Karena kemajuan teknologi saat ini, mungkin kamu ataupun temen kamu beranggapan bahwa sosial media adalah wadah kebebasan kamu berekspresi, nggak sedikit yang menjujung “freedom of expression” tanpa tau batas batas yang dapat menjadi offensive terhadap seseorang atau suatu grup. Mungkin kamu perlu tau hal hal yang sebaiknya kamu hindari dalam menggunakan sosial media.

1. Tidak menyebarkan berita hoax

Karena ini yang paling sering terjadi seakan share berita hoax udah kayak wabah virus ebola yang cepat menyebar, yang pertama kamu perlu tau bahwa sebelum kamu share berita atau apapun itu yang bernada offensive atau menebar kebencian (Hatred) ada baiknya kamu cek dan ricek dulu, sehingga kamu tau bahwa berita itu benar atau tidak. Pernah kejadian bahwa seseorang meng-upload foto Two-Face (Harvey Dent,musuh Batman dalam film layar lebar) di sosial media dengan caption yang cukup menggerakkan hati seperti ini kira-kira dalam bahasa Inggris, “This fire fighter who saved 6 children from a burning building. Sadly his face suffere severe burns. Type "AMEN" because God is great” yang mengejutkan adalah lebih dari 500.000 orang mengetik Ameen dan juga share hal ini tanpa tahu kebenaran bahwa dia hanya tokoh fiksi dari film Batman The Dark Knight. Tapi jangan salah, di Indonesia pun juga banyak yang seperti ini dengan balutan agama dan lain sebagainya, seperti nama Pokemon adalah “aku adalah Yahudi” dalam bahasa Suryani, well ….dalam bahasa kuvukiland apa ya ? ada baiknya di cek dan ricek sebelum share.

2. Hindari cyber bullying

Stop Cyber Bullying via https://www.google.com.sg

Karena sosial media adalah dimana kita bisa membuat akun yang berbeda-beda, yang namanya cyber bullying pun marak terjadi loh, bahkan ada yang pernah menawarkan jasa cyber bullying. Yang baru saja hangat terjadi yakni salah sasaran cyber bullying mengenai anak sekolah yang bapaknya memukuli guru nya karena si anak ditegur akibat dia tidak mengerjakan PR. Tak lama berselang muncul meme beserta foto sang anak, tapi ternyata salah sasaran, foto yang beredar bukan foto anak dari pelaku melainkan orang lain. Orang dengan gampangnya komentar dan menyumpah serapah akan kesalahan seseorang seakan dirinya sangat sempurna, bahkan ada yang komen disalah satu akun instagram yang populer ketika suatu isu sedang hangat untuk disumpah-sumpahi, salah satu akun personal me-mention akun instagram anak sekolah yang bapaknya memukuli sang guru dengan kata kata “hey, ini akun instagram anaknya (mention kea kun instagramnya) ayo bully rame-rame”.

Advertisement

See? how cyber bullying is easy to do. Please don’t be a douche in social media.

3. Hindari posting sesuatu yang menyinggung sara

Dengan luapan rasa marah atau kecewa biasanya seseorang tanpa pikir panjang akan memposting status, foto atau apapun itu beserta caption yang menyinggung SARA, hal ini akan berujung pada debat kusir dengan ideologi masing-masing, ingat, di sosial media ini, orang dengan gampangnya screenshot kemudian menyebarkan ke orang lain yang akan berujung pada cyber bullying, penyebar kebencian ada dimana-mana di era teknologi dan informasi seperti sekarang ini, seperti quote dalam Zootopia “Its your words against you”. Jadi jangan sampai menyesal dikemudian hari ketika kamu sudah memposting sesuatu berbau sara, meskipun kamu udah hapus postinganmu, namun orang lain bisa jadi udah men-screenshot nya dan menyebarkannya.

Sosial media adalah media untuk meng-ekspresikan dirimu, namun kamu juga haru hati-hati dalam penggunaannya, daripada kamu menyesal nantinya, ada baiknya kamu pikir baik-baik apa yang akan kamu share atau apa yang akan kamu posting. Please be wise using sosial media.

4. Debat kusir tanpa sumber yang jelas

Advertisement

Bukanya tidak mungkin loh di sosial media kita bakal bertemu dengan orang-orang yang sangat suka debat ! kebanyakan yang debat kusir biasanya tidak mengerti mana sumber yang komprehensive mana yang tidak, mana sumber yang berisikan 80% opini pribadi dan 20% fakta mana yang 100% kredible. untuk kamu yang suka debat, ada baiknya ketika mendebat gunakan sumber yang kredible sehingga tidak asal comot dari blog maupun sumber lain. kalo mahasiswa tingkat akhir kita pasti tau sumber mana yang boleh digunakan dan mana yang tidak, contoh saja dari suatu web wik*p*dia biasanya dalam penulisan di akademis, sumber tersebut tidak boleh digunakan karena tidak valid atau sumbernya meragukan, tapi di sosial media banyak sekali digunakan.

5. Mengeluh mengenai hal pribadi

Mengeluh mengenai pekerjaan yang sedang kamu miliki sebenarnya termasuk salah satu yang menyebalkan, kenapa? Karena biasanya bos dari perusahaan yang sama memiliki sosial media, dan siapa tau kalo bukan si bos, ada mata mata yang melaporkanmu bahwa kamu tidak senang dengan pekerjaanmu. tentu saja hal ini akan berdampak pada hubungan kamu dengan atasan kamu dan bisa jadi kena sanksi. Ada baiknya kamu simpan saja keluh kesahmu dan ceritakan secara verbal dengan teman-temanmu daripada kamu utarakan di sosial media.

Sosial media adalah media untuk meng-ekspresikan dirimu, namun kamu juga haru hati-hati dalam penggunaannya, daripada kamu menyesal nantinya, ada baiknya kamu pikir baik-baik apa yang akan kamu share atau apa yang akan kamu posting. Please be wise using sosial media.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya