Mendengar persoalan hubungan jarak jauh, kebanyakan orang sudah meremehkan dan pesimis terlebih dahulu. LDR dibilang cuma buang-buang waktu saja. LDR dibilang bisa bikin kamu sering makan hati dengan persoalan apapun. Parahnya ada yang menganggap LDR momen yang tepat untuk berselingkuh.

Membicarakan bahkan mengingat hubungan jarak jauh memang membuat hatimu seketika gusar. Di kepala kecemasan seperti hantu muncul tiba-tiba dan mengerikan. Kamu tak hanya harus berani menghadapinya, tapi juga membuatmu bertahan dengan godaan lainnya. Bukan rahasia pribadi lagi lika-likunya dari pejuang LDR.

Tapi di balik hal-hal negatif yang beredar, orang nggak tahu saja kalau nikmatnya LDR yang berakhir di pelaminan itu tak ada duanya. Bukan cuma senang dan bahagia, tapi ada rasa-rasa lain yang menyelimuti. Rasa-rasa yang emang pensiunan LDR yang tahu, tapi setidaknya ini pun wajib diketahui oleh kamu yang masih jadi pejuang. Penasaran apa saja? Teguhkan hati kamu dan dia ya.

1. Lega pastinya, tapi kadang kamu masih berpikir ini seperti mimpi yang buatmu tak ingin terjaga

Saking leganya kamu sampai tak percaya ini nyata atau mimpi via photo-1459369510627-9efbee1e6051

Akhirnya menikah juga!

Advertisement

Ungkapan kelegaan yang sebenarnya belum sebanding dengan perasaanmu itu sendiri. Tapi memang tak bisa dipungkiri seberapa bersyukurnya kamu atas akhir yang membahagiakan ini. Meski kadang rasa syukur dan bahagia ini membuatmu masih bertanya-tanya, “Ini nggak sedang bermimpi kan?”

Kalau saja memang ini mimpi, kamu rasanya tak ingin bangun. Sebab ini memang penantian dari perjalanan panjang yang isinya penuh dengan semak belukar, tanjakan, kerikil sampai jurang-jurang curam yang setiap waktu menguji ketabahanmu.

2. Mengingat semua perjuangan, membuat perasaan haru tak bisa dielak

Senang campur haru via www.logancoleblog.com

Sudah berhari-hari kamu dan dia saling menahan ego. Melewati waktu-waktu yang rentan dengan rindu, kesalahpahaman sampai rasa lelah yang selalu datang dadakan. Sekarang perjuangan itu ternyata tak seperti omongan miring orang-orang di luar sana. Apa yang kalian jalani dan pertahankan selama ini ternyata berakhir dengan indahnya.

Senang sudah tak perlu ditanya lagi. Tapi ada rasa haru yang harus kalian tahu. Terharu karena semua rindu terbayar tuntas. Terharu karena setiap kesalahpahaman jadi wadah untuk belajar tabah dan kedewasaan. Terharu karena rasa lelah yang sudah diganti dengan kelegaan yang tak terkira.

3. Beruntung kamu tak lekas menyerah dengan jarak, sebab sekarang hubungan kalian justru lebih erat

lebih erat via www.logancoleblog.com

Kamu tak mengingkari pendapat orang, bahwa jarak membuat hubungan rentan dengan hal-hal negatif. Tapi bagusnya kamu bukan salah satu dari banyak pasangan yang rela hubungannya terus direnggangkan dengan jarak hingga putus. Kamu bertahan menjaga ikatan hubungan kalian dengan sewajarnya.

Dan sekarang semua usaha bertahan itu membuatmu jadi salah satu pejuang LDR yang beruntung. Sebab hubungan sekian waktu direnggangkan oleh jarak, kembali erat. Bahkan lebih erat daripada hubungan yang sebelumnya. Mengingat sekarang kamu dan dia sudah menjadi sepasang sahabat sekaligus patner masa depan.

4. Ada kebanggaan sendiri, karena kalian membuktikan omongan miring tentang LDR yang rentan berpisah itu salah

omongan mereka semuanya tak terbukti via unsplash.com

Kamu bukannya ingin congkak dengan pencapaian yang sudah kalian lakukan ini. Kamu hanya merasakan lega yang saking luar biasanya memberi kebanggangaan tersendiri. Kamu bangga karena selentingan atau pendapat-pendapat pesimis orang -orang disekitarmu terbukti salah besar alias omong kosong belaka.

Perjuanganmu menjalani hubungan jarak jauh tak membuat waktu terbuang dengan sia-sia. Sebab kalian sekarang ada di pelaminan. Makan hati memang pernah terasa, saat kamu krisis kepercayaan. Tapi toh akhirnya semua terobati dengan hari membahagiakan ini. Pokoknya padangan orang selama ini yang meremehkan dan pesimis dengan LDR, tak berlansung secara signifikan di hubungan kalian.

5. Kamu lebih yakin dengan modal mental yang dipunya, sebab LDR memberi banyak pelajaran ke kalian berdua

modal mental yang kuat via unsplash.com

Jadi pribadi yang lebih sabar sudah pasti. Kamu sendiri merasa lebih mandiri dibanding dengan waktu-waktu sebelum menjalani LDRan ini. Ditambah, kamu pun tahu bagaimana menyelesaikan masalah tanpa perlu betengkar hebat. Bagaimana bisa bertengkar hebat, kalau marahannya saja jauh-jauhan.

Bukan klise atau berlebihan, tapi memang hubungan jarak jauh yang dijalani ini memberi banyak pelajaran. Pelajaran yang jadi modal mental saat kamu menapaki kehidupan rumah tangga. Karena menikah seperti yang sering kita dengar, cobaannya pasti lebih besar dari saat pacaran.

6. Keputusanmu bertahan ternyata sebaik-baiknya pilihan, belum tentu di luar sana ada seseorang yang bisa sebaik dirinya

Belum tentu di luar sana ada yang lebih baik dari dia via eventsbytiffie.files.wordpress.com

Rasanya ragu itu manusiawi, kamu sendiri merasakannya saat menjalani hubungan jarak jauh ini. Ada masa-masa kamu ragu apakah pilihan mempertahankan hubungan ini benar dan tak merugikan perasaanmu. Ada saatnya kamu percaya seperti saat ini, kalau ternyata bertahan sebaik-baiknya pilihan. Kamu tak merugi atau kecewa, karena di luar sana belum tentu kamu bisa menemukan lagi sosok seperti dirinya.

Sosok yang bisa sabar menghadapi tingkahmu yang kadang kekanak-kanakan. Sosok yang bisa menenangkan saat kamu resah karena rindu dan kekhawatiran tak beralasan yang lain. Sosok yang menjadi sebaik-baiknya pasangan yang membuat dirimu terlengkapi tanpa banyak berusaha terlalu keras.

Sebaik-baiknya hubungan ya memang tentang bagaimana bertahan saat semua tak berjalan sesuai keinginan. Belajar menahan ego masing-masing. Belajar mencari jalan tengah yang sama-sama nyaman untuk berdua. Sebab berhasil atau tidaknya hubungan tak selalu ditentukan dengan satu kota atau beda kota. Banyak juga kan, yang satu kota tapi sedihnya tak sampai di pelaminan.

Jadi semangat buat kalian pejuang LDR ya! 🙂