Silahkan coba bertanya pada setiap pria yang hidup di dunia ini. Untuk urusan pasangan, memiliki sosok gadis yang rela diajak berjuang berdua memang merupakan suatu kebahagiaan. Kesediaan seorang gadis diajak berjuang adalah sebuah oase bagi segala ketakutan cowok dalam urusan menata masa depan berkeluarga.

Maklum. Banyak dari kami yang masih merintis masa depan dan masih belum punya apa-apa untuk dibanggakan kepadamu selain keseriusan. Untuk itu kami akan sangat bahagia ketika kamu rela untuk diajak berjuang menata masa depan bersama. Namun sebelum banyak cewek yang salah paham dengan ajakan berjuang ini, ada baiknya mendengarkan ungkapan hati para cowok ini dulu.

Melakukan pekerjaan rumah tangga tak pernah sederhana. Kami tak ingin melihatmu meneteskan keringat lebih banyak lagi demi keluarga.

Wanita tak seharusnya meneteskan keringat lebih banyak demi keluarga via elizabethwellsphoto.com

Advertisement

Diam-diam, para cowok kagum dengan ketangguhan seorang wanita. Bisa berperan ganda dalam waktu yang bersamaan. Setelah menikah, banyak wanita yang memilih mempertahankan predikat sebagai wanita karir lalu ditambah pula sebagai ibu rumah tangga. Dari pilihan ini ada konsekuensi yang tak terhindarkan, yakni harus bangun lebih pagi demi menyiapkan sarapan untuk anak dan suami. Lalu setelah itu segera bersiap untuk mulai bekerja di kantor. Tapi tak sekalipun keluhan keluar dari mulut para wanita tangguh ini. Sebagai laki-laki, kami kadang merasa malu. Belum tentu jika beban itu diberikan ke kami, bisa kami kerjakan dengan baik.

Kondisi ini membuat kami ingat, bahwa pernah ada janji untuk membahagiakanmu yang kami ucap di depan orangtua. Kalau boleh kami mengukir janji lagi, kami ingin membuat kondisi ini tak bertahan selamanya. Wanita tak seharusnya mengeluarkan keringat lebih banyak. Cukup dampingi kami untuk berjuang lebih keras lagi.

Urusan materi sepenuhnya tanggung jawab kami. Kalaupun wanita harus bekerja, cukup pilih bidang yang disukai.

Tak perlu memikirkan materi via elizabethwellsphoto.com

Saat memilih tetap bekerja nantinya, pastikan itu hanyalah sebagai pengisi waktu senggang saja. Bukan untuk pemasukan utama keluarga. Karena nafkah utama tetap jadi tanggung jawab kami para cowok sebagai calon kepala keluarga.

Advertisement

Kami tak pernah ingin melarang calon istri kami nantinya berhenti berkreasi. Justru kami berharap setelah menikah kelak, pekerjaan yang dimiliki seorang istri adalah bidang yang memang mereka sukai. Tanpa harus memikirkan pemasukkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Biarkan itu menjadi tanggung jawab kami. Agar kami selalu punya motivasi untuk membahagiakan kalian nanti.

Namun di balik itu semua, ada satu hal yang tak akan pernah kami lakukan. Yakni melihatmu terus kepayahan dalam menemani kami berjuang.

Tak akan membiarkanmu terus kepayahan via elizabethwellsphoto.com

Seperti yang sudah kami bilang tadi, melihat kerelaanmu berjuang bersama demi menata keluarga adalah sebuah oase bagi setiap lelaki. Sifatmu yang baik ini adalah pelecut semangat kami untuk berbuat lebih. Bukan apa-apa. Kami hanya tak ingin melihatmu terus berjuang setiap waktu. Memikirkan soal materi adalah tanggung jawab kami. Bekerja siang-malam pun kami rela asal demi melihatmu bahagia.

Ego laki-laki memang selalu tinggi, termasuk tak mau melihatmu terus kepayahan saat bersama kami. Maka dari itu kali ini biarkan ego kami yang satu ini tetap tinggi. Kami mengajakmu hidup bersama bukan untuk hidup menderita, namun juga merasakan kemapanan yang sepenuhnya jadi hak semua wanita dan keluarga kecil kita nanti.

Semoga janji ini bisa kami tepati sesegera mungkin. Ada wanita hebat yang terus mendampingi kami, itu sudah lebih dari cukup. Selebihnya biarkan kami yang berjuang sepenuh hati.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya