Setiap hubungan yang dijalani selalu ada dua kemungkinan: berlanjut atau gagal. Penyebab gagalnya sebuah hubungan juga bisa karena banyak hal. Mungkin karena persoalan yang tak kunjung bisa diselesaikan, perbedaan prinsip dan visi misi hubungan, bahkan bisa juga sesederhana karena bosan.

Tapi sedih nggak sih kalau kita ingin bertahan tapi si dia malah ingin dilepaskan? Misalnya saat ngobrol, seringkali dia mengeluarkan kalimat-kalimat aneh yang membuatmu mengernyit bingung menangkap maknanya. Mungkin dia belum menyebut kata “putus”, tapi beberapa kalimat ini bisa jadi awalan sebuah pembicaraan panjang, yang bisa jadi artinya dia ingin hubungan ini diakhiri. Wah, tanda-tanda bakal diputusin nih~

1. Keraguannya padamu sudah mulai terasa, tapi dia bingung bagaimana mengungkapkannya

bingung soal hubungan via www.hipwee.com

Advertisement

Maksudnya bingung karena hubungan kalian nggak berkembang, atau karena rasa sayang yang sudah berubah, cuma bingung aja gimana ngomongnya?

2. Bisa juga dia membahas mengenai karaktermu yang rasanya sudah membuatnya nyaman lagi

kamu berubah via www.hipwee.com

Kalimat ini sering banget keluar dari mulut pasangan. Entah yang dimaksud berubah itu apa. Bisa jadi kamu memang berubah tanpa disadari, atau bisa saja perasaannya yang berubah sehingga segalanya terasa salah.

3. Sebaliknya, dia juga bisa memulai dengan rasa lelah karena pertengkaran-pertengkaran yang terjadi sebelumnya

kamu nggak berubah

Selain ‘kamu berubah’, kalimat sebaliknya ini juga sering dipakai. Biasanya ini terjadi bila sebelum-sebelumnya sering terjadi pertengkaran yang membuat kalian diam-diaman. Apa iya, ini sering kalian alami?

4. Kalimat horor ini biasanya paling dihindari oleh para pria. Mungkin rasanya mirip mantra Harry Potter yang Avada Kedavra

mau ngomong via www.hipwee.com

Advertisement

Kalimat horor ini punya banyak kemungkinan makna. Tapi sebagian besarnya tentang sebuah masalah besar yang mengancam keberlangsungan hubungan.

5. Percayalah, permintaan untuk break adalah permintaan putus yang tertunda

introspeksi

Terjemahan: “Mending kita sendiri-sendiri dulu aja. Aku sama orang lain, kamu juga sama orang lain.”

6. Hubungan yang dulu membuat kalian bahagia kini jadi lebih bahagia. Atau mungkin itu cuma perasaanmu saja :”)

ada yang beda

Mungkin maksudnya, dulu dia bahagia sama kamu, sekarang kok nggak lagi ya? Jangan berburuk sangka dulu, bisa jadi hubungan kalian memang terasa stuck di situ. Coba deh, evaluasi diri dulu.

7. Perbedaan memang seringkali menjadi kambing hitam dan alasan menyerah untuk bertahan

Perbedaan via www.hipwee.com

Perbedaan seringkali jari kambing hitam bubarnya sebuah hubungan. Memang perbedaan itu bukan topik yang sederhana. Tapi, asal bisa diatasi dan dihargai, harusnya nggak perlu mengakhiri hubungan kan?

8. Sebenarnya dia sudah lelah dengan sikapmu ataupun hubungan ini. Tapi dia merasa tak enak mengatakannya padamu

Aku yang salah

Wah, kalau ini ya udah sih. Selain kamu harus mulai introspeksi diri karena mungkin kamu juga salah, tapi dia sedang dalam mode “nyindir”, kamu juga harus siap menghadapi kemungkinan kalimat lanjutannya: “Kamu terlalu baik buat aku…”

9. Sebenarnya pertanyaan yang sama juga dia ajukan pada diri sendiri. Dia bahagia nggak sih sama kamu?

Bahagia via www.hipwee.com

Kalimat ini bisa menjadi tanda bahwa dia mulai meragukan segalanya. Termasuk apakah hubungan ini bisa membuat kalian sama-sama bahagia atau cuma bisa saling menyakiti saja.

10. Kalau dibilang kayak begini, kira-kira kamu mau jawab apa?

lebih bahagia dengan orang lain via www.hipwee.com

Ingin rasanya menjawab: “Kok kamu merasa lebih tahu perasaanku ketimbang aku sendiri?”

Meski kata putus belum terucap, namun tanda-tandanya bisa kamu lihat juga dari sikapnya sehari-hari. Asalkan kamu tidak terlalu bucin, akan terlihat jelas kok bedanya kalau rasa sayangnya padamu sudah tak sebesar dulu. Bukannya berburuk sangka, karena bisa saja kalimat-kalimat di atas keluar karena dia merasa hubungan kalian stuck dan dia ingin memperbaikinya. Namun, bisa juga karena dia merasa hubungan kalian tak lagi membuatnya bahagia. Jadi, tentukan pilihanmu, ingin berjuang meyakinkannya untuk bertahan, atau merelakan karena soal perasaan memang tak bisa dipaksakan?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya