Meski Sendirian di Perantauan, 5 Cara Sederhana Ini Akan Membantumu Tetap Waras Selama #RamadandiPerantauan

tetap waras selama ramadan di perantauan

Bagi sebagian orang, #RamadandiPerantauan dihabiskan dengan berdiam diri di kamar ukuran 4×3, sendirian. Setiap hari diisi dengan rutinitas bangun tidur, makan sahur seadanya, tetap bekerja hingga waktu berbuka tiba. Disusul memasak kuliner super ringkas pada 30 menit menjelang berbuka atau memilih opsi pesan antar yang dipesan satu jam sebelumnya. Tentu saja, semuanya dilakukan agar tetap bisa makan saat maghrib tiba.

Sebuah rutinitas yang terus berulang hingga semuanya jadi terasa sama saja. 

Kesendirian dan #RamadandiPerantauan rasanya seperti sahabat karib, amat lekat dan sulit dipisahkan. Persoalan kesendirian ini mungkin awalnya terasa nyaman. Siapa yang tidak suka terbebas dari kemacetan jalanan dan tak perlu berdandan rapi untuk keluar rumah? Akan tetapi, menghabiskan bulan Ramadan sendirian nyatanya bukan perkara mudah. Ada satu hal yang harus dijaga kestabilannya dengan susah payah, yaitu kewarasan.

Kalau ditanya apakah masih waras? Oh, alhamdulillah, masih. Tapi tentu saja, kewarasan ini dijaga dengan terus berusaha menjalin koneksi dengan teman-teman dan keluarga. Menebar kebaikan kecil kepada sekitar jadi cara sederhana mencari bahagia demi menjaga kewarasan. Lalu, sejatinya, seperti apa? 

Advertisement

1. Bukber online bikin momen buka puasa terasa ramai

Photo by Chris Montgomery on Unsplash

Photo by Chris Montgomery on Unsplash via https://unsplash.com

Makan, makan sendiri. Tidur, tidur sendiri. Cuci baju sendiri, semuanya sendiri. Ups, terdengar familiar? Jangan dibaca sambil bernyanyi, ya.

#RamadandiPerantauan di tengah pandemi, bikin momen buka bersama musnah seketika. Akan tetapi, kamu tetap bisa merasakan kehangatan makan bareng dengan buka bersama secara online/virtual. Sesekali luangkan waktu makan di depan laptop ataupun smartphone sambil video call bersama teman atau keluarga menjelang waktu berbuka tiba. 

Advertisement

Walaupun pahitnya, terkadang¬†harus menyaksikan salah satu temanmu makan duluan karena waktu maghrib yang berbeda. Cukup berbisik dalam hati, ‚ÄúSebentar lagi maghrib, kamu pasti bisa!‚Ä̬†

Jadi, jangan biarkan zona waktu jadi tembok penghalang untuk menikmati momen bukber virtual. Berinteraksi dan ngobrol dengan orang lain bisa bikin baterai sosialmu terisi kembali. Salah satu upaya jitu demi menjaga kewarasan diri ini. 

2. Beri kejutan kecil hingga tukeran takjil bisa bikin senyum-senyum sendiri

Advertisement
Photo by Brigitte Tohm from Pexels

Photo by Brigitte Tohm from Pexels via https://www.pexels.com

Rasanya, tiada hari tanpa memikirkan, ‚ÄúNanti buka puasa makan apa, ya? Sahur enaknya beli apa?‚ÄĚ Terkadang bisa sampai lelah sendiri cuma buat menentukan hari ini mau makan apa. Daripada bosan, kamu bisa merasakan sensasi berbeda¬†dengan¬†berbagi makanan atau bertukar takjil dengan teman-teman.¬†

Kamu jadi nggak harus terus-terusan berpikir untuk dirimu sendiri, tapi justru memilihkan menu rekomendasi atau makanan favorit untuk teman-temanmu. Nah, kamu juga berkesempatan mendapatkan pilihan kuliner yang nggak terduga, lho, dari mereka.

Selain itu, sensasi mendapatkan 'hadiah' ini bisa bikin kalian senyum-senyum sendiri. Rasanya mirip sensasi mendengar kata, ‚ÄúPAKEEEET.‚ÄĚ Sungguh, menyenangkan hati. Akhirnya,¬†kamu bisa bertukar testimoni di Insta Story. Double happy¬†karena rasanya jadi turut andil dalam kebahagiaan orang lain.¬†¬†

Sementara, untuk kamu yang sekadar ingin berbagi rejeki, kamu bisa memberikan kejutan kecil dengan mengirimkan takjil maupun menu berbuka kepada mereka yang tersayang. Melihat orang lain merasa senang, rasanya sudah cukup menghangatkan hati dan bikin kamu auto-hepi. 

3. Berbagi sedikit rejeki untuk mereka yang bertahan sekuat tenaga di tengah pandemi

Photo by Porapak Apichodilok from Pexels

Photo by Porapak Apichodilok from Pexels via https://www.pexels.com

Tidak semua orang berada di posisi yang sama saat ini, apalagi di saat krisis akibat pandemi. Untuk kamu yang beruntung menghabiskan waktu #dirumahaja tanpa ada kekhawatiran memenuhi kebutuhan hidup, mari turut berbagi kepada mereka yang ada di sekitar kita. 

Kamu dapat memulainya dengan sesederhana memberikan tip kepada abang ojol yang mengantarkan makananmu atau berbagi takjil kepada mereka. Kamu juga bisa berbagi rejeki kepada toko-toko maupun warung di sekitar tempat tinggal. Sekadar menjadi pelaris di tengah sepinya pembeli bagi usaha-usaha kecil di sekitar. Juga, jangan lupa tunaikan kewajiban zakat fitrah di bulan Ramadan, bila perlu tambahkan dengan bersedekah untuk mereka yang membutuhkan. 

4. Jangan lupa berbagi THR untuk keluarga meski nun jauh di sana

Photo by Rizky Yogatama on Unsplash

Photo by Rizky Yogatama on Unsplash via https://unsplash.com

Habis Ramadan terbitlah Lebaran, THR jangan dilewatkan. 

Untuk kamu yang beruntung masih mendapatkan jatah THR di tahun ini, yuk, jangan lupakan berbagi dengan orang-orang terdekat. Meskipun belum bisa berkumpul dengan keluarga besar seperti tahun-tahun sebelumnya, kamu tetap bisa berbagi rejeki lebaran di tahun ini. 

Aplikasi e-wallet dan rekening bank bisa digunakan untuk mengirimkan THR kepada saudara dan keluarga nun jauh di sana. Atau, kamu juga bisa menggantinya dengan kado-kado sederhana sebagai hadiah lebaran untuk sanak saudara. Kebahagiaan kecil mereka menjadi bagian dari kebahagiaanmu juga, lho.

5. Berbagi nggak bikin auto miskin, justru bikin hepi dan jadi manusiawi

Photo by United Nations on Unsplash

Photo by United Nations on Unsplash via https://unsplash.com

#RamadandiPerantauan apalagi sendirian kadang bikin kewarasan hilang setengah. Sudah mirip kanebo kering yang punya rutinitas bangun tidur, kerja, tidur lagi, tanpa bertemu manusia dan minim interaksi. Akan tetapi, kewarasan ini bisa kamu peroleh kembali dengan terus berbagi dan memberi. Ramadan jadi momen yang pas untuk mewujudkannya.

Percayalah, berbagi tak hanya menghangatkan hati, bahkan bisa memperkaya diri. Senyum yang terukir dari wajah orang-orang yang kamu bantu, bikin kamu senantiasa merasa cukup dan penuh. 

Berbagi kebaikan adalah sebaik-baiknya cara menjaga kewarasan.

Tetaplah menjadi manusia yang manusiawi, yang senang berbagi kebahagiaan sekecil apapun pada siapa saja di sekitarnya. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

‚ÄĚ

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

penyuka diksi dan yang artsy.

Editor

une femme libre

CLOSE