Belajar Tangguh dari Gala, Tokoh Utama Novel Ganjil Genap yang Diputusin Setelah 13 Tahun Pacaran

Tangguh ala Gala Ganjil Genap

“Kenapa baru sekarang?”

“Setelah tiga belas tahun, kamu baru sadar bukan aku orangnya? Kenapa nggak tahun lalu, tiga tahun lalu, atau sepuluh tahun lalu, Bar? Kamu…tega sih…”

— Gala, hal. 14

Advertisement

Bertahun-tahun pacaran dan saat nyaman sudah menjadi teman, membuat seseorang kadang melupakan tujuan sebuah hubungan. Namun ketika rasa nyaman itu kemudian harus dihadapkan dengan kenyataan–ditinggalkan–patah hati mau tak mau harus dirasakan. Patah hati setelah bertahun-tahun bersama ternyata jauuuuh lebih sakit dan seringnya membuat seseorang yang ditinggalkan itu merasa tak berdaya. Hampa lebih tepatnya.

Nah kamu yang sedang dalam masa-masa patah hati ini, patah hati setelah bertahun-tahun nyaman dengan seseorang lalu ditinggalkan, mungkin perlu belajar dari sosok Gala. Tokoh utama di novel metropop karya Almira Bastari ini pernah ditinggalkan setelah 13 tahun bersama. Iya, kamu nggak salah baca. Tiga belas tahun pacaran lalu ditinggalkan begitu saja.

Diputusin setelah bertahun-tahun bersama memang sakit sesakit-sakitnya. Namun mengakui kalau hatimu tidak baik-baik saja adalah bukti bahwa kamu ksatria

Photo by Becca Tapert on Unsplash via unsplash.com

Ditinggalkan, diputusin, atau apapun alasannya menyudahi hubungan memang buat hatimu porak poranda. Rasanya nggak ada kata yang pas untuk menggambarkan hatimu selain sakit sesakit-sakitnya. Gala juga begitu. Gala juga merasakan sepertimu. Namun bukannya denial, ia justru mengaku bahwa hatinya sedang tak baik-baik saja. Dan mengaku bahwa sedang ada yang rusak di relung hatinya adalah bukti dirinya punya sosok ksatria.

Kamu yang juga ditinggalkan, rasanya perlu mengakui bahwa hatimu sedang tidak baik-baik saja. Namun tak perlu memaksa. Berikan waktu untuk kamu dan hatimu untuk mencerna dan beradaptasi dengan rasa sakitnya.

Hampa adalah teman setia setelah kalian bubar. Nggak enak, tapi ya dinikmati saja

Photo by Jordan Sanchez via unsplash.com

Setelah mengakui bahwa hatimu sedang tidak baik-baik saja, tak perlu takut dengan rasa hampa yang datang bertamu. Hal ini wajar terjadi. Apalagi ketika sudah bertahun-tahun kamu selalu berdua dan kemana pun selalu ada yang menemani. 

Di masa menjamu rasa hampa ini memang rasanya tidak enak sama sekali. Namun nikmati saja. Nikmati pelan-pelan prosesnya. Begitu juga dengan Gala. Tiga belas tahun bersama nggak langsung membuat dirinya merasa “Oh oke, aku siap menghadapi dunia!”. Dia juga sama, menjalani malam-malam sendiri dengan menangis. Sampai mata sembab karena terlalu banyak air mata yang mengalir.

Advertisement

Berusaha melupakan kenangan secara elegan. Caranya banyak! Salah satunya cari banyak kenalan

Gif from Freeyork via freeyork.org

Setelah menerima bahwa hatimu tidak baik-baik saja dan menikmati kehampaan yang ada, kamu akan dipertemukan dengan momen bangkit dari keterpurukan. Jauh di relung hatimu, ada dorongan untuk nggak terpuruk lama-lama. Ada dorongan untuk nggak tenggelam dalam kenangan-kenangan lama. 

Memang sih kamu belum berani membuka pintu hatimu lebar-lebar, tapi membuka untuk punya lebih banyak kenalan rasanya jadi sebuah keputusan yang masuk akal. Lagi pula nggak ada salahnya punya teman baru. Justru bisa menjauhkanmu dari terjebak kenangan lama yang sering singgah meski kamu sudah berusaha mengusirnya.

Saat ada orang baru yg klik di hatimu, tenang! Nggak perlu buru-buru

Lets be friends, first! via id.pinterest.com

Proses kembali berkenalan dengan orang baru memang tidak sebentar. Tantangan pun juga hilir mudik berdatangan. Namun akan ada saatnya kamu menemukan seseorang yang klik di harimu. 

Nah saat momen ini tiba, tak perlu buru-buru. Apalagi berlomba siapa cepat mendapat pasangan baru. Sembuhkan dulu luka lama dan sakitnya ditinggalkan. Sebab bukan kewajiban seseorang yang baru ini untuk menyembuhkan. Meskipun tak menutup kemungkinan dia yang baru ini juga menawarkan bantuan.

Diputusin setelah bertahun-tahun bersama buatmu lebih menata tujuan. Kamu jadi tahu ke mana arah saat akan kembali memulai tujuan

Photo by Joshua Ranson on Unsplash via unsplash.com

Dari nggak enaknya ditinggalkan setelah bertahun pacaran ini tak hanya memberikanmu luka dan rasa sakit. Namun juga pelajaran berharga untuk selalu mengingat tujuan. Layaknya kapal yang sedang berlayar, tak akan pernah sampai titik yang dituju jika nahkodanya lupa akan tujuan.

Begitu pula dengan kamu (dan Gala tentu saja). Begitu siap membuka lembaran baru, kamu sudah punya ancang-ancang tujuan selanjutnya. Arahnya pun makin jelas dan tak bisa ditawar. Kamu juga jadi berani memilih, bertahan atau meninggalkan ketika dia yang baru hanya menawarkan senang-senang.

Untukmu yang sedang mengalami fase ini–fase ditinggalkan setelah bertahun-tahun pacaran–kini kendali sudah sepenuhnya kamu pegang. Nikmati dulu masa patah hatimu, tak perlu buru-buru. Tumpahkan dengan tangisan kalau memang perlu. Dan jika dirasa sudah cukup, angkat kepala dan usap air matamu. Dunia terlalu indah kalau hanya dihabiskan dengan meratapi “dia kenapa sih ninggalin aku?”

Buat yang penasaran sama novelnya, bisa dilihat di Goodreads sini ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Not that millennial in digital era.

CLOSE