Hampir setiap orang mengerenyitkan dahi ketika melihat seorang pengangguran berjalan lenggang kangkung pada saat hari kerja, dimana setiap manusia normal yang masih dalam usia produktif terlebih lulusan dari sebuah universitas ternama pasti telah berangkat ke tempat kerjanya untuk mencari rezeki demi menghidupi dirinya ataupun keluarganya.

Menyedihkan pasti disaat semua orang menganggap kita hina karena tidak kunjung mendapat pekerjaan, tapi apa mau dikata memang begitulah stigma masyarakat ketika melihat seorang anak muda yang keluyuran disaat hari dan jam kerja. Berikut adalah 5 Derita Pengangguran yang Masyarakat Tidak Bisa Rasakan.

1. Malu

Jangan kalian pikir kami sebagai penganggur ini tidak malu, jelas kami malu. Bagaimana tidak, disaat semua orang berangkat kerja pada pagi hari, kami justru sengaja bangun siang hanya untuk menghindari pemandangan saat orang berangkat bekerja. Malu ini kadang tak tertahankan sampai-sampai hendak keluar rumah pun kami tak mau, pokoknya kami hanya berdiam dirumah agar tidak dapat dilihat masyarakat, daripada kena gunjing kemudian.

2. Tidak Punya Kemampuan Membeli

Kemampuan Membeli via http://www.10best.com

Kalau dulu semasa kuliah kami sering berangan-angan kalau sudah lulus kuliah nanti kami akan bekerja dan memiliki uang untuk membeli sesuatu yang kami inginkan sejak kuliah. Namun kini kenyataannya setelah lulus kuliah kami harus menjadi pengangguran terlebih dahulu, yang mana ini adalah masa-masa sulit pertama yang kemudian akan dihadapi setelah lulus kuliah.

Advertisement

Kami tentu belum memiliki kemampuan membeli sebagai pengangguran, karena kami tidak (belum) bekerja. bagaimana mau membeli sesuatu kalau uang dari kerjaan saja belum ada. Maka yang dapat kami lakukan hanyalah bersabar dan menunggu sampai kami mendapat pekerjaan yang layak.

3. Depresi

Depresi, jelas kami depresi. kami sangat depresi dengan penglihatan mata masyarakat terhadap kami. ingat wahai bapak-ibu sekalian kami ini bukan pembunuh. dosa apa yang telah kami lakukan pada kalian ?

Setiap kali kami bangun tidur dan mengingat bahwa kami adalah pengangguran, kami langsung merasa depresi. setiap kali melihat teman-teman kami yang lain berangkat kerja setiap pagi, kami depresi. setiap kali melihat lowongan pekerjaan yang membutuhkan pengalaman kerja, kami depresi.

mungkin anggapan kalian kami bukan memang bukan orang yang pantas untuk bekerja, tapi coba flashback diri kalian, bukankah kalian pernah merasakan hal yang sama ?

4. Merasa Paling Bodoh

The Stupid via http://giphy.com

Sebagian pengangguran adalah mereka yang telah lulus dari sebuah perguruan tinggi ternama, sebagian adalah lulusan dari SMA/SMK ternama, sebagian lagi hanya lulusan SMP.

namun tak peduli sejau mana kami mengenyam pendidikan, tetap saja kami kini pengangguran. setinhhi apapun nilai kami pada saat sekolah, kami tetap merasa sebagai orang yang paling bodoh. orang yang biasa-biasa saja sekalipun masih tetap dapat bekerja, sementara kami masih pengangguran.

masyarakat pasti dapat melihat rasa bodoh dari pancaran muka kami yang lusuh dan lesu ini, sungguh sangat berat derita menjadi seorang pengangguran.

5. Tidak Percaya Diri

Bagaiamana caranya seorang penganggur bisa pede kalau pekerjaan aja gak punya. Kami para penganggur telah hampir habis rasa kepercayaan atas diri kami, sudah lama menganggur meskipun kami sebelumnya adalah orang yang sangat percaya diri, namun kini semua itu telah sirna.

Keberanian kami yang menggelora sebelumnya terutama pada saat kuliah atau sekolah, mulai dari membuat pertanyaan, menjawab pertanyaan, sampai menjadi pemipin kelompok diskusi, kini hanya cerita belaka. dengan status yang kami miliki sekarang, bahkan untuk berucap sesuatu di masyarakat saja tidak percaya diri, diterima kerja saja tidak apalagi diterima di masyarakat ?

6. Namun Jangan Gentar Wahai Penganggur

Fenomena ini bukan hanya kalian yang merasakan, tapi semua yang telah bekerja di dunia ini juga pernah merasakannya. jangan sampai engkau putus asa atas status yang kalian sandang sekarang sebagai seorang pengangguran.

Dobrak batasanmu, pergilah keluar, kejar peluang kerjamu, tunjukan kepada mereka yang telah mengerenyitkan dahi padamu, bahwa kalian akan sukses, namun itu semua hanya masalah waktu..