Siapa sih yang gak pingin hubungannya awet sampai tua? Semua orang juga pasti ingin bisa hidup bahagia bersama dengan orang yang dia cinta sampai ajal memisahkan mereka. Bahkan tak jarang kamu sampai rela mengorbankan banyak hal demi kebahagian dia yang kamu cinta.

“Tapi ujung-ujungnya dia tetep minta putus juga! Sakit banget ‘kan rasanya!”

Advertisement

Yah, kalau memang kamu diputusin sama dia ya mau gimana lagi. Tapi kamu gak perlu galau, apalagi sampai sedih
berkepanjangan. Ingat aja, bahwa dia kehilangan orang yang benar-benar menyayanginya dan bakal rugi sendiri nantinya.

Saat dia sedih, kamulah yang selalu siap sedia meluangkan waktu untuk menghiburnya. Tapi sayang, dengan pengorbananmu itu justru dia seakan lupa.

Meluangkan waktu untuk mendengar ceritamu

Meluangkan waktu untuk mendengar ceritamu via 5aussiekangaroos.tumblr.com

“Ji, bisa kesini? Aku baru dimarahin dosen pembimbing…”
“Oke, aku berangkat sekarang.”

Kamu selalu hadir saat dia sedang bersedih. Menghiburnya sudah merupakan pekerjaan yang rela kamu lakukan demi agar dia bahagia. Kamu rela menghabiskan harimu untuk mendengarkannya bercerita tentang hari buruk yang sudah ia lalui. Tak jarang pula kamu menghiburnya dengan mengajaknya jalan-jalan keluar. Mau mengorbankan waktu, tenaga hingga materi, kamu gak peduli.

Di hari ulang tahunnya, kamu pula yang tak lupa menyiapkan kado dan ucapan manis. Meski harus nabung dari jauh-jauh hari, kamu ikhlas kalau buat orang yang paling disayangi.

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun via lovequotesforherphotos.blogspot.com

Advertisement

Momen ulang tahun memang selalu spesial. Itu juga yang alasanmu untuk selalu memberikan yang terbaik untuknya di momen berharga tersebut. Tak jarang bahkan kamu harus nabung sampai bolos kuliah atau kerja hanya untuk memberikan surprise bagi dia yang kamu cinta.

“Sampai segitunya, ya?”

Ya, kan kamu dulu memang benar-benar mencintainya.

Tak masalah memberinya waktu saat dia ingin sendiri dulu. Meski sudah jadi pasanganmu, kamu tahu dia berhak punya kebebasan sebagai seorang individu.

Kamu rela memberinya waktu untuk sendiri

Kamu rela memberinya waktu untuk sendiri via loveizlyf.blogspot.com

Dalam setiap hubungan, pasti akan ada saatnya dimana salah satunya ingin diberi sedikit kebebasan. Nah, karena kamu benar-benar mencintainya, kamu rela memberinya waktu untuk sendiri tanpa perlu dia memaksa. Padahal sebenarnya kamu sedang ingin bersama dan sedang membutuhkannya. Tapi kamu masih bisa pengertian dengan memberikan kebebasan untuk dia yang kamu cinta.

Sekalipun pernah menyakiti, kamu tetap rela memaafkan. Kamu menyadari bahwa manusia yang kamu cintai itu pun tak mungkin luput dari kesalahan.

Kamu rela memaafkan meski pernah disakiti

Kamu rela memaafkan meski pernah disakiti via notalentforcertainty.files.wordpress.com

“Maafin aku ya, Ta. Aku lagi banyak pikiran kemarin”
“Iya, Ji. Tapi jangan diulangi lagi, ya….”

Mungkin kamu pernah merasa disakiti olehnya. Dalam hatimu sebenarnya juga masih ada rasa pedih setelah dia menyakitimu kala itu. Tapi semuanya adalah masa lalu. Dengan mudah kamu bisa memaafkannya karena memang kamu cinta.

“Mungkin waktu itu dia sedang ada masalah atau khilaf aja.”

Itu adalah pikiranmu yang senantiasa positif kalau menyangkut soal dia yang kamu cinta.

Kapanpun dia butuh, kamu akan selalu siap untuknya. Meski sibuk, kamu rela meluangkan sedikit waktu demi ada di sampingnya.

Demi dia, kamu rela meluangkan waktu

Demi dia, kamu rela meluangkan waktu via tadams1996.tumblr.com

Diantara sekian banyak kegiatan yang kamu ikuti setiap hari, selalu ada saja waktu spesial yang kamu sisipkan hanya untuk dirinya. Setiap kali dia memintamu untuk datang saat, kamu akan selalu menyempatkan datang. Walau saat itu kamu sendiri juga sedang ada kegiatan, tapi di sela-sela kegiatan tersebut, akan selalu ada waktu untuknya. Tak ada sedikit pun pikiran capek kalau demi dia.

Memberi saran atau nasihat juga sering kamu lakukan. Kamu hanya ingin melihat dia meraih kesuksesan, bukannya salah jalan.

Menasehati dia sering banget kamu lakukan

Menasehati dia sering banget kamu lakukan via peacembeku.wordpress.com

“Ji, kamu jangan langsung ngelabrak gitu. Coba dipikir tenang-tenang dulu”

Keraguan dalam menasehati pasangan kadang kala menjadi faktor yang bisa membuat pasanganmu berubah. Namun hal itu tidak terjadi padamu. Kamu selalu memikirkan kata-kata dan momen yang tepat untuk menasehati dia. Menurutmu, kalau kamu gak menasehatinya, siapa lagi? Kamu mementingkan kebaikannya daripada emosi sesaat. Nasehat yang membangun selalu kamu ucapkan demi perkembangannya.

Kamu ikhlas membantu dia yang sedang kepayahan. Atas nama cinta, kamu bersedia mengerjakan tugas-tugas yang harus segera dia selesaikan.

Demi dia, kamu rela ngerjain tugasnya

Demi dia, kamu rela ngerjain tugasnya via www.theatlantic.com

Kamu gak pernah ragu untuk membantunya mengerjakan tugas. Meski kamu sendiri tau bahwa sebenarnya membantunya mengerjakan tanggung jawabnya itu tindakan yang kurang bijak. Tapi apalah dayamu, karena memang dia sudah memintamu untuk membantunya, kamu tak punya daya untuk menolak. Yah, namanya juga terlanjur cinta. Apapun bakal kamu lakukan buat dia.

Kalau kamu sudah memberikan segalanya untuk dia tapi tetap saja dia memilih untuk putus, kamu gak perlu khawatir. Justru dia sendiri yang rugi kok. Dia kehilangan orang yang benar-benar mencintainya. Meski sakit di awal, tapi percayalah, kamu akan menemukan yang lebih baik darinya. Kalau dia? Tenang, dia gak bakal menemukan yang lebih baik dari kamu kok. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya