Jika Belahan Jiwa Benar-Benar Ada, Mungkin 6 Hal Ini Jadi Tanda Kamu Sudah Menemukannya

Belahan Jiwa

Selain adakah kehidupan di luar planet bumi, mungkin pertanyaan apakah soulmate alias belahan jiwa itu benar-benar ada? Apakah seseorang yang diciptakan khusus untuk kita benar-benar ada di luar sana dan menunggu untuk ditemukan? Lantas bila benar, bagaimana kita tahu kapan atau apakah kita sudah menemukannya? Bicara soal belahan jiwa selalu seru. Membayangkan menemukan seseorang yang mampu melengkapi, dan cocok dengan kita dalam segala hal termasuk perbedaannya, tentunya indah sekali.

Advertisement

Saya pribadi cukup percaya pada belahan jiwa, tetapi bukan sebagai sosok yang dijanjikan untuk kita sehingga hubungan dengannya menjadi effortless. Saya percaya soulmate bukan soal bisikan “gaib” di telinga bahwa dialah jodohmu, melainkan sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan hingga akhirnya kata “cocok” itu muncul dan kalian menjadi tak terpisahkan. Lantas bagaimana bisa tahu kita sudah menemukannya? Beberapa hal ini bisa jadi tandanya.

1. Mungkin dia nggak pernah masuk kriteriamu selama ini. Tapi entah kenapa kamu menyukainya

dia bisa saja bukan tipemu (Photo by mentatdgt) via www.pexels.com

Adalah hal yang sangat wajar bagi setiap orang untuk menentukan kriteria untuk jodoh idaman. Ada yang ingin punya pasangan dengan fisik yang tinggi atletis, ada juga yang lebih menyukai sosok-sosok chubby dan manis.  Tidak ada standar yang baku untuk menentukan hal ini. Namun, belahan jiwamu bisa saja seseorang yang secara general tidak masuk ke dalam kriteriamu. Dia bukanlah sosok yang kamu idam-idamkan, tetapi entah bagaimana, kamu ingin bersamanya. Kalau ditanya kenapa, kamu mungkin juga akan bingung menjawabnya.

2. Ada banyak hal yang kamu nggak suka darinya. Tapi kamu bisa menerima itu semua

ada banyak hal yang nggak kamu suka darinya (Photo by Alexander Orihuela) via www.pexels.com

Meski dia tidak masuk kriteriamu, apakah dia menjadi sosok sempurna di matamu? Yang semua tentangnya kamu sukai? Jujur saja, ada banyak hal yang tidak kamu suka darinya. Misalnya, kamu benci kebiasaannya mengupil sembarangan. Atau kamu kesal karena sikapnya yang selalu kaku dan cuek. Kamu juga berpikir bahwa style rambutnya itu membosankan. Namun, hal-hal yang tidak kamu sukai itu melebur dengan hal-hal yang kamu sukai, menjadikannya sosok yang kamu terima. Rasa tidak sukamu itu ternyata bisa dikompromi.

Advertisement

3. Kamu dan dia nggak harus bersama 24/7 untuk mempertahankan rasa. Jarak nggak membuat gugup apalagi takut

jarak nggak membuat takut (photo by Immortal shots) via www.pexels.com

Apakah soulmate harus selalu saling ada untuk 24/7? Tidak juga. Ketika kamu sudah menemukan sosok yang “cocok banget” ini, jarak tidak lagi menakuti kalian. Kamu dan dia tetap bisa menikmati me time tanpa membuat yang lain khawatir atau berpikiran macam-macam. Begitu juga ketika kamu dan dia sama-sama sibuk dengan urusan yang lain sehingga waktu bertemu jadi terbatas. Semua itu nyatanya tidak mengurangi rasa sayang ataupun memudarkan rasa saling percaya. Kamu dan dia tetap percaya diri dengan hubungan yang dijalani.

4. Hubungan kalian sering menemui masalah. Tapi sesulit apa pun situasi, selalu ada hasrat untuk bertahan di sisi masing-masing

sering ada masalah juga (Image by makunin) via pixabay.com

Bila sudah soulmate, apakah hubungan akan lancar jaya seperti jalan tol? Tanpa ada masalah yang berarti dan semuanya terasa effortless karena takdir sudah “memaksa” kalian untuk bersama? Tentu saja tidak. Kalian juga menghadapi banyak masalah. Terkadang dia bersikap begitu menyebalkan, dan seringkali kamu membuatnya marah dan kesal. Namun, sebanyak apa pun masalah yang dihadapi, sekesal apa pun kamu dan dia, kalian selalu saling menyayangi. Meski sedang marahan, kalian tidak pernah terpikir untuk meninggalkan.

5. Kalian nggak perlu ngobrol untuk quality time. Duduk berdua tanpa saling bicara pun sudah nyaman

nggak ngobrol juga nggak apa-apa (Image by Omar Medina Films) via pixabay.com

Bila sudah bersama seseorang yang cocok, kebersamaan itu tidak harus diisi dengan aktivitas tertentu. Keberadaan satu sama lain saja sudah cukupi. Kamu dan dia tidak merasa harus berkencan setiap minggu. Terkadang kalian hanya duduk berdua di teras. Kamu membaca buku sedang dia memainkan gitar dan dia menggubah lagu. Kalian memang menyukai obrolan yang mendalam, tetapi, bersama dalam keheningan juga tak membuat kalian keberatan.

6. Kalian tidak jatuh cinta pada pandangan pertama seperti kata orang. Tapi perasaan itu tumbuh dan berkembang dalam waktu yang panjang

awalnya tidak melulu soal cinta (Photo by Elle Hughes) via www.pexels.com

Kisah cintamu bukan kisah cinta “ujug-ujug” seperti yang sering muncul di cerita fiksi. Kamu dan dia, tidak bertemu lantas langsung jatuh cinta segila-gilanya dan seketika tahu bahwa dialah sang belahan jiwa. Kisah cinta kalian berkembang perlahan tapi pasti. Bisa jadi kamu dan dia mengawali hubungan sebagai rekan kerja, sahabat baik, atau apa pun yang tidak berbau romansa. Bisa juga kalian sama-sama tertarik sejak pertemuan pertama tapi menahan diri sebab ketertarikan itu belum tentu cinta. Sama seperti kisah pengusaha sukses yang mengawali karier dari nol, kisah cinta kalian pun tumbuh berkembang hingga ikatan itu semakin kuat seperti sekarang,

Saya percaya bahwa belahan jiwa itu muncul dari sebuah proses yang panjang. Ada upaya keras untuk saling mengenal dan mengerti satu sama lain hingga akhirnya kamu dan dia bisa saling memahami tanpa perlu bicara. Ada perjuangan ekstra keras untuk menghadapi konflik dan bertahan di tengah badai hubungan, hingga akhirnya kalian tidak terpisahkan. Ada momen-momen ragu ataupun galau yang bisa saja terjadi, sebelum memutuskan bahwa dialah orang yang kamu cari.

Jadi, sudahkah kamu menemukan sosok belahan jiwamu ini?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE