Setiap orang tahu bahwa rokok adalah barang berbahaya, yang dapat menyebabkan penyakit ringan, berat, hingga kematian. Hal tersebut bisa kita lihat di bungkus rokok itu sendiri yang terdapat gambar dampak orang merokok dan terdapat tulisan rokok membunuhmu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa merokok merupakan kebiasaan yang diakibatkan oleh kondisi mental yang sulit dihindari.
Meskipun tahu bahwa rokok berbahaya, tapi tetap saja mahasiswa tetap merokok. Larangan -larangan dari pemerintah sudah dikeluarkan, pajak rokok dan produk tembakau lainnya sudah dinaikkan. Apa sih yang menyebabkan mahasiswa tetap meneruskan tren merokoknya walaupun itu bisa menjadi bumerang untuk kesehatan mereka?
1. Meredakkan stress saat banyak tugas
Pixabay via https://pixabay.com
Pixabay via https://pixabay.com
Saat tugas menumpuk banyak mahasiswa yang mengkonsumsi rokok. Hal ini memang tidak menyelesaikan masalah,tetapi banyak mahasiswa berpendapat bisa meredakan stres dan merasa lebih baik.
Mahasiswa menganggap bahwa merokok dapat meningkatkan konsentrasi, ketika seseorang menghadapi tugas, ia akan merasa lebih tenang dan lebih fokus pada pekerjaannya. Padahal, jika dicermati lebih dalam, seseorang dikatakan lebih fokus saat merokok karena rokok mengandung bahan-bahan yang bisa menyebabkan ketagihan. Oleh karena itu, bagi seseorang yang memiliki kebiasaan merokok, ia akan merasa kurang bersemangat dan kurang fokus. Karena candu yang terkandung dalam rokok mulai bereaksi di dalam tubuhnya.
2. Teman setia saat sedang sendiri
Pixabay via https://pixabay.com
Pixabay via https://pixabay.com
Didalam masa perkuliahan ada masa dimana kita ingin/membutuhkan waktu sendiri atau dituntun keadaan untuk sendirian. Kita yang memilih untuk menjauhkan diri dari orang lain atau yang dijauhi oleh orang lain. Di Dalam keadaan apapun, kita akan menganggap rokok sebagai teman setia.
Kadang kita sedih karena merasa sendirian. Seperti kita tidak sendiri, atau seperti tidak apa-apa sendirian. Asap rokok bisa membuat kita merasakan hal yang sama.
3. Pergaulan
Pixabay via https://pixabay.com
Pixabay via https://pixabay.com
salah satu alasan utama kenapa seseorang tidak mampu berhenti merokok yaitu karena masalah pergaulanya.
Masalahnya, memang masih banyak yang selalu nongkrong dengan perokok aktif. Sehingga orang yang tidak merokok selalu diiming-imingi lalu merasa tidak enak kepada teman-temannya karena dia tidak merokok. Apabila tidak merokok, mereka akan dianggap 'cemen' atau anak mamih. Jadi, kebiasaan merokok akan terus berlanjut karena ada pengaruh dari teman-temannya tanpa peduli akan kesehatannya ditambah berhenti merokok itu sangat susah.
4. Kecanduan nikotin
Pixabay via https://pixabay.com
Pixabay via https://pixabay.com
salah satu senyawa yg secara alami terkandung dalam tembakau yang merupakan salah satu bahan baku rokok adalah nikotin. Nikotin mempunyai dampak yang kuat. nikotin bisa membuat seseorang ketagihan yang nantinya akan membuat kecanduan.
Nikotin bersifat stimulan sehingga memberikan perasaan senang, damai, serta nyaman di penggunanya. Bila seseorang berusaha berhenti merokok, maka justru bisa saja jadi mual karena kebiasaannya telah hilang.
Mahasiswa yang sudah kecanduan akan merasa kehilangan benda yang bisa dimainkan di tangan, kadang-kadang menyalakan rokok tanpa sadar, merokok sesudah makan. menikmati rokok sambil minum kopi,hal ini sudah sudah menjadi kebiasaan.
5. Menjadi lebih rasa percaya diri
Pixabay via https://pixabay.com
Pixabay via https://pixabay.com
Alasan yang terakhir ini biasanya dimiliki pada mahasiswa yang ingin diakui. Biasanya pada mahasiswa laki-laki. Baginya merokok membuat seorang laki-laki menjadi lebih keren dan macho. Inilah salah satu alasan kuat mengapa pria merasa nyaman merokok, karena dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka di sekitar lawan jenisnya.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”
”