Saat tahu kamu dititipkan semesta di perutnya, ibumu sudah merasa gegap gempita. Mengamati perkembanganmu dari waktu ke waktu merupakan momen yang berharga. Mungkin baru kamu manusia yang berhasil membuatnya benar-benar jatuh cinta meski belum bertemu. Mungkin hanya ibumu manusia yang rela dibuat mual setiap paginya tapi tetap menumbuhkan rasa cinta.

Padahal kalau dipikir secara logika, dititipi manusia lain di dalam perutnya, disakiti saat harus mengeluarkannya, lalu seumur hidup harus mengasuh, lantas buat apa?

Advertisement

Untuk merayakan perjuangan salah satu sosok terhebat dalam hidupmu ini, nggak adal salahnya mengucapkan Selamat Hari Ibu kepadanya. Nah biar makin afdol dan syahdu, mari rayakan Hari Ibu dengan mengucapkan sesuatu yang sedikit berbeda. Sebab bilang Ma, I Love You udah terlalu biasa.

1. “Di dunia ini memang nggak ada yang sempurna. Tapi Bu, kasih sayangmu jelas tidak ada dua.”

Kasih sayangnya sempurna…tanpa cela via www.pexels.com

Hampir setiap hari marahi karena bangun siang, diminta menghabiskan makan siang meski tak selera makan, dan sederet titah ibu memang buatmu merasa tak nyaman. Namun ketika kamu sakit, tangannyalah yang sigap menyiapkan segala kebutuhan. Bahkan ketika kamu tak sengaja dibuat marah olehnya, namanya tak pernah sekalipun luput dari doanya. Dari hal-hal kecil ini kamu baru sadar bahwa kasih sayang ibumu merupakan satu hal yang paling sempurna di antara ketidaksempurnaan yang ada.

2. “Untuk wanita yang dititipi surga di telapak kakinya, terima kasih atas segala kasih sayang dan cinta.”

Wanita dengan surga di telapak kakinya 🙂 via www.pexels.com

Kadang saat kamu dan ibu sama-sama lelah, salah bertutur sedikit saja bisa berujung pada masalah. Tapi meski kalian pernah pasang aksi saling diam, saling marah, bahkan saling kecewa, kasih sayang ibumu tetap akan ada. Inilah mengapa semesta menitipkan surga di telapak kakinya.

3. “Bu, meski kita sering tak sependapat, tapi bagiku hanya ibu sosok wanita yang paling hebat.”

Wanita terhebat~ via www.pexels.com

Advertisement

Kamu dan ibu hidup di dua generasi yang berbeda. Kamu dibesarkan dengan cara lembut dan terbuka. Sedangkan ibu tumbuh dalam budaya rotan akan bekerja ketika kesalahan dilakukan. Perbedaan inilah yang akhirnya sering membuat kalian tak sependapat. Kamu menilai ibumu terlalu kaku. Sementara ibu melihatmu sedikit keluar ajaran. Namun meski sering berbeda pendapat, beliau selalu mencoba untuk kembali merengkuhmu. Tak peduli seberapa berat pekerjaan dan dunia coba mematahkan semangatnya.

4. “Tiada tempat paling nyaman selain pangkuanmu. Tiada tempat paling hangat selain pelukanmu. Selamat hari ibu ya Ma~”

Pelukan ibu merupakan tempat paling hangat di dunia~ via www.pexels.com

Karena cinta ibu kepada anak-anaknya itu akan terus ada. Sebab kasih sayang ibu untuk kalian semua itu tanpa mengharapkan apa-apa. Maka dari itu, setiap inci tubuh ibu merupakan pusatnya kata ‘paling’ berada. Pangkuannya merupakan tempat paling nyaman. Sementara pelukan adalah tempat paling hangat di dunia.

5. “Bu, terima kasih sudah memperjuangkan kesejahteraanku. Sekarang biar aku yang mengambil peran itu.”

Kini giliran saya bahagiakan ibu 🙂 via www.weddingbee.com

Kamu sudah sebesar ini. Sudah puluhan tahun ibu menjadi pilar utama dalam memperjuangkanmu. Kini saatnya kamu mengambil alih tugasnya. Agar ibu bisa sedikit menikmati masa tuanya.

6. “Untuk Ibu yang sudah lebih dulu di surga, saya menitipkan kecup dan peluk lewat doa~”

Bu, saya titip kecup dan peluk lewat doa~ via www.pexels.com

Cinta ibu kepadamu tak pernah ada  putus-putusnya. Pun setelah ibu dipanggil oleh semesta. Ucapan terindah dan paling hangat darimu bisa kamu haturkan melalui doa. Semoga semesta berkenan menjadi jembatan agar kamu bisa memeluk ibu meski beliau telah tiada.

7. “Ma, jangan lupa minum vitaminnya. Oh iya, selamat hari Ibu juga. Adek sayang banget-banget sama Mama.”

Mengingatkan juga bentuk rasa cinta~ via www.pexels.com

Kadang kamu terlalu sibuk dengan rutinitas yang sekarang. Sementara ibu terlalu sering melewatkan malam tanpa mendengar kabar dari anak-anaknya. Nggak ada salahnya sesekali menyempatkan memperhatikan ibu dari kejauhan. Toh sudah ada teknologi yang bantu kamu mengaturkan rasa syukurmu terlahir dari rahim ibu.

8. “Sehat-sehat terus ya, Ma. Tunggu kakak pulang sambil pakai toga~”

Tunggu sebentar lagi ya Ma~ via www.pexels.com

Kadang kamu dan ibu sedikit berjarak dan tak sedekat orang lain. Tapi untuk menunjukkan rasa syukurmu atas kasih sayang ibu, tak ada salahnya kamu mengucapkan sepatah kata kepadanya. Seperti dengan kalimat yang lugas dan to the point ini.

9. “Ma, kakak udah transfer ya. Semoga bisa sedikit meringankan beban Mama~”

Cuma sedikit sih Ma~ via www.understood.org

Saat kamu sudah dewasa dan mandiri, ibu memang tak pernah mengharapkan balasan atas apa yang dulu ia lakukan kepadamu. Namun tak ada salahnya kamu sedikit mengurangi beban ibumu dengan berbagi sedikit rezekimu. Toh ibu tak akan melihat nomimalnya. Justru yang ia tangisi adalah perhatianmu kepadanya.

10. “Selamat hari ibu, ya Buk. Hehehe~”

Hehehe~ selamat hari ibu ya Buk via micamara.ph

Tak apa kalau kamu tak terlalu dekat dengan ibu. Tak apa juga kalau kamu lebih sering memendam rasa syukurmu atas kehadiran ibu dalam hidupmu. Namun ketika kamu ingin mengungkapkan isi hatimu tanpa membuat hubunganmu dan ibu keki, ucapkan saja sebaris kalimat ini. Singkat, padat dan jelas. Seperti sifat ibu yang tak suka basa-basi dan diturunkannya kepadamu ini.

Ibu, Mama, Umi atau apapun panggilanmu untuk wanita hebat ini, semoga semesta berkenan mengelilinginya dengan hal baik, sehat dan sejahtera. Sehingga kamu masih punya cukup waktu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tiap malam tak pernah luput didoakan ibu.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya