Ulat berbulu perlu menjadi kepompong yang kelak menjadi indahnya kupu-kupu. Huruf demi huruf, kata demi kata dipelajari anak didik untuk berlatih membaca dan bahasa. Menjadi anak-anak, remaja, dewasa, tua dan akhirnya lansia adalah fase tumbuh kembang kita sebagai manusia. Membaca, memahami, bereksplorasi, meneliti dan bereksperimen adalah fase dimana manusia beradaptasi dengan kehidupan.

Setiap hal dalam kehidupan memiliki tahapan dan fase-nya masing-masing. Begitupun sebagai laki-laki yang hanya memiliki satu jantung, dalam memilih dan menemukan cinta ada fase-nya tersendiri. Uniknya, walaupun akhirnya telah melabuhkan pada sang hawa terpilih yang dicinta, ada kalanya masih saja tergoda untuk lirik sana dan lirik sini. Fine, kamu jangan khawatir girls, ini hanya sebatas retrival yang normal dialami laki-laki. Ada baiknya kamu simak penjabarannya berikut ini, agar hatimu lebih tentram dan tidak kepikiran negatif lagi.

Sempurna tak ada apa-apanya dibanding sederhana yang apa adanya

1. Sekilas melihat fisik dulu

Tinggi, putih, langsing, manis

Tinggi, putih, langsing, manis via https://www.google.com

Berteman dengan banyak kenalan baru, bersilaturahmi dengan teman lama. Pergi berwisata dengan sahabat tercinta. Atau mengisi waktu berkualitas dengan bercengkerama bersama keluarga. Kegiatan seperti ini memang tak terhindarkan, dan juga selalu tersorot mata. Sebagai laki-laki, kala memandang wanita cantik dengan tubuh mesomorf (proposional), jelas begitu menarik hati.

Advertisement


Awal dari segala rasa suka ada di pandangan pertama. Terlebih jika menyangkut fisik, hati jelas terusik.


2. Senyum yang manis seperti teguran yang begitu nyata

manis sendu

manis sendu via https://www.google.com

Menariknya, nggak semua laki-laki peduli dengan fisik. Banyak juga yang tertarik hanya karena mendapat senyuman manis dari wanita yang bahkan belum dikenal. Dalam hati pun mereka sudah berkaca-kaca.

3. Cinta yang sesungguhnya muncul ketika kenyamanan terjalin

will beloved

will beloved via https://www.google.com

Fase pertama dimana fisik menjadi sorotan, ataupun fase kedua ketika senyum mengoyak hati secara perlahan. Keduanya hanyalah pengantar rasa suka saja. Benar, hanya rasa suka.

Advertisement

Ketertarikan sesungguhnya terjadi di tahapan ketiga. Dimana ketika saling berbincang berbagai hal, memunculkan rasa nyaman didalamnya. Laki-laki justru lebih tertarik dengan wanita yang berwasan luas. Berwawasan luas bukan berarti pintar seperti ilmuan. Berwawasan luas yang dimaksud adalah wanita yang bisa "nyangkut" untuk membicarakan banyak hal. Entah olahraga, ekonomi, pelajaran, sosial, teknologi, atau hal remeh seperti guyonan garing yang dilontarkan disela-sela obrolan.

Ketika dalam hal ini sudah merasa klik, tak ada pikiran untuk pacaran, yang ada justru mengungkapkan perasaan dalam sebuah ikatan. Namun, tentunya perlu proses, entah secepat kilat, atau lama.

4. Fase utama, dimana rasa ingin memiliki itu muncul semakin kuat

Belongingness & Love Need

Belongingness & Love Need via http://www.google.com

Dalam tahapan ini, kebutuhan dimiliki atau menjadi bagian dari wanita yang dicintai kian membesar. Mindset nya adalah cinta ≠ seks, cinta merupakan hubungan sehat antara 2 orang yang melibatkan perasaan saling menghargai, menghormati dan mempercayai. Dicintai dan diterima adalah jalan menuju perasaan sehat dan berharga, sebaliknya tanpa cinta menyebabkan kekosongan dan kemarahan. Pada fase ini, laki-laki cenderung mantab untuk melangkah ke pelaminan, tak perlu pacaran.


Kalau masih saja pacaran, nggak beda dong dengan fase pertama tadi. Lalu, benarkah pacaran itu wujud cinta?


5. Aktualisasi diri, adalah fase terakhir laki-laki dalam menambatkan hati

Self Actualization Need

Self Actualization Need via http://www.google.com

Aktualisasi diri seorang laki-laki adalah ketika berhasil melewati fase ke empat, menjalaninya dengan wanita yang dicinta. Berdiskusi, mengabadikan sebuah gagasan bersama, dan menjadikanya sebuah kemanfaatan yang juga berpengaruh. Menjadi pasangan dan juga rekan, berjuang dalam istiqomah, menapaki jenjang baru, bersama-sama berlatih tabah. Bukahkan hal demikian yang sebenarnya layak dijadikan tujuan.

Pada fase aktualisasi diri, prosesnya selalu beriringan dengan matangnya kedewasaan. Hampir tak mungkin laki-laki gusar dan tergoda untuk tidak setia. Jika pun kaum hawa masih menemui ketidaksetiaan, mungkin hubungan yang terjalin masih berada pada tahap pertama dan kedua.


Lalu, sebagai laki-laki, apa masih perlu lirik sana-sini, jika pada akhirnya yang kalian cari adalah melengkapi hati?


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya