sedikit.

Advertisement

“Nah setelah itu kan pandemi. Jadi jarang ketemu soalnya aku sibuk banget kerja.”

Pandemi benar-benar membuat Satria lelah secara fisik dan mental. Pasalnya pasar sedang sepi. Sedangkan pekerjaannya sebagai sales sangat bergantung pada kegiatan jual-beli. Karena sepi, pendapatan Satria pun menurun drastis. Sementara kebutuhan makin banyak. Kondisi ini membuatnya lebih sensitif dan gampang emosi.

Advertisement

Dewi yang kesal karena Satria nggak punya waktu lagi untuk dirinya pun bertambah marah. Setiap hari seperti perang sebab Satria dan Dewi lebih sering adu mulut. Perlahan Dewi mulai malas menghubungi Satria. Sampai pungkasnya, mereka sudah nggak pernah komunikasi lagi.

“Aku pikir yaudahlah, udahan aja. Lagi pula pandemi, kan ya aku mending fokus aja lah buat kerja,” ungkap Satria.

Hubungan 3,5 tahun itu ternyata nggak mampu bertahan menghadapi rintangan selama pandemi. Ada kalanya Satria berandai kalau saja nggak putus, pasti dirinya dan Dewi masih langgeng sampai sekarang. Tapi mau bagaimana lagi, ego keduanya masih cukup tinggi. Mencoba ikhlas, Satria berpikir mungkin inilah jalan terbaik.

Pandemi memang membuat ambyar semua sisi kehidupan, ya. Setiap orang berjuang agar bisa bertahan di tengah kondisi yang sulit. Nggak sedikit orang harus berpisah dengan pacar lantaran fokus dengan pekerjaan yang sedang membutuhkan banyak perhatian. Sebagian besar waktu dipakai untuk memikirkan cara survive di masa pandemi.

Kaleidoskop Patah Hati merupakan tulisan berseri Hipwee tentang perjalanan patah hati selama pandemi. Ikuti kisah-kisah patah hati lainnya melalui pranala berikut ini ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE