Saat kalian sudah bersahabat lama dengan sahabat kalian dan apalagi hubungan kalian sudah seperti saudara, rasanya hampir tak ada lagi rahasia diantara kalian. Sedang sejauh apapun jarak kalian atau sesibuk apapun urusan kalian tidak membuat hubungan pertemanan kalian memudar.

Apalagi saat sahabatmu sedang menjalankan studi di luar kota, meski hampir tak pernah bilang rindu. Tapi kepulangannya adalah hal yang kamu tunggu-tunggu. Sahabatmu memang terkadang menyebalkan, tapi dia tidak akan membuatmu merasa kesepian. Bahkan karena saking dekatnya, kalimat-kalimat ini sering dilontarkan sahabatmu.

1. Kalian sudah tidak lagi kaku soal materi. Seperti kalimat menagih hutang ini, “Belanja aja bisa, utang mana? Belum dibayar-bayar”

utang goceng doang si, ikhlasin~ via www.unsplash.com

Advertisement

Kedekatan kalian memang sudah pada tahap nyaman apa adanya. Jika ada hal-hal yang memang harus dibicarakan untuk mengingatkan temanmu, apalagi masalah uang yang kedengarannya bisa jadi hal yang sensitif sekali kalau bukan teman dekat. Tapi dengannya, masalah hutang tak pernah kamu ambil pusing. Jika memang harus dibayar, kamu pun tanpa rasa tak enak hati menagihnya. Kalau hutangnya masih dalam jumlah recehan sih, ngapain ditagih.

2. Gengsi memuji sahabat sendiri, padahal saling kagum “iya sih bajunya oke, tapi kalau kamu yang pakai kok nggak oke ya? :P”

Yah, kok nggak oke si 🙁 via www.unsplash.com

Mengkritik penampilan, bukan serta merta bermaksud menghina sahabatmu. Justru dengan begitu, caramu mengagumi mereka tanpa terlihat lembek dan omong kosong. Dengan kamu masih tetap nyaman bersamanya, bahkan menyandangkan status sahabat untuk mereka, bukankah hal itu tandanya mereka mengagumi secara tersirat?

3. Kamu tidak akan selalu membela sahabatmu jika memang dia yang salah “Ya kan dia pacar kamu, begitu gara-gara kamu juga, nggak usah merasa benar mulu dong…”

lo tuh jangan egois lah! via www.unsplash.com

Hanya karena sahabat, tak lantas membuatmu selalu membelanya dan selalu ikut membenarkan apa yang salah dari dirinya. Justru, sahabat yang baik adalah orang yang berani mengatakan kejujuran bahwa apa yang dilakukan sahabatnya itu memang salah. Bukan malah selalu membenarkan kesalahan agar semua terlihat baik-baik saja. Kalau kesalahannya selalu kamu bilang benar, kapan sahabatmu akan belajar?

4. Ketika tanggal gajian tiba, kamu atau dia sudah pasti a siap-siap dengan kalimat ini, “Wah iya, gajian nih! Makan enak bisa kali~”

hayu main yu via www.unsplash.com

Advertisement

Saat gajian telah tiba, sudah pasti kalimat godaan dari sahabatmu kamu dapatkan. Entah minta traktir makan, minta bayarin nonton apapun itu asal dia ‘kecipratan’ uang gajianmu juga. Meski begitu, sebenarnya sahabatmu tak pernah serius menagih traktiran lho.

5. Saat bertengkar, kalimat-kalimat ini pun sudah biasa diucap “Maafin ya kalau aku salah,” atau “Yaudah iya! Salah kamu deh, yaudah minta maaf cepet!”

yaudah iya via www.unsplash.com

Meski mungkin kesalahan ada di kamu, sahabatmu mungkin akan berkata menyakitkan tapi setidaknya mereka berusaha jujur padamu. Tapi, kalau kesalahan ada pada sahabatmu dia pasti dengan mudah mengutarakan permintaan maafnya. Sesalah apapun kamu asal ada maaf yang tulus, hubungan kalian pasti akan tetap berjalan baik kok.

6. Saat sahabatmu berkunjung kerumahmu, dia juga tak akan segan bilang “Ada makanan nggak? Laper nih”

selalu tau kalau lagi banyak makanan di rumah via www.unsplash.com

Sering menganggap rumah sahabat seperti rumah sendiri memang lazim dilakukan banyak orang, sahabatmu jelas sudah hapal denah rumahmu bukan karena tidak sopan tapi justru karena dia juga sudah merasakan hangatnya keluargamu bahkan rasanya, ibumu sudah sepertinya ibunya juga.

7. “Tahu kan maksud gue apa?!” saat memberi gestur lirikan mata, karena pikiran kalian sudah pasti terhubung satu sama lainnya

if you know what i mean via www.unsplash.com

Pasti hal ini sering terjadi denganmu dan sahabatmu saat kalian sedang mendengar lagu kesukaan kalian, melihat lawan jenis yang menarik, atau melihat sesuatu hal yang lucu dan kode saling tatapan yang refleks melahirkan gelak tawa, seakan kalian memang betul-betul satu hati. Lucu ya!

Jika sahabatmu memang menjengkelkan, itu bukan berarti dia benar-benar menjengkelkan. Dibalik menjengkelkannya sahabat, ada perasaan kagum dan sayang yang sudah jelas dia tidak akan menunjukannya secara terang-terangan. Kadang, kadar kenyamanan persahabatan bisa dilihat dari semenjengkelkan apa sahabatmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya