Sepertinya Cuma Cewek dengan Pacar Cuek yang Paham, Rasanya Apa-apa Sendirian

punya pacar cuek

Di mata cewek, sebaik-baiknya pasangan itu pastinya yang penuh perhatian serta pengertian. Bisa diandalkan saat kamu benar-benar membutuhkan sosoknya, membuatmu merasa terlengkapi. Tapi kenyataannya, untuk kamu yang punya cowok cuek dan jarang ngasih perhatian, harapan seperti ini seperti butiran debu yang sulit untuk digenggam.

Bayangkan saja perhatian dari dia masih bisa dihitung dengan jari. Seringnya juga bikin kamu berpikir macam-macam, mulai dari perkiraan tentang kadar sayangnya yang jangan-jangan mulai berkurang, sampai dengan keseriusan dia dengan hubungan kalian.

Sebagai cewek yang berhubungan dengan dia yang minim perhatian, apalagi sih yang kamu rasakan selain kekhawatiran itu? Bacanya yang kuat ya, girls!

ADVERTISEMENTS

1. Kamu jadi sering mikir, sebenarnya kamu punya pacar nggak sih. Kehadiran dia buat kamu aja jarang-jarang

Sepertinya Cuma Cewek dengan Pacar Cuek yang Paham, Rasanya Apa-apa Sendirian

Gue sebenernya punya pacar nggak sih? 🙁 via andrialindquistblog.com

Punya cowok yang jarang ngasih perhatian, rasanya lebih mengenaskan dari mereka yang berhubungan jarak jauh. Satu kota tapi kamu masih sering pergi kemana-mana atau melakukan sesuatu sendiri. Nggak jarang juga kamu jadi bahan ledekan teman, punya pacar tapi nggak beda jauh sama jomblo.

Akhir pekan kalau nggak sama keluarga atau teman, seringnya sendirian. Saat kesulitan kamu pun terbiasa menyelesaikannya sendiri, atau paling dibantu sama teman yang kamu mintain bantuannya. Pikiranmu pun diam-diam menyetujui ledekan teman-temanmu itu. Iya, ya…. rasanya kayak jomblo. Sosok dia ada hanya di saat-saat tertentu dan itu masih bisa kehitung dengan jari.

ADVERTISEMENTS

2. Paling keki sekaligus sedih, pas lihat cowok yang lagi ngebantuin ceweknya. Dalam pikiranmu, andai aja dia kayak gini  ya…

Namanya juga cewek, pasti langsung tersentuh hatinya saat melihat sesuatu yang menjadi harapannya selama ini. Nggak yang muluk-muluk, hal-hal sederhana seperti saat melihat seseorang cowok yang menggandeng tangan ceweknya saat menyebrang jalan. Perasaan iri, keki, juga sedih seketika mencuat bersamaan.

Ya Tuhan, coba Dika sikapnya seperti cowok itu. Pengen….

ADVERTISEMENTS

3. Saat capek dengan segala persoalan hidup, pengen banget rasanya ada dia di sampingmu, bersandar dan sekadar membagi cerita. Tapi apa daya, dia nggak pernah ada

Pengen cerita, tapi apa daya dia nggak pernah ada

Pengen cerita, tapi apa daya dia nggak pernah ada via dylandsara.com

Sebagai manusia, kamu tak pernah bisa mengelak segala persoalan hidup yang datang. Siap atau nggak kamu harus menghadapi dan menyelesaikannya. Saat-saat seperti inilah kamu sering berharap ada sosoknya di sampingmu. Keberadannya yang kamu harapkan sebenarnya sesederhana untuk bersandar dan membagi cerita. Setidaknya itu bisa membuat kamu merasa tak sendiri.

Hmmm, kamu di mana sih, sayang? Aku lagi butuh kamu! 🙁

ADVERTISEMENTS

4. Lama-lama kamu gengsi sendiri jika harus meminta tolong kepadanya. Berharap dia peduli aja malas rasanya

Sepertinya Cuma Cewek dengan Pacar Cuek yang Paham, Rasanya Apa-apa Sendirian

Yaudah nggak ngarep dia peduli lagi deh via dylandsara.com

Saking seringnya dibiarkan melakukan apa-apa sendiri, lama-lama kamunya sendiri yang justru jadi malas mau minta tolong. Kadang pikiranmu sendiri meminta perasaanmu untuk tak berharap banyak ke dia. Ya udalah lah, aku bisa sendiri!

ADVERTISEMENTS

5. Kangennya kamu itu bukan ke orangnya, tapi lebih ke momen bersama sebagai pasangan

Sepertinya Cuma Cewek dengan Pacar Cuek yang Paham, Rasanya Apa-apa Sendirian

Kangen kehadiran sosoknya via www.logancoleblog.com

Ada yang bilang rindu itu sebenarnya bukan ke orangnya, tapi ke momen yang dilakukan bersama-sama. Dan memang seperti itu juga yang kamu rasakan selama ini. Kamu merasa rindu sekali dengan momen sebagai pasangan yang dilakukan bersama. Bagimu tak perlu meminta waktunya setiap saat, cukup sesekali bersama asalkan berkualitas. Kalau sudah begini, rasanya kamu ingin berbicara dari hati ke hati dengan pasanganmu dan berharap dia bisa mengerti.

ADVERTISEMENTS

6. Namun di satu sisi kamu pun sering bersyukur dengan sikapnya. Setidaknya dia juga nggak akan asal ngasih perhatian ke cewek-cewek yang lainnya

Sepertinya Cuma Cewek dengan Pacar Cuek yang Paham, Rasanya Apa-apa Sendirian

Ke ceweknya sendiri aja cuek via www.logancoleblog.com

Kamu nggak curiga apa sama sikapnya dia yang cuek begitu?

Mau curiga atas alasan apa? Sama ceweknya aja ngasih perhatian seingetnya aja, apalagi ke cewek lain. Nggak bakal sempat dia.

Yakin?

Kamu kok kompor banget sih. Hih!

Cowok cuek itu bukan karena dibuat-buat, tapi dia memang terbiasa dengan kehidupan di dunianya sendiri. Paling sering dia menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Jadi, kamu santai aja, dia juga nggak ada waktu buat macam-macam dengan cewek lain. Ya semoga aja dia beneran cuek karena itu memang sifatnya. Hihi..

7. Kamu sebenarnya paham, perhatian dari dia yang jarang membuat sosokmu lebih mandiri dan tak lagi sering bergantung dengan orang lain

Sepertinya Cuma Cewek dengan Pacar Cuek yang Paham, Rasanya Apa-apa Sendirian

Jadi cewek lebih mandiri via dylandsara.com

Memiliki pasangan bukan berarti membuat kamu jadi seseorang yang manja. Tapi memiliki pasangan harus tetap membuat kamu tak mengenyampingkan kemandirian. Kelak itu akan menjadi bekal yang nggak akan pernah bisa diberikan oleh orang lain, jadi kalau nggak mulai dari sekarang menanam dan memupuknya sendiri, kapan lagi?

Pada akhirnya, kamu sendiri berterimaksih dengan sikapnya yang jarang memberi perhatian dan membiarkanmu tak bergantung kepadanya. Toh di balik hal yang terasa negatif darinya, justru memberikan sisi positif untuk dirimu. Jadi mungkin memang kamu harus lebih bersabar menghadapi dia yang seperti ini.

Berdoa sembari berusaha mengingatkannya aja deh, supaya dia bisa pelan-pelan berubah ke arah yang lebih baik. Hati dan pikiran orang siapa yang tahu ke depannya seperti apa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tukang catat yang sering dilanda rindu dan ragu

Editor

Not that millennial in digital era.