Dalam urusan hubungan, siapa sih yang ngga pengen punya pasangan yang nantinya akan langgeng sampai ke jenjang pernikahan. Impian semacam itu terkadang membuat kita terus percaya, bahwa cinta sejati nyata adanya. Namun seiring bertambahnya usia, kamu akan semakin sadar bahwa menemukan seseorang yang tepat itu tak semudah angan masa kecilmu dulu.

Meski kecil kemungkinannya, ada juga mereka yang beruntung telah menemukan belahan jiwanya sedari dulu. Mereka berjuang bersama ketika usia masih dini dan belum sepenuhnya memahami arti cinta. Seiring berjalannya waktu, nyatanya mereka masih terus bersama. Meski memulai hubungan dari pemahaman tentang cinta yang masih minim. Bukan karena tak ada pilihan lain, justru karena komitmen yang kuat yang membuat mereka terus bertahan.

Banyak yang kaget pas tahu kamu sama orang yang sama sedari dulu. (Entah karena mereka kagum, atau karena mereka gak yakin sama orang kayak kamu).

Hubunganmu awet sedari dulu via 41.media.tumblr.com

“Sumpah kamu masih sama dia?”
“Waaah… Awet yaa?”
“Kok bisa sih awet gitu?”

Pertanyaan seperti itu pasti sudah sering kamu dengar. Dari mulai yang bernada kagum, kaget, sampai yang bernada gak percaya, semua pernah kamu dengarkan. Bukan tanpa alasan sih sebenarnya. Orang-orang yang mampu bertahan dengan orang yang sama dalam waktu yang lama hingga pernikahan memang jumlahnya ngga banyak. Salut deh sama kamu!

Padahal kamu gak bohong. Dari masih bocah sampai sekarang udah dewasa, kamu selalu ditemani orang yang sama.

Advertisement

Sedari dulu kalian selalu berdua via notalentforcertainty.files.wordpress.com

Kamu tetap setia bersama orang yang sama sedari dulu pertama mengikat janji asmara. Memang sih dulu waktu bilang suka, umurmu belum seberapa. Tapi toh kuatnya komitmen yang kamu ucap tetap terjaga hingga sekarang. Itu membuktikan bahwa kamu dan dia sama-sama saling mencintai.

Pertanyaan yang juga sering dikasih ke kamu: “Emang gak bosen?”. Lah, orang saling suka kok dibilang bosan?

gimana mau bosan kalau suka via howheasked.com

Bosan? Kamu dan dia kan saling mencinta sudah sejak lama. Apa iya bisa segitu awetnya kalau dengan entengnya bisa bilang kamu bosan sama dia? Sudah pasti enggak kan. Hubungan yang sudah lama kamu jalani bersamanya mengajarkanmu bahwa dengan rasa suka, bosanmu bisa sirna dengan sendirinya. Kalaupun rasa bosan menghampiri, kamu dan dia pun sudah punya cara tersendiri untuk menangkisnya.

Karena sedari dulu sama satu pilihan, orang lain sering nganggap hubunganmu tanpa masalah. Padahal aslinya kan tidak ada hubungan yang adem ayem aja.

Keliatannya aja sih ayem via i.huffpost.com

“Waah.. Berarti hubungan kalian ayem-ayem aja ya?”
“Awet banget, loh. Resepnya apaan nih kok bisa keliatan ayem terus?”

Banyak dari teman-temanmu yang beranggapan bahwa selama ini, alasan awetnya hubunganmu adalah karena kamu dan dia tak pernah mengalami konflik. Padahal kenyataannya bukan seperti itu. Mana ada sih hubungan yang tanpa masalah? Semua hubungan pasti pernah punya masalah kok. Kunci kamu dan dia adalah saling mengerti dan saling memahami.

Ada sih momen di mana kamu jadi penat. Kalau sudah begini, break bisa jadi solusi (Tapi ya nanti balik lagi).

Kadang kamu juga butuh “me time” via lthomason.files.wordpress.com

Masalah yang jelas ada, nggak dipungkiri akan membuatmu dan dia penat. Saat kamu dan dia sama-sama butuh ruang seperti itu, break adalah solusi yang kalian pilih. Mungkin kamu sempat merasa bahwa kamu butuh waktu untuk menjadi dirimu sendiri. Pun demikian dengan dia. Dia juga butuh waktu untuk mewujudkan cita-citanya. Break yang kamu pilih terbukti membantumu untuk bisa lebih fresh ke hubunganmu.

Padatnya kegiatan kadang jadi ujian dalam hubungan kamu dan dia. Namun saling memberi jarak dan coba mengerti selalu jadi solusinya.

Jarak memang memisahkan, tapi ada aja cara menyatukan via i.huffpost.com

Ketika kamu dan dia mulai menerjuni dunia masing-masing, akan ada jarak yang memisahkan kalian. Layaknya dua daratan yang dipisahkan oleh sebuah pulau, jarak antara duniamu dan dunianya masih bisa kok disambung sama jembatan. Dalam hal ini, jembatanmu adalah rasa saling mengerti yang kamu dan dia sudah bangun sejak lama.

Tapi dari sekian lama berdua, saling mengetahui plus-minus masing-masing membuat kalian yakin untuk mengikat komitmen.

Setelah tau plus-minus, kalian makin mantap berdua via i.huffpost.com

Hubungan yang kamu jalin bersama dengannya sudah terjadi sedari dulu. Sudah banyak hal yang kalian lalui berdua. Tak ada lagi rahasia yang kamu sembunyikan darinya. Mulai dari sifat burukmu hingga apa saja yang menjadi nilai plusmu. Dia pun juga sama, kamu sudah mengenalnya. Mulai dari sisi buruk hingga sisi baiknya. Dengan mengetahui semua itu, kalian menjadi semakin yakin untuk menjalani semuanya berdua.

Momen favorit kalian adalah mengenang dulu saat kalian masih muda. Ternyata walaupun orangnya sama, karakter kalian bisa berbeda.

Nostalgia 😀 via i.huffpost.com

Nostalgia tentang momen masa awal kalian pacaran adalah hal favorit kalian. Selain membangkitkan kenangan manis kala kamu dan dia masih bingung soal apa itu cinta, nostalgia adalah cara ampuh untuk menghilangkan rasa penat sesaat yang kadang muncul tanpa diduga. Dengan mengingat hal-hal lucu yang dulu pernah terjadi, keyakinanmu dengannya semakin bertambah kuat.

Segala tantangan pun bisa diselesaikan dengan kesabaran, dan keyakinan bahwa kalian memang berjodoh.

Kalau jodoh takkan kemana via i.huffpost.com

Sejauh ini, kamu dan dia telah mengalami banyak hal. Dari semua hal yang pernah terjadi, tak ada yang pantas disebut sebagai hal sepele. Dalam penyelesaiannya, butuh kesabaran dan keyakinan ekstra terhadap pasangan. Namun dengan terlewatinya masalah-masalah yang dulu pernah menghampiri, itu tandanya bahwa kamu dan telah mencapai kedewasaan dalam status hubungan kalian. Tak heran jika keyakinan kuat bahwa dia adalah jodohmu terbawa hingga ke pelaminan.

Yang namanya jodoh memang sudah ada yang ngatur. Cerita cinta memang tak melulu semanis gula dan madu. Ada kalanya kisah yang telah berjalan lama dibumbui dengan rasa pahit yang mengikat. Tapi toh kamu bisa membuktikan bahwa adanya rasa pahit dan manis yang bercampur dalam satu cerita cinta itu tak mengganggu dan malah menguatkan hubunganmu sampai ke pelaminan. 🙂

Kalau kisahnya Michelle Joan gimana ya?