Waspadai 7 Tanda Dia Hanya Ingin Berteman, Sebelum Kamu Ngarep Berlebihan

Tanda Dia Hanya Ingin Berteman

Istilah baper dan PHP menandai sebuah fenomena berbahaya. Yaitu asumsi yang salah tentang perasaan seseorang. Sikap yang baik, manis, dan sigap membantu saat diperlukan dianggap sebagai tanda-tanda perasaan spesial. Padahal mungkin pada dasarnya dia orang yang “baik” saja pada semua orang.

Advertisement

Terjebak dalam asumsi yang salah ini bisa berujung bahaya. Soalnya kita jadi ngarep berlebihan, padahal mungkin dia hanya ingin berteman. Jadi, sebelum ke-geer-an, coba telaah lebih dalam. Bila sikapnya seperti di bawah ini, kemungkinan besar dia nggak punya perasaan apa-apa dan cuma ingin jadi sahabat saja.

1. Seberapa sering dia nge-chat kamu? Kalau cuma sesekali sih, jangan berharap lebih banyak lagi

seberapa sering dia kontak kamu? via www.pexels.com

Karakter orang memang berbeda-beda. Tapi biasanya orang yang memiliki perasaan khusus akan mencari cara untuk ngobrol, walaupun hanya lewat chat. Dia akan sering-sering kirim chat, sampai kadang-kadang membahas yang nggak penting. Tapi bila dia hanya mengirimkan chat sesekali, itu juga menanyakan sesuatu terkait kantor, kampus, ataupun hal-hal yang formal lainnya, sebaiknya kamu nggak berharap terlalu banyak. Apalagi kalau sejauh ini, justru kamu yang lebih banyak memulai obrolan terlebih dulu. Duh, kecuali kamu siap berjuang, mending mundur pelan-pelan.

2. Dia memang sangat baik dan manis padamu. Tapi perhatikan lagi, seperti apa dia bersikap kepada yang lain?

bagaimana sikapnya kepada orang lain? via www.pexels.com

Sikapnya yang selalu ramah membuatmu betah. Dia juga sering melucu dan berusaha menghiburmu saat kamu terlihat murung. Soal bantuan, jangan ditanya, dia seolah selalu siap setiap kali kamu membutuhkannya. Nggak salah ‘kan kalau di sini kamu jadi baper dibuatnya? Eits, jangan terburu-buru. Cek dulu bagaimana dia bersikap kepada orang selain kamu. Apakah dia juga selalu ramah, berusaha menghibur, dan sigap memberi bantuan saat dibutuhkan juga? Bila iya, sepertinya dia memang orang baik, bukan berarti menganggapmu spesial. Lha perlakuannya sama kepada semua orang~

Advertisement

3. Biasanya kalau ngobrol, apa sih yang jadi topik kalian? Kalau ada ketertarikan tentunya juga menyinggung-nyinggung hal personal

Biasanya ngobrol apa? via www.pexels.com

Perasaan spesial membuat seseorang ingin tahu lebih banyak tentang orang yang disukainya. Bukan hanya hal-hal dangkal seperti kerja di mana atau pulang pergi naik apa. Melainkan juga hal-hal yang mulai personal, tentang kehidupan sehari-hari, proyeksi di masa depan, hobi, cita-cita, dan lain sebainya. Hal ini bisa tercermin dalam topik obrolan kalian selama ini. Apa sih yang sering kalian bahas? Apakah soal pertandingan bola semalam? Apakah soal bos yang menyebalkan? Atau soal teman-temannya yang kamu nggak kenal juga? Bila obrolan kalian terbatas di hal-hal seperti itu, sepertinya dia hanya nyaman berteman denganmu.

4. Tapi bisa juga, dia bercerita “terlalu banyak”. Sikapnya yang nggak jaim sama sekali itu justru tanda dia nggak berharap apa-apa

bercerita terlalu banyak via www.pexels.com

Bagaimana bila dia bercerita terlalu banyak? Semua hal tentang dirinya, termasuk aib-aibnya semua diceritakan padamu. Bahkan tentang perasaan-perasaannya yang mungkin sebaiknya disimpan sendiri. Mungkin kamu senang karena dia terbuka dan jujur padamu. Namun, bisa jadi itu karena dia telanjur nyaman berteman denganmu. Dia nggak merasa perlu menutupi ataupun jaim. Padahal, kalau menyukai seseorang secara spesial, siapa pun akan cenderung ingin memberikan kesan yang baik tentang dirinya. Karena dia ingin orang yang dia suka balas menyukainya, bukan? Kalau sikapnya terlalu terbuka, mungkin artinya dia nggak pernah berharap apa-apa.

5. Dia sering bertanya lagi hal-hal yang sudah pernah kamu ceritakan kemarin. Entah lupa atau basa-basi saja

nanya hal-hal yang sama terus via www.pexels.com

Bila dia tertarik untuk menjalin hubungan lebih dari teman, dia akan mencari tahu tentang dirimu. Mulai dari kegiatanmu di akhir pekan, bagaimana liburanmu, atau hal-hal lainnya. Tapi jangan senang dulu. Apakah dia menanyakan hal-hal baru, atau dia menanyakan hal-hal yang sama dengan kemarin-kemarin? Hal yang sebenarnya sudah kamu ceritakan, tapi dia tanyakan ulang. Kesal nggak sih kalau ditanya tentang hal yang sudah pernah dibahas? Bisa jadi dia nggak terlalu menyimak saat kamu bicara. Bisa juga, info-info tentangmu bukan sesuatu yang tertancap di memorinya, karena … well, kamu nggak sespesial itu baginya.

Advertisement

6. Tanpa alasan yang super urgen, dia merasa baik-baik saja membatalkan rencana yang sudah disepakati berdua

batalkan janji tiba-tiba via unsplash.com

Kalian sudah berencana pergi ke suatu tempat di akhir pekan ini. Awalnya semuanya terasa pasti dan dia juga oke-oke saja ketika dikonfirmasi untuk yang kesekian kali. Tapi menjelang hari-H, mendadak dia membatalkan janji atau me-reschedule-nya karena satu dan lain hal yang jadi alasan. Mulai dari mau lembur kerja, ada acara keluarga, ada teman datang, kecapekan, cuaca mendung, sampe malas gerak atau mager. Kalau sudah begini, mungkin kamu harus segera membatasi perasaanmu. Nggak usah terlalu berharap, karena dia nggak punya intensi untuk menjalin hubungan lebih dari teman denganmu. Kalaupun tertarik, ketertarikannya nggak sebesar itu.

7. Dia nggak pernah secara khusus mengajakmu pergi berdua. Biasanya sih cuma soal kebetulan-kebetulan semata

hangout-nya bareng-bareng via unsplash.com

Pernahkah dia mengajakmu pergi secara khusus? Khusus yang dimaksud berarti dia dengan sengaja ingin menghabiskan waktu bersamamu di luar pertemuan rutin di kantor atau di kampus. Atau selama ini kalian lebih sering jalan karena kebetulan-kebetulan saja? Misalnya pulang kantor kamu bilang mau nonton film terbaru. Lalu dia bilang bahwa dia juga belum nonton, lantas mengajakmu “Ya udah yuk nonton bareng. Daripada besok gue nonton sendiri …”? Atau malahan kamu dan dia nyaris nggak pernah pergi berdua? Seringnya jalan rame-rame dengan yang lainnya? Wah …

Persoalan asmara memang rumit. Sudah terlanjur berharap, eh ternyata dia hanya menganggapmu teman. Sebelum terjebak di urusan demikian, mending dievaluasi dulu dari sekarang~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE