Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keindahan alam. Mulai dari pegunungan, pantai, laut, danau, hingga keindahan bawah lautnya yang sangat dicintai oleh wisatawan. Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, dengan total penduduk sebanyak 237 juta. Diperkirakan jumlah penduduk ini akan bertambah menjadi 270 juta pada tahun 2025.

Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, diperkirakan akan dihasilkan sampah sebanyak 130.000 ton/hari.

Sampah-sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menghasilkan bencana bagi lingkungan, manusia bahkan hewan. Semua makhluk hidup akan terancam kehidupannya oleh sampah!

Berikut 5 fakta tentang Indonesia Darurat Sampah:

1. Taman nasional dan gunung di Indonesia darurat sampah. Kira-kira bagaimana masa depan anak cucu kita nanti?

Taman nasional dan gunung di Indonesia darurat sampah via https://www.instagram.com

Pecinta alam, traveler, atau siapapun yang mencintai keindahan alam Indonesia, tahukah kamu bahwa taman-taman nasional dan gunung di Indonesia saat ini mengalami darurat sampah?

Survey yang dilakukan KLHK pada bulan April 2015 di 8 taman nasional dan gunung mendapat temuan 435 ton sampah milik 150.688 pengunjung.

Peringkat pertama, sampah terbanyak ada di Gunung Rinjani. Ini terjadi karena sikap tidak disiplin pengunjung dalam membuang sampah. Pemerintah mengusulkan adanya sistem hukuman dan hadiah bagi pendaki terkait kebersihan lereng gunung. Pendaki harus mendata logistik mereka sebelum naik dan menyerahkan bungkus sisa logistik mereka sebelum naik dan menyerahkan bungkus sisa logistik ketika kembali turun. Apabila jumlah bungkusnya tidak sesuai maka pendaki harus bersih-bersih sekitar lereng gunung.

Advertisement

Bank sampah juga diupayakan ada di taman nasional dan lereng gunung sehingga warga bisa ikut terlibat dalam proses pemilahan sampah dan memperoleh pendapatan tambahan. Ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah tahun 2020.

Sumber: Rappler "Taman Nasional Indonesia Alami Darurat Sampah"

2. Indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke lautan. Duh!

Bergerak Indonesia Bebas Sampah 2020 via https://www.instagram.com

Diperkirakan sebanyak 46 ribu sampah plastik mengapung di setiap mil persegi samudera. Bahkan, kedalaman sampah plastik di Samudera Pasifik sudah mencapai hampir 100 meter dari permukaan laut. Sampah plastik juga telah menjadi salah satu sumber pencemaran laut di Indonesia.

Tahun 2015, penelitian dari Universitas Georgia mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut. Bagaimana tidak? Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan, sampah plastik dari 100 toko/gerai anggota APRINDO selama 1 tahun menghasilkan 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Ini berarti sama dengan sekitar 65,7 Ha kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepakbola!

Plastik butuh waktu 450-1000 tahun untuk terurai di lautan dan itu berdampak pada organisme laut yang terjerat atau menelan sampah plastik. Hal ini menyebabkan pertumbuhan biota laut terhambat, bahkan menyebabkan kematian. Apakah kita akan diam saja dan membiarkan kerusakan ini terjadi di sekita kita?

3. Makanan merupakan penyumbang sampah terbanyak di Jakarta. Sadarkah kamu selama ini?

Sampah Makanan via Http://Bergerak.bebassampah.id

Per harinya, setiap manusia membuang sampah 0,5 kg sampah makanan. Menurut Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, sampah DKI Jakarta menuju Bantargebang, Bekasi mencapai 7500 ton/hari dengan 750 truk pengangkut sampah oleh petugas kebersihan. Hal ini menyebabkan per tahun mencapai 2,7 juta ton sampah dengan paling banyak yaitu sampah makanan mencapai 54%.

Gas metana yang dihasilkan sampah organik di TPA 25 kali jauh lebih kuat. Angka ini mengalahkan polusi karbon dari knalpot kendaraan kita.

Sampah makanan menjadi masalah dunia. 1/4 saja makanan yang terbuang di dunia ini bisa diselamatkan, maka akan cukup untuk memberi makan 870 juta orang kelaparan di dunia.

Dampaknya, membuang satu kilogram daging sapi setara dengan membuang 50.000 liter air yang digunakan untuk memproduksi daging tersebut. Jadi, masih berpikir untuk membuang makananmu?

4. Bencana ledakan terbesar TPA Indonesia peringkat kedua di dunia. Sebuah prestasi yang sungguh menyedihkan!

Ledakan Sampah Terbesar yang Terjadi di Dunia via https://www.sadkes.com

Bermula dari sampah masyarakat, masing-masing kita produksi menghasilkan 0,5 kg dalam sehari tanpa dipilah dan diolah terlebih dahulu. Sampah menumpuk dan karena terkena hujan mengakibatkan gas metana keluar naik dari tumpukan sampah. Gas metana terjebak dan mengumpul karena sampah tidak memiliki ventilasi yang mengakibatkan timbunan gas bersentuhan dengan udara. Dari sinilah bisa terjadi pijar api disertai ledakan.

Itulah faktor terjadinya ledakan dahsyat dari tempat pembuangan akhir atau disingkat dengan (TPA). Ledakan paling besar pertama yaitu di TPA Payatas, Quezon City, Filipina pada 10 Juli 2000 dan menewaskan 200-an jiwa dan ratusan orang masih hilang.

Ledakan paling besar kedua yaitu TPA Leuwigajah, Bandung, Indonesia pada 21 Februari 2005 menewaskan 143 jiwa dan 137 rumah tertimbun atau setara dengan dua desa hilang.

Ayo cegah ledakan sampah dengan pilah dan kurangi sampah. Jangan biarkan Indonesia menjadi peledak TPA sampah terbesar di dunia!

5. Nyatanya, penyebab banjir nomor wahid di berbagai daerah diakibatkan oleh sampah

Sampah dikali jatibunder,tanah abang via https://www.instagram.com

Bencana banjir sering terjadi dikarenakan sampah-sampah tersumbat di saluran air sehingga luapan air meningkat dan banjir. Warga di sekitar bantaran membuang sampah di aliran sungai atau kali. Meski volume sampah yang dibuang ke sungai tidak seberapa banyak, namun jika hal itu terus berulang, lambat laun akan terjadi penumpukan.

Walaupun membuang sampah ke sungai dampaknya tidak secara langsung dan karena debit air tidak setiap hari meningkat, ketika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi, baru akan terasa dampaknya.

Kalau kita bisa mencegah, kenapa tidak?

Dalam proses alam, sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam itu berlangsung. Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius.

Tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan serangga (lalat, kecoa, kutu, dan lai-lain) yang membawa kuman penyakit. Akan tetapi manusia tidak menyadari bahwa setiap hari pasti manusia menghasilkan sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik.

Kondisi ini menjadi pemicu Indonesia dalam kondisi darurat sampah. Namun, tidak semua masyarakat menyadarinya. Sampah menjadi masalah kita semua dan harus mendapat perhatian semua pihak. Kalau kalian punya kepedulian yang sama, ayo ungkapkan kegelisahanmu dan ikut bergerak bersama untuk Indonesia #BebasSampah2020 #PESAN2017 http://bergerak.bebassampah.id

Salam Bebas Sampah!