Salah satu tahap awal dalam persiapan pernikahan adalah menentukan kapan pernikahan itu akan digelar. Memang cuma tanggal sih, tapi urusan ini nggak bisa dianggap enteng, lho. Kamu dan pasangan harus benar-benar mempertimbangkan banyak hal sampai ketemu satu tanggal yang akhirnya disepakati sebagai hari dilaksanakannya pernikahan.
Untuk itulah kali ini Hipwee Wedding merangkum 6 pedoman dalam menentukan tanggal pernikahan. Agar kamu dapat insight baru tentang persoalan ini, sebaiknya kamu dan dia buat kesepakatan yang menyangkut hari pelaksanaan pernikahan dengan mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini.
1. Pertimbangkan Faktor Cuaca atau Musim

Musim hujan kurang cocok untuk pernikahan outdoor, apalagi kalau disertai angin
Makin ke sini, cuaca memang jadi semakin sulit ditebak. Oleh karena itu, sebaiknya bagi kamu yang menggelar konsep pernikahan outdoor tidak menganggap enteng masalah cuaca, karena berisiko pada prosesi pernikahan yang digelar saat pagi hari, terutama saat akad.
Mengapa ini penting? Persoalan cuaca sangatlah krusial, mengingat kenyamanan tamu undangan juga merupakan prioritas yang harus dipikirkan, apalagi jika sebagian dari mereka datang jauh-jauh dari luar kota. Nggak mau juga ‘kan dekorasi pernikahan yang sudah ditata apik jadi sia-sia karena terguyur air hujan?
2. Pertimbangkan untuk Memilih Tanggal Muda

Nggak ada salahnya milih tanggal muda, lho!
Kamu juga bisa mempertimbangkan tanggal muda atau awal bulan sebagai waktu pelaksanaan pernikahan. Bukan tanpa sebab, namun di tanggal ini biasanya orang sedang dalam kondisi keuangan yang baik atau belum lama dari waktu mereka menerima gaji bulanan dari tempatnya bekerja.
Dengan begitu, para tamu undangan akan dengan leluasa menghadiri pernikahanmu meski harus digelar di kota yang berbeda. Ketika kondisi keuangan masih bagus di awal bulan, peluang mereka mencari hutangan juga akan kecil, sehingga mereka bisa lebih leluasa dalam menyiapkan sumbangan/amplop/kado pernikahan untuk pengantin.
Sebaliknya, ketika pernikahan digelar pada akhir bulan, peluang untuk mereka datang ke pernikahanmu juga kecil karena mungkin lebih memprioritaskan kebutuhannya sendiri atau rumah tangga.
3. Pilih Hari Libur atau Weekend
Hari libur nasional atau long weekend juga bisa jadi pilihan untuk dilangsungkannya acara pernikahanmu. Dengan memilih tanggal merah ini, sanak saudara dan kerabat yang berada di luar kota biasanya akan menyempatkan hadir, bahkan menginap sejenak.
Selain ikut merayakan hari bahagia kalian, biasanya mereka juga sekalian mewujudkan agenda liburan di kota tempatmu melangsungkan resepsi pernikahan sebagai cara untuk bonding dengan keluarganya masing-masing. Satu dua pulau terlampaui, deh!
Hal seperti ini tentu berbeda dengan weekday, yang rentan bagi mereka untuk hadir di pernikahanmu. Bagi pekerja, hadir di momen pernikahan saat weekday tidaklah mudah. Mereka harus mengajukan cuti kerja terlebih dahulu, bahkan kalau pun datang, biasanya cenderung memilih usai pulang kerja atau di tengah jam istirahat yang tentunya tidak bisa berlama-lama.
4. Diskusikan Pemilihan Tanggal dengan Anggota Keluarga

Tenang, jangan emosi dulu. Semua masih bisa dibicarakan baik-baik, ya.
Nggak bisa dipungkiri kalau penentuan tanggal pernikahan bukan hanya urusan kamu dan pasangan saja, tapi juga melibatkan keluarga besar. Jika biasanya dari pihak kamu dan pasanganmu ingin memakai tanggal spesial seperti hari jadian, atau tanggal pertama kali bertemu sebagai waktu dilangsungkannya akad nikah, pihak keluarga mungkin punya pendapat berbeda karena tanggal yang dipilih dianggap bukan hari yang terbaik menurut mereka.
Untuk yang satu ini, please, jangan kedepankan ego dan jauhkan diri dari rasa emosi! Kamu masih bisa mencari jalan tengah dengan membicarakannya terlebih dahulu dengan keluarga besar dan temukan kata sepakat agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Selain itu, kamu bisa mempertimbangakan beberapa hal lain dalam memilih tanggal pernikahan seperti yang sudah disebutkan dalam artikel ini.
5. Jangan Terlalu Fokus pada Tanggal Cantik

Kalau mau tanggal cantik, pertimbangkan juga aspek penting lainnya.
Tanggal cantik memang punya magnet tersendiri bagi para calon pengantin. Selain mudah diingat, ada kesan berbeda jika akhirnya bisa menikah di tanggal tersebut. Namun di satu sisi, kamu juga harus mempertimbangkan faktor lain jika ingin memilih tanggal cantik untuk hari pernikahanmu.
Pertama, tidak semua tanggal cantik ada di akhir pekan, pikirkan juga mengenai cuti bekerja yang mungkin jadi bertambah dan kemungkinan pihak keluarga dan kerabat yang tidak bisa hadir dikarenakan dilaksanakan di hari aktif.
Kedua, biasanya para vendor pasang tarif dengan harga tinggi untuk tanggal cantik ini. Mereka melihat peluang dengan banyaknya orang yang ingin menikah di tanggal cantik tersebut.
Selain itu, jika tidak segera dipersiapkan, kamu mungkin saja akan kalang kabut karena gedung sudah penuh atau makeup artist andalan sudah keburu di-booked orang lain saking banyaknya yang akan menikah di tanggal itu. Jadi, tanggal cantik sebaiknya jangan dijadikan patokan untuk melangsungkan pernikahan.
6. Siapkan Tanggal Cadangan sebagai Tindakan Preventif

Menyiapkan tanggal cadangan juga nggak ada salahnya, kok.
Tidak ada salahnya untuk menyiapkan tanggal cadangan untuk melaksanakan pernikahan. Keputusan seperti ini berguna kalau ternyata lebih dari 3 vendor yang kamu inginkan tidak bisa dipakai jasanya karena sudah lebih dulu tanda tangan kontrak dengan klien lain.
Tanggal cadangan juga berguna jika ternyata dirasa kurang tepat terkait masalah cuaca, cuti kerja yang tidak di-approved, atau banyak pihak keluarga yang tidak bisa hadir jika pernikahan dilaksanakan di tanggal utama.
Meski hanya sebuah tanggal, nyatanya kamu perlu berbagai pertimbangan sampai mendapatkan tanggal yang dirasa tepat. Namun, yang perlu dicatat, jangan cuma karena satu hal ini, kamu dan pasangan (atau bahkan dengan keluarga) jadi bersitegang karena mengedepankan ego masing-masing.
Prinsipnya semua hari itu baik, yang tidak baik adalah kalau sampai menikah dengan orang yang salah.
