Percuma Bilang Sudah Move On Kalau 6 Hal Ini Masih Dilakukan. Jalan Melupakan Mantan Masih Panjang

Tanda Belum Move On

Perihal move on itu memang nggak mudah. Setiap orang butuh waktu dan cara yang berbeda untuk melakukannya. Ada yang cuma butuh waktu seminggu atau dua minggu. Ada juga yang butuh waktu berbulan-bulan hingga tahunan untuk berkutat dengan mantan (meski hanya dalam pikiran) sepertimu. Hehe

Advertisement

Karena nggak mau kalah dengan si mantan yang sudah punya gandengan baru, kamu pun mempercepat upaya untuk move on. Kamu mencoba hangout dengan orang-orang baru, mencoba PDKT dan banyak hal lainnya. Hingga suatu hari kamu dengan bangga menggandeng gebetan atau malah pacar barumu, membuat pengumuman bahwa kamu sudah move on dan melupakan mantan. Tapi apa kamu yakin bahwa kamu sudah benar-benar melupakannya? Yuk, kita cek dulu. Jika hal-hal ini masih kamu lakukan, akui saja bahwa kamu memang belum move on sepenuhnya.

1. Sudah punya pacar baru sih, tapi stalking media sosial pacar lamamu masih jadi rutinitas. Tahu update hidupnya seolah penting banget bagimu

stalking mantan

stalking mantan via www.kwikku.com

Kamu sendiri mungkin nggak tahu apa tujuanmu melakukannya. Tapi saat membuka situs media sosial, tanganmu seolah otomatis langsung mengetik namanya, dan matamu langsung menyimak timeline-nya. Bukan hanya di media sosial, kamu juga selalu mencari-cari informasi tentang dia lewat berbagai cara. Meski sudah putus hubungan, kamu tetap update tentang kehidupannya. Apa seperti ini yang kamu anggak sudah move on sepenuhnya?

2. Hubunganmu dengan dia memang baik-baik saja setelah putus. Tapi setiap kali dia ngajak ketemuan dan ngopi bareng, kamu selalu mengiakan tanpa berpikir panjang

masih sering ketemuan

masih sering ketemuan

Hal yang paling indah mungkin saat kamu masih tetap bisa berhubungan baik dengannya meski kalian sudah putus sejak lama. Toh, musuhan dengan mantan pacar itu bukan hal yang kamu inginkan. Bolehlah sekali atau dua kali kalian bertemu untuk saling menanyakan kabar. Tapi jika setiap dia mengajak ketemuan, kamu selalu mengiakan, tentu bisa jadi pertanyaan. Sesibuk apa pun, bahkan kalau perlu menggeser acara lainnya, selalu kamu sempatkan. Kok ngopi bareng mantan dijadikan prioritas sih? Apa diam-diam kamu masih berharap kalian bisa balikan?

Advertisement

3. Atau kamu yang putusnya nggak baik-baik, sampai hari ini masih benci banget sama dia. Kalau seandainya bisa, kamu pilih amnesia supaya lupa pernah kenal sama dia

marah banget pokoknya via www.pexels.com

Berkebalikan dengan sikap terlalu ramah kepada mantan, sikap terlalu antipati pada mantan juga bisa jadi tanda kamu belum move on sepenuhnya. Ya namanya perasaan memang sulit dibohongi. Dulu kalian putusnya memang nggak baik-baik dan kamu sangat terluka. Kesalahan yang dilakukan mantanmu sulit sekali dimaafkan apalagi dilupakan. Nah, jika kamu sudah benar-benar move on tentunya kamu sudah bisa memaafkannya dan membiarkan yang lalu berlalu. Tapi jika sampai sekian lama kamu masih saja marah padanya, dan merasa enggan bertemu dengannya, mungkin sebenarnya ada yang belum selesai di hatimu?

4. Kamu masih punya satu tempat atau satu lagu yang haram hukumnya untuk didatangi atau diputar. Karena itu mengingatkanmu pada mantan terindah

ada lagu-lagu yang haram bagimu

ada lagu-lagu yang haram bagimu via 8tracks.tumblr.com

Setiap orang yang pernah menjadi bagian di kehidupan kita pastinya meninggalkan kenangan-kenangan yang membekas. Kamu dan mantanmu mungkin punya sesuatu yang spesial dan hanya dipahami oleh kalian, misalnya lagu. Jika kamu sudah move on sepenuhnya, tentu kamu bisa mendengarkan lagu kenangan itu dengan baik-baik saja. Paling kamu cuma akan berpikir “Ah, jadi ingat dulu mantan sering nyanyi lagu ini”. Tapi bila kamu masih menjadikan lagu itu haram bagimu karena bisa membangkitkan kenangan, mungkin kamu memang belum benar-benar melupakan.

5. Masih sering berpikir andai begini atau andai begitu, tentu sekarang kamu masih memilikinya. Lho, katanya sudah move on?

Advertisement
berandai-andai

berandai-andai

“Coba dia nggak mendua…”
“Coba dulu aku nggak terlalu sibuk sama kerjaan, pasti sekarang masih sama-sama…”

Mengambil pelajaran dari masa lalu jelas perlu, supaya nanti kamu nggak melakukan kesalahan yang sama. Tapi itu jelas nggak sama dengan membiarkan pikiranmu berandai-andai ini itu dan menyalahkan dirimu sendiri untuk itu semua. Kalau kamu masih sering berandai-andai seperti ini, apa itu artinya kamu masih memutar waktu supaya bisa membuat cerita yang berbeda dengannya?

6. Oke, kamu boleh sudah punya pacar baru. Tapi kalau kamu masih sering membandingkan pacarmu dengan mantan, sudahlah, akui saja kalau kamu memang belum move on

banding-bandingin pacar baru dengan mantan via www.pexels.com

Konon tanda tertinggi bahwa kamu sudah bisa move on adalah: punya pacar baru. Kamu boleh pamer ke mantanmu, bahwa bukan cuma dia saja yang bisa punya pacar baru. Bahwa kamu bisa bahagia juga meski dia meninggalkanmu. Lalu teman-temanmu juga menganggap kamu sudah berhasil melupakan mantan sepenuhnya, toh kamu sudah punya penggantinya. Tapi kalau kamu masih sering membandingkan pacarmu yang sekarang dengan dia yang di masa lalu, itu artinya move on-mu hanya bohongan. Memangnya kenapa sih kalau pacarmu yang sekarang berbeda dengan mantan? Lha, bukannya mereka memang dua orang yang berbeda?

Pada akhirnya, move on itu soal pikiran dan perbuatan, bukan pernyataan. Percuma kamu bersikeras bilang sudah move on, kalau dalam hatimu masih sering menyesali masa lalu. Bila kamu berusaha keras cari pacar baru, memperlihatkan hidup bahagia, dan sikap sok nggak peduli pada mantan supaya orang-orang tahu kamu sudah move on, itu artinya kamu memang belum move on sepenuhnya.

Sebab, bila kamu sudah benar-benar move on, kamu mungkin nggak akan sempat memikirkan hal itu. Kamu sudah berdamai dengan masa lalumu, mengikhlaskannya, dan terlalu sibuk menyongsong masa depanmu daripada memberitahu dunia bahwa kamu sudah move on.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE