Cinta, memang tidak hanya menawarkan bahagia untuk dicicipi. Terlalu rumit untuk menjabarkan setiap garis perasaan yang ditawarkan oleh cinta. Pahit dan getir terkadang jadi hal yang tak terhindarkan.

Apalagi saat kamu harus berjuang sendirian. Mau dipertahankan, rasanya lelah juga. Tapi dilepaskan pun, rasa sayang itu masih ada.

Advertisement

Banyak hal yang lebih pantas dikejar, tak hanya cinta yang kini lebih sering menyakitkan. Kamu pun harus bisa membedakan, hubungan seperti apa yang layaknya kamu genggam dan hubungan seperti apa yang baiknya ditinggalkan. Dan jika kamu mulai mengalami 6 hal ini dalam hubunganmu, tak ada salahnya untuk bertanya dan segera menjawab: masih layakkah dia untuk dipertahankan?

1. Bukannya bahagia dengan hubungan yang ada, kamu justru kerap sedih karena tak lagi menemukan alasan untuk tetap bersama

tidak ada lagi bahagia

Tidak ada lagi bahagia via www.logancoleblog.com

Menjalin hubungan dengan seseorang, berarti kita punya alasan kenapa ingin bersamanya bukan? Alasannya bukan sekadar cinta atau hanya karena dia adalah sosok yang baik saja, tapi juga alasan seperti dia selalu mengupayakan hal terbaik untukmu, dia memahamimu lebih daripada orang lain, sampai dia mau berjuang untuk bahagiamu.

Seiring berjalannya waktu, makin lama menjalin hubungan, kamu bukannya kian mencintainya. Justru kamu mulai kehilangan alasan untuk mempertahankannya. Buatmu, tidak ada lagi sosok yang dulu kamu kenal. Dia berubah jauh daripada yang kamu tahu. Jangankan sekadar mengusahakan untuk bertemu, dia tak lagi memperhatikanmu seperti awal-awal dulu.

2. Berdebat dengan pacar itu hal biasa. Beda cerita kalau kalian banyak bertengkar karena krisis kepercayaan

bersama tapi tidak saling percaya

Bersama tapi tidak saling percaya via www.logancoleblog.com

Advertisement

Berdebat dan bertengkar itu hal biasa yang terjadi dalam sebuah hubungan. Karena pasti akan ada pasang surut didalamnya. Toh kalau sebuah hubungan berjalan mulus-mulus saja, justru tidak aka nada bumbu penguat didalamnya.

Namun ketika perdebatan kian sering kalian alami, dengan teriakan serta uraian air mata, mungkin sudah waktunya berhenti untuk saling memperjuangkan. Tidak ada gunanya meneruskan sebuah hubungan yang dilandasi ketidakpercayaan. Kalian saling mencurigai, saling menuduh sekalipun tanpa bukti.

Apalah arti sebuah hubunganmu kini, bila tidak ada lagi kepercayaan sebagai tiang penyangganya.

3. Semua orang pasti berubah. Tapi hubungan yang kalian jalani malah tetap diam di tempat

tidak punya kemajuan

Tidak ada kemajuan via www.logancoleblog.com

Ya, semua orang pasti berubah. Entah ke arah yang lebih baik, atau malah ke arah sebaliknya. Dan begitu juga hubunganmu, dia pasti bergerak seiring waktu. Kamu pasti tahu, hubungan seperti apa yang bisa dipertahankan dan hubungan mana yang lebih baik diakhiri di tengah jalan.

Akhiri hubunganmu jika justru mengajakmu pada keburukan. Seperti kamu jadi malas belajar, kamu jadi pribadi yang boros, atau justru mengajakmu pada hal-hal yang menjerumuskan.

Atau malah hubunganmu diam di tempat tidak ada kejelasannya. Dia tidak menunjukkan keinginan untuk memasuki hubungan yang lebih dewasa. Seolah kalian ingin terus pacaran selamanya. Apa hubungan seperti itu yang kamu inginkan?

4. Tuntutan darinya kian tak terbendung. Bukannya lebih berkembang, dengannya kamu malah terkekang

justru terkekang

Justru terkekang via www.logancoleblog.com

Manusia itu hakikatnya memang harus terus menuntut diri untuk berkembang. Pun ketika telah memiliki pasangan. Segala tuntutan yang dibuat berdasarkan rasa cinta dan kasih sayang, sepatutnya membuat kita lebih berkembang baik sebagai individu maupun pasangan. Tetapi ketika tuntutannya makin menimbun dan tak masuk akal, mungkin itu bukan lagi berakar dari cinta tapi keegoisan.

Jika itu yang terjadi padamu, pantas jika kamu lebih sering merasa terkekang. Sudah waktunya kamu berani ambil sikap. Jangan sia-siakan waktumu merasa terkekang dan terbatas hanya demi mempertahankan kebersamaan yang semu, padahal kamu jelas-jelas tahu dirimu bisa lebih berkembang.

5. Jangan mempertahankan hanya karena status saja. Kamu berhak bahagia walau tidak lagi bersamanya

mungkin sudah waktunya merelakan

Mungkin sudah waktunya merelakan

Banyak dari kita yang enggan melepaskan pasangannya hanya demi status saja. Dia enggan jadi jomblo dan akhirnya memilih untuk tetap tinggal dengan pasangannya, sekalipun bahagia tak lagi diperolehnya. Atau malah ada yang tetap bertahan, hanya karena dia takut kesepian dan tak lagi bisa bahagia.

Bahagia tak selalu tentang pacar. Tak melulu tentang cinta dan tak harus soal berdua. Bahagia itu bisa kamu yang menciptakan, kamu yang mewujudkannya, dan kamu yang merasakan. Dibanding mempertahankan sesuatu dengan unsur terpaksa, kamu pasti tidak akan bahagia setelahnya.

6. Pada dasarnya kisah cinta diciptakan untuk saling membahagiakan. Ketika kamu dan dia tak lagi sepaham, tak ada salahnya untuk merelakan

kamu berhak bahagia

Kamu berhak bahagia via www.logancoleblog.com

Niatmu menerima dia untuk memasuki hidupmu, tentu dengan harapan dia bisa membuatmu bahagia, bukan? Lantas apa yang masih kamu genggam kala kebahagiaan justru makin jauh dari pandangan. Karena pada dasarnya, cinta dan asa dalam hubungan itu harus saling bertautan, bukan hanya salah satu yang berupaya untuk bahagia.

Bila kisah cintamu tak lagi sepaham, ada baiknya kamu berpikir ulang untuk memilih jalan mana yang ingin dijalani. Jika memang masih kuat menahan semua sendiri, bertahanlah semampunya. Dan jika kamu merasa bahwa kamu akan menemukan seseorang yang lebih di luar sana, angkat dagumu dan tinggalkan dia yang tak lagi menghargaimu.

Kamu boleh mencintai sepenuh hati, tapi jangan sampai dibodohi keinginan untuk memiliki. Tak apa berusaha agar bisa tetap bersama, asalkan tenagamu dia hargai. Lepaskan saja yang memang layaknya dilepaskan, apalagi yang tidak bisa buatmu lebih berkembang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya