See you on top ya, temen-temen!

Sukses ya bro dan sista!

Ucapan di atas pasti sudah sering kamu dengar dan kamu baca di sekitar dan media sosialmu. Siapa lagi dan tidak lain adalah teman-temanmu yang mengucap sekaligus mendoakanmu. Mungkin, teman-temanmu ini nggak hanya kamu kenal pas sekolah, kadang bisa jadi dekat setelah sering main, nonton acara, atau nge-trip bareng.

Bahkan, akhir-akhir ini intensitas pertemuan kalian makin intens. Obrolan yang kalian bahas pun kadang bermula dari hal yang nggak penting, percintaan, kuliah, pekerjaan, politik, bahkan sampai angan masa depan. Bersama mereka, kamu sudah berbagi mimpi dan asa yang selama ini dipendam sendiri. Mereka adalah sosok penting yang akan kalian temui di pintu kesuksesan kelak. Apa saja tanda-tandanya bahwa mereka memang sosok yang harus kamu pertahankan?

1. Melebihi orangtua dan pacar, mereka nggak akan sungkan untuk memompa semangat untuk ngerjain skripsi. Menemani kamu ketemu sama dosen pun bakal dilakoni.

Skripsi sampe klenger

Skripsi sampe klenger via www.15minutenews.com

Bobi: Bab 1 & 2 udah kelar belum kemaren?

Toni: Ketemu dosennya aja nggak. Males ah nunggunya lama, orangnya susah ditemuin.

Bobi: Jangan gitu ah. Sini gue temenin, biar ga bosen.

Saat berkutat dengan skripsi yang harus harus dilewati oleh mahasiswa tingkat akhir, memang banyak sekali halangan untuk menyelesaikannya. Rasa malas yang melanda tiada akhir pun kadang jadi penghambat. Kamu jadi ogah-ogahan untuk ketemu dosen dan melanjutkan progres menulismu. Orangtua di rumah tidaak pernah bosan menanyakan dan menyemangatimu. Pacar pun kalo punya sih, sampai capek ngingetin kamu untuk nggak patah
arang dengan skripsi.

Teman-temanmu, mungkin mereka sudah mengucap mantra yang bikin kamu mau mengerjakan skripsimu. Mereka nggak akan sungkan buat mengobrak-abrik badanmu untuk segera berdiri dan bergegas. Mereka pun nggak segan-segan untuk menemanimu saat ketemu dosen. Sweet memang, karena kalian sama-sama tahu bahwa fase mahasiswa akhir itu berat, dan kalian ingin segera lulus bersama.

2. Nggak harus di tempat fancy, semua tempat adalah tempat nongkrong asik kalian. Membicarakan segala hal buat waktu berjalan tak terasa.

Yang penting bareng

Yang penting bareng via anekatempatwisata.com

Kalian dipertemukan dalam lingkup yang sama, kadang membicarakan yang sama yang bikin kalian makin nyambung dan rekat. Segala tempat bisa jadi tempat ngobrol kalian, di teras rumah, kamas kos, bahkan angkringan pun nggak jadi penghalang tempat untuk seru-seruan.

Membicarakan segala hal mulai yang nggak penting sampai bahasan berat seperti politik pun sering jadi bahasan kalian. Bertukar pendapat untuk mencari solusi percintaan? Sering terjadi. Membahas tentang event besar yang akan diselenggarakan di sekitar kalian pun sudah khatam untuk dibahas. Sesekali jadi pengamat politik dadakan yang mengomentari tentang kinerja pemerintah pun sudah sering jadi bahan obrolan kalian. Tempat itu nomor kesekian, kumpul bersama dan berbagi suka duka itu yang terpenting.

3. Masa-masa sulit seperti nggak punya uang pun kalian lakoni bersama. Makan minum seadanya sudah bukan jadi masalah besar.

Bareng-bareng

Bareng-bareng via community.sparknotes.com

Sama-sama sebagai anak perantauan yang berjuang mendapatkan gelar akademik di kota orang, membuat kalian makin rekat. Bahkan, mengalami masa sulit seperti kehabisan uang bulanan sudah sering terjadi. Bahu-membahu untuk bertahan di akhir bulan dengan makan minum seadanya mungkin sudah jadi agenda yang wajib dilakoni bersama.

Mungkin kalian berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, tapi kalian pun sudah merasa seperti saudara yang terpisah tempat yang dipertemukan oleh keadaan. Dengan proses perjuangan kecil ini, kalian lebih mengenal satu sama lain.

4. Diskusi tentang pekerjaan impian sudah jadi topik wajib saat bersua. Kalian pun udah saling tahu di bidang apa passion  tertanam.

Mungkin kalian masih terlalu muda untuk membahas tentang kehidupan mewah dan serba menyenangkan di umur 40-an nanti, tapi apa salahnya membahas tentang impian yang sudah membayangi benak sejak lama bersama mereka? Apa pekerjaan impianmu dan teman-temanmu saat dewasa kelak, apa saja yang ingin kalian berikan kepada orangtua dan pada negara ini.

Saking seringnya membahas tentang hal ini, kalian pun tahu passion apa yang melekat pada diri masing-masing. Walau memiliki kesukaan dalam bidang yang berbeda, tanpa sadar kalian pun banyak tahu tentang hal-hal yang mungkin tidak kamu ketahui sebelumnya. Ya, dari pengalaman yang kalian bagi, masa depan terasa makin dekat. Berjuang bersama pun tak pernah padam untuk kalian kobarkan.

5. Menyempatkan datang ke momen penting seperti sidang skripsi dan wisuda tidak akan terlewat. Bahagia dan lega kalian rasakan bersama.

Cheese!

Cheese! via twitter.com

“Akhirnya, ujian skripsi udah selesai ya, sist!”

“Happy graduation! Semoga barokah ya gelar sarjananya!”

Proses dalam menyelesaikan skripsi sudah kalian lewati. Satu persatu dari kalian sudah melunasi salah satu kewajiban untuk mendapat gelar yang sudah diidamkan sejak lama. Saat sidang skripsi, kalian tidak ingin melewatkan momen untuk memberi semangat dan menyelamati atas keberhasilan mereka.

Saat wisuda, kalian pun tidak akan absen untuk memeriahkan suasana. Saling memompa semangat dan jatuh bangun bersama, kini saatnya kalian memetik haru biru salah satu kebahagiaan kecil ini. Karena dari pertemanan yang erat ini, kalian pantas menerima dan merasakan kelegaan bersama. Selamat, pertemanan kalian lebih dari sekedar teman ngobrol dan nongkrong saja.

Jangan lupa abadikan momen yang sayang untuk dilewatkan ini di smartphone-mu. Jangan sampai momen ketika memakai toga ini tidak terabadikan dengan sempurna karena resolusi kamera yang kurang OK. Kamu nggak perlu khawatir jika pakai kamera dari Huawei Y6. Kamera depan 2 MP siap bikin hasil wefiemu terabadikan dengan sempurna dengan fitur all focus-nya.

6. Setelah lulus kuliah, kalian pun akan kembali berjuang sendiri untuk menggapai masa depan. Tetap bertukar kabar adalah kuncinya.

Setelah menyelesaikan kewajiban menuntut ilmu, kalian akan kembali ke tempat asal, untuk mengabdi dan memulai perjuangan berikutnya. Keadaan membuat kalian harus mengalami perpisahan. Masa depan memang harus tetap dikejar, tapi berkomunikasi dengan temanmu, bukan hal yang sulit. Teknologi untuk mendekatkan yang jauh pun bisa kamu dapat dengan mudah. Tetaplah bertukar kabar dan jalin komunikasi yang baik dengan mereka.
Saling support untuk tetap semangat meraih cita di dunia kerja yang sengit ini.

7. Kesuksesan memang tidak datang dari mereka, tapi support untuk berjuang bersama menyimpan nilai yang tak terkira.

Pakai Huawei Y6

Pakai Huawei Y6 via huawei.com

Berhasil atau tidaknya seseorang di masa depan memang tidak datang dari mereka. Kalian harus berusaha untuk mendapat jalan terbaik untuk sukses yang ingin kamu gapai. Tapi, semangat yang tak pernah putus dari mereka adalah faktor x. Keinginan untuk berjuang bersama dan bertekad untuk sama-sama sukses memberikan dampak positif yang tak terkira. Wahai, teman-teman, selamat berjuang dan see you at the top!

Jika memang kita dipertemukan di kesuksesan masa depan, mari kita bernostalgia sejenak. Kita ingat-ingat memori yang telah terekam dengan indahnya di kamera Huawei Y6. Huawei memberikan inovasi selfie paripurna untuk membuat video pendek dari fitur time-lapse yang bisa dinikmati di smartphone ini. Selain itu, ada fitur-fitur canggih lainnya seperti:

  • Large aperture–yang buatmu tak khawatir saat foto di cahaya minim
  • Layar ideal 5 inch dengan resolusi 720P
  • Bodi yang tipis dan ramping 7.8mm
  • Kamera utama 8 megapiksel dan kamera depan 2 megapiksel
  • Speaker yang bisa dimaksimalkan hingga 150% agar sensasi mendengar musik lebih terasa

Mari mengukir kenangan ini yang bisa kita pamerkan ke segala media sosial kita. Memang, kehadiran teman-teman yang selalu setia memberikan semangat. Menjadikan kata “berjuang dan sukses bersama” sebagai moto, membuat kalian tak patah arang dan yakin bahwa kesuksesan akan kalian raih.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya