Sebagai orang tua dan umat beragama, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pendidikan si kecil adalah mengenalkan konsep agama. Karena bagaimana pun, agama itulah nantinya yang akan menjadi pondasi bagi putra putri tercinta dalam menjalani kehidupannya di masa mendatang.

Orang tua mana yang tidak ingin anaknya terbebas dari pengaruh negatif informasi atau budaya luar yang tidak sesuai dengan keyakinan Anda. Oleh karenanya, penting bagi orang tua untuk membekali si kecil dengan pelajaran agama sejak sedini mungkin.

Bagaimana caranya? Yuk cek artikel di bawah ini!

1. Kenalkan Konsep Ketuhanan dengan Bahasa Sederhana

Bahasa Sederhana

Bahasa Sederhana via https://www.instagram.com

Bagi anak-anak, memang lebih mudah memahami segala sesuatu yang dianggap ada, hadir, yang bisa dilihat dan dipegang. Padahal konsep Ketuhanan itu bukanlah hal yang konkrit dan bisa dilihat dengan mata. Jika Anda memaksakan si kecil untuk mempelajari agama, apalagi dengan bahasa yang rumit, yang ada buah hati Anda justru menjadi semakin menjauh dan menghindari segala sesuatu yang berhubungan dengan agama.

Advertisement

Mulailah dengan mengenalkan sifat-sifat Tuhan dengan bahasa yang sederhana. Misalnya sifat Tuhan yang Maha Melihat. Jelaskan kalau meskipun Tuhan tidak ada, namun Tuhan tetap bisa melihat setiap kegiatan yang dilakukan si kecil meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya.

Gunakan bahasa-bahasa sederhana tentang Tuhan di setiap aktivitas si kecil. Dengan begitu, ia akan lebih mudah mengenal Tuhannya.

2. Menjadi Teladan yang Baik

Sudah bukan hal yang baru kalau anak-anak akan menirukan apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Bahkan, ada istilah yang menyebutkan bahwa anak kecil adalah seorang peniru yang ulung. Oleh karenanya, kalau Anda ingin mengajarkan agama kepada si kecil sejak dini, jadilah contoh terlebih dahulu.

Advertisement

Jangan hanya menyuruh si kecil untuk pergi beribadah sementara Anda sendiri diam di rumah. Akan jauh lebih baik kalau Anda mengajak si kecil beribadah bersama-sama. Dijamin cara ini lebih efektif.

Tapi Anda juga harus mengingat dan memahami bahwa pelajaran afama itu tidak semata-mata tentang ibadah saja. Tapi Anda juga harus tetap memberikan contoh tentang nilai-nilai dasar kehidupan, terutama tentang akhlak yang baik.

3. Bacakan Kisah Kisah Agama

Bacakan Kisah

Bacakan Kisah via https://www.instagram.com

Belajar melalui dongeng memang masih sangat efektif bagi anak-anak. Sehingga membacakan kisah-kisah keagamaan bisa dijadikan alternatif dalam mengenalkan konsep Tuhan kepada si kecil.

Ketika membacakan dongeng, buah hati Anda mungkin akan banyak bertanya tentang banyak hal. Jawablah pertanyaan tersebut dengan bahasa yang sederhana. Jika tidak tahu jawabannya, jangan memberikan jawaban asala yang justru bisa membuat putra putri Anda jadi salah pengertian.

4. Biarkan si Kecil Bertanya

Biarkan si Kecil Bertanya

Biarkan si Kecil Bertanya via https://www.instagram.com

Namanya anak-anak pasti memiliki deretan pertanyaan yang ingin ditanyakannya. Apalagi kalau Anda beruntung dikaruniai anak yang kritis dan tidak pernah berhenti bertanya.

Ketika berada dalam kondisi tersebut, biarkan si kecil mengajukan segala pertanyaan yang ada di kepalanya. Berikan ia kesempatan untuk mendiskusikan hal-hal yang masih belum sepenuhnya ia pahami. Seperti apa itu Tuhan, seperti apa surga, atau apa yang akan terjadi setelah kematian.

Jangan arahkan pertanyaan itu pada isu yang lebih besar. Jika ia bertanya dimana Tuhan itu tinggal, atau apakah Tuhan itu ada, mulailah jawaban Anda dengan menanyakan pendapatnya. Karena jika Anda mendengarkan pendapatnya terlebih dahulu, ada kemungkinan Anda mendapati sesuatu yang tidak akan terpikirkan sebelumnya.

5. Konsisten

Jika Anda ingin si kecil cepat paham tentang keagamaan, segala sesuatu yang Anda ajarkan haruslah dilakukan dengan konsisten. Seperti ketika akan mengajarkan tentang shalat tepat waktu, Anda pun harus konsisten melakukan shalat tepat waktu. Atau jika Anda ingin mengajarkan tentang rutin melakukan hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan, Anda harus konsisten juga melakukannya juga.

Ketika Anda tengah berada di luar kota karena berlibur dengan si kecil, pastikan untuk tetap menjaga shalat tepat waktu Anda. Jangan sampai si kecil jadi beranggapan kalau ibadah yang wajib dilakukannya itu hanya perlu dilakukan ketika tengah santai di rumah saja.

Berikan pemahaman pada si kecil bahwa ibadah tetap harus dijalankan meskipun tengah tidak di rumah sekalipun. Sehingga si kecil menjadi lebih memahami tentang pentingnya beribadah secara konsisten.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya