Suka Duka Menjalin Hubungan dengan Orang yang Satu Profesi. Ternyata Justru Lebih Sulit Dijalani

Pacaran Satu Profesi

Kantor dan dunia kerja adalah salah satu ruang untuk bertemu jodoh. Lagipula, kalau pasangan menggeluti bidang yang sama, pasti bakal lebih enak ngobrolnya. Curhat soal pekerjaan pun jadi lebih nyambung, karena kalian sama-sama mengerti apa yang dirasakan setiap hari.

Advertisement

Sekilas, pasangan yang sama pekerjaannya terlihat lebih serasi dan nyambung. Tapi menurut penelitian, justru pasangan dengan profesi sama itu lebih sulit dijalani daripada pasangan yang profesinya berbeda lho. Dikutip dari Telegraph.co.uk, menurut psikolog, pasangan yang berasal dari dua bidang pekerjaan berbeda biasanya juga punya work-life balance yang lebih baik. Lho, kok bisa? Ini beberapa alasannya.

1. Memang, pasangan yang satu profesi lebih bisa mengerti. Yang sayangnya di saat bersamaan juga rawan kompetisi

Tapi rawan kompetisi.

Tapi rawan kompetisi via elitedaily.com

Tak sedikit pasangan yang mengawali kisah asmara mereka dari obrolan yang ‘klik’ soal pekerjaan. Akhirnya berlanjut dengan komitmen untuk menjadi pasangan. Sama-sama bergelut di industri yang sama juga memudahkan kalian untuk saling memahami. Tanpa perlu repot menjelaskan ritme kerja, pasanganmu sudah paham bagaimana hectic-nya kamu bekerja. Yup, karena pasanganmu pun mengalaminya. Jadi, segala sesuatu mengenai pekerjaan nggak perlu dijelaskan dari sejak PDKT. Toh, kamu dan dia sudah sama-sama tahu soal hal tersebut.

Namun, dibalik mudahnya beradaptasi dengan pasangan seprofesi, kamu dan dia pun kerap dihadapkan pada kompetisi. Perkara siapa yang lebih berhasil dari siapa, juga bukan perkara yang remeh. Rasa iri bisa melahirkan pertengkaran yang berujung pada perpisahan. Kenapa ya, dia bisa mencapai target sementara aku nggak. Bulan depan gue harus lebih sukses dibanding dia. Sadar atau nggak, kamu dan dia pasti akan dihadapkan pada kompetisi di dunia kerja yang tak lagi memedulikan perasaan.

Advertisement

2. Mereka yang bergelut di ranah yang sama, sering terganjal ego yang sama tingginya

Kamu

Kamu dan dia punya ego yang sama tingginya. via www.huffingtonpost.com

Di luar konteks urusan asmara, kamu dan dia punya kesempatan yang sama untuk meraih penghasilan dan jabatan yang tinggi. Jadilah kamu dan dia punya ego yang sama tingginya untuk meraih garis finish yang sama. Inilah yang dikhawatirkan dari komitmen yang dibangun oleh 2 individu yang punya kesamaan profesi. Benar, bagi dia kamu adalah pacarnya (di luar konteks pekerjaan). Namun, di dunia kerja kamu adalah rekan satu profesi yang berpotensi menjadi pesaingnya.

3. Bergelut di ranah yang sama memungkinkanmu terjebak dalam lingkaran pertemanan yang itu-itu saja

Lingkungan pertemanan yang sama.

Lingkungan pertemanan yang sama. via www.huffingtonpost.com

Sebagai pasangan, temanmu adalah teman pacarmu juga, pun sebaliknya. Apalagi kalau kamu bergelut dalam bidang pekerjaan yang sama. Bisa dipastikan kamu dan dia punya lingkaran pertemanan yang sama. Nggak ada masalah dengan hal itu. Hanya saja, kalau melihat pasangan lain yang berbeda profesi, pertemanan mereka jelas lebih beragam lantaran didasari oleh dua profesi yang berbeda. Misalnya saja ceweknya bekerja sebagai di dunia kepenulisan, sementara cowoknya adalah musisi. Si cewek bakalan membaur dengan para musisi yang notabene adalah teman cowoknya. Begitu pun sebaliknya. Pertemanan mereka lebih berwarna bukan?

4. Akan lebih seru kalau kamu punya pasangan yang berbeda profesi, kamu dan dia bisa saling bertukar wawasan

berdiskusi menambah wawasan via www.easyweddings.com.au

Misalnya saja kamu berprofesi sebagai guru bahasa dan pasanganmu adalah arsitek. Tentu saja obrolan soal pekerjaan saat kencan jauh lebih seru. Kamu dan dia bisa saling bertukar wawasan seputar bidang pekerjaan masing-masing. Contoh lainnya, si cewek berprofesi sebagai sastrawan dan cowoknya adalah musisi, nggak menutup kemungkinan jika keduanya bisa menelurkan karya bersama. Si cowok memusikalisasi puisi bikinan ceweknya. So sweet banget ‘kan? Jadi, bukan hubungan yang terbatas saling mengisi, tapi juga menelurkan karya bersama.

Advertisement

5. Jika kamu dan dia terlanjur bergelut di ranah profesi yang sama, tak apa. Selama persoalan pekerjaan tidak saling tumpang-tindih dengan hubungan asmara

Selama kamu dan dia bisa membagi porsi antara pekerjaan dan asmara.

Selama kamu dan dia bisa membagi porsi antara pekerjaan dan asmara. via elitedaily.com

Kalau ngomongin sastra di rumah yang ada malah ribut. Lebih baik ngurus anak aja kalau di rumah..

-Ratih Kumala (penulis, istri Eka Kurniawan)

Dikutip dari wawancara dengan GEO Times via ratihkumala.com

Kamu yang saat ini tengah menjalin komitmen dengan pasangan seprofesi bisa belajar dari rumah tangganya Eka Kurniawan dan Ratih Kumala. Seperti yang kita ketahui keduanya adalah penulis hebat dan menekuni bidang yang sama. Kamu bisa belajar dari keduanya, di mana karir dan rumah tangga bisa berjalan seimbang.

Ternyata resepnya adalah sesederhana mengurangi perbincangan soal pekerjaan di rumah. Khusus untukmu yang sudah menikah, jangan sampai kehidupan rumah tangga dengan kehidupan pekerjaan menjadi kabur, dalam artian sudah tak lagi mengenal batas. Ini bisa memicu selisih pendapat yang pada akhirnya memengaruhi keharmonisan kalian. Jangan sampai deh, ya….

Boleh saja menjalin komitmen dengan pasangan yang berprofesi sama. Selama kamu siap untuk berdamai dengan segala tantangannya. Siapkah kamu untuk nggak iri saat pacar lebih sukses dari kamu?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Belum bisa move on dari Firasat-nya Dewi Dee.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE