Komunikasi yang baik adalah komunikasi antara dua orang yang saling mengerti dan memahami apa yang sedang dibicarakan. Jadi dalam komunikasi yang baik, selain dibutuhkan pembicara yang baik, kita juga membutuhkan pendengar yang baik. Terutama komunikasi dengan pasangan, jangan sampai komunikasi berjalan hanya satu arah karena kamu tidak bisa memahami apa yang dia katakan.

Dan dengan menjadi pendengar yang baik, kamu belajar untuk memahami permasalahannya dan apa yang dia katakan padamu.

Terutama saat kalian memang punya permasalahan untuk didiskusikan, kamu tidak cukup hanya memperhatikan apa yang dikatakannya, tapi kamu juga harus bisa menunjukkan bahasa tubuh yang menunjukkan kalau kamu memang sedang bersamanya dan mendengarkannya dengan baik.

1. Fokus mendengarkan apa yang dia ceritakan

man-in-red-white-and-blue-check-long-sleeve-shirt

man-in-red-white-and-blue-check-long-sleeve-shirt via https://www.pexels.com

Kalau kamu termasuk wanita yang sulit untuk fokus, pantas saja kalau selama ini kamu tidak bisa fokus mendengarkan apa yang pasanganmu ceritakan. Kamu harus berusaha untuk fokus mendengarkan pasangan dengan tidak melakukan apapun saat mendengarkan ceritanya. Kamu hanya boleh fokus mendengarkan ceritanya.


Jangan lakukan apapun yang bisa menganggu fokusmu mendengarkan ceritanya. Misalnya saja mendengarkan musik, nonton telivisi, main handphone atau malah terlihat tergesa-gesa dan gelisah.


2. Jangan menghakimi atau menyalahkannya sebelum kamu benar-benar paham dengan ceritanya

people-photography-of-man-and-woman-sitting-on-green-grass-field

people-photography-of-man-and-woman-sitting-on-green-grass-field via https://www.pexels.com


Jangan buru-buru menghakimi atau menyalahkannya di tengah-tengah dia bercerita. Kamu harus dengarkan ceritanya sampai selesai baru kamu bisa memahami permasalahannya.

Kalau dia belum selesai cerita dan kamu malah menghakimi atau menyalahkannya, justru pasangan agar merasa kalau kamu tidak memahami posisinya dan hanya menyalahkannya tanpa tahu permasalahan sebenarnya.


Yang ada bukannya dia melanjutkan ceritanya malah dia marah padamu dan yang terjadi justru kalian bukannya berdiskusi malah bertengkar.

3. Jangan memotong ceritanya kalau dia belum selesai bercerita

man-wearing-blue-long-sleeve-shirt-lying-on-ground-during-daytime

man-wearing-blue-long-sleeve-shirt-lying-on-ground-during-daytime via https://www.pexels.com


Untuk menjadi pendengar yang baik, kamu harus tahu waktu yang tepat untuk mengatakan sesuatu pada pasangan. Waktu yang tepat itu saat pasangan sudah menyelesaikan ceritanya dan menanyakan pendapatmu tentang permasalahannya.


Meskipun kamu merasa sudah paham dengan ceritanya dan ingin segera menyampaikan pendapatmu tentang permasalahannya, tapi tunggulah waktu yang tepat saat dia memberimu kesempatan untuk mengatakan sesuatu atau menanyakan pendapatmu. Jangan sampai kamu memotong ceritanya karena tidak sabar menyampaikan pendapatmu.

4. Perhatikan dia sungguh-sungguh

sunset-beach-couple-love

sunset-beach-couple-love via https://www.pexels.com


Meskipun dia mengulang-ngulang ceritanya dan kamu hampir bosan mendengar cerita dengan alur yang sama, kamu harus tetap mendengarkannya. Jangan biarkan pikiranmu kemana-mana.

Kamu wajib menjadi pendengar yang baik untuk pasanganmu agar kamu bisa memahaminya. Dan kalau kamu ingin didengarkan juga, maka kamu harus menjadi pendengar yang baik dulu.


Sesekali kamu harus merespon ceritanya dengan anggukan kepala atau bilang “Oh ya, Oh gitu, terus? lalu?” Sebagai tanda kalau kamu memang sungguh-sungguh mendengarnya dan pikiranmu juga bersamanya.

5. Tunjukan bahasa tubuh yang menunjukkan kalau kamu memang mendengarkannya

blur-couple-field-gir

blur-couple-field-gir via https://www.pexels.com


Perhatikan bahasa tubuhmu saat mendengarkan ceritanya. Jangan menunjukan bahasa tubuh yang mengisyaratkan kalau kamu malas mendengarkan ceritanya.

Seperti kamu sibuk dengan handphone-mu sendiri, kamu asik dengan remote televisimu atau malah kamu mengalihkan padanganmu ke hal lain, kamu harus bertatap muka dan menatap matanya untuk menunjukkan kalau kamu benar-benar mendengarkannya.


Hindari bahasa tubuh yang mengisyaratkan kamu tidak peduli dengan ceritanya, seperti menguap bosan, melipat tangan atau melirik sana sini.

Kalau kamu sudah menjadi pendengar yang baik untuk pasanganmu, orang lain pun akan merasa kalau kamu adalah orang yang tepat untuk dijadikan teman curhat. Itu tandanya banyak orang yang menghargai dan membutuhkan pendapatmu.

Tapi kalau kamu merasa sudah menjadi pendengar yang baik tapi pasanganmu justru masih tidak bisa mendengarkanmu, kamu bisa lakukan 4 cara ini untuk membuat pasanganmu menjadi pendengar yang baik.