Di dalam hidup, kadangkala peristiwa yang terjadi tidak selalu berjalan seperti yang kamu mau, seperti jatuh cinta dengan sahabat sendiri. Hal-hal ini setidaknya pernah dialami sekali dalam persahabatanmu;

1. Kamu adalah seorang pendengar ulung, tapi dia hanya memberikan punggungnya untuk mendengar ceritamu

Saat dia bete karena jadwal kencan yang gagal, kamu pasti jadi “tong sampah” pertama yang jadi andalannya untuk mengeluarkan keluhan. Meski kamu bukan si bijak yang punya segudang nasihat, tapi kamu selalu ada untuk mendengarkannya, men-judge bareng-bareng semua yang membuatnya bete. Kamu partner in crimenya dia banget.

Advertisement

Tapi ketika kamu sedang sedang bercerita panjang lebar tentang orang nyebelin yang membuat harimu bete, tiba-tiba dia nyeletuk “Eh, cara ngecek kuota tuh gimana ya? Dari tadi gua nyoba internetan kok ga bisa” Dan ternyata dari tadi dia diam karena khusyuk mengecek tanda bintang angka-angka pagar di keypad hp, bukan karena mendengarkan, kawan. Jleb. Sakit aku tuh.

2. Story orang lain kamu skip-skip, story dia malah kamu ulang-ulang

Pantau terus

Pantau terus via http://www.unsplash.com

Ketika kamu buka beranda instagram di waktu lain, sederetan story dari akun artis-artis yang kamu ikuti berjejer. Tapi kamu hanya skip, “pamer” pikirmu. Mirip lagu Ariana grande yang diulang sepuluh kali ketika menggeser story mereka, thank you, next.

Tapi diujung sana muncullah story akunnya dengan unggahan foto es kopi di kafe. Di slide berikutnya tampak screenshoot kalimat dari sebuah buku yang dipegangnya. Kamu pun mengulang-ulangnya, mencoba menarik garis merah bak Robert Langdon yang coba memecahkan kode.

Advertisement

“Dia sedang galau? Story ini buat gue apa ya?”

3. Menjadi pemberi solusi, padahal sebenarnya kamu tak pernah menyangkanya

Pemberi solusi

Pemberi solusi via http://unsplash.com

Ternyata dia berantem lagi dengan pasangannya, kali ini kamu menyarankannya untuk memberi jeda. Saran itu efektif. Mereka baikan. Menuju serius. Kamu pun bingung ketika dia bertanya, “Emang kamu kuliah psikologi ya jadi bisa selalu tahu saran yang tepat buat aku?  Kamu the best.”

Dalam lubuk hatimu kamu tahu kalau ketulusanmu itu sedikit bercampur rasa bosan dengan masalahnya yang itu-itu saja, dia-dia saja. Menyuruhnya putus hanya sampai di kerongkongan, yang sampai di mulut hanya jeda. Bukan ini maksud gue. Huft.

4. Perasaan lega datang saat kamu tahu dia ada di barisan like update sosmedmu

Masih ada dia

Masih ada dia via http://unsplash.com

Status medsosmu kini hanya bercerita tentang rencana yang gagal. Ada sedikit keinginan dia melihatnya dan mengomentari. Tapi dengan like pun entah kenapa perasaan lega menghampiri.

Setidaknya dia pernah membaca kegundahan sebagian hatimu yang menginginkannya putus.

5. Menjadi tim hore saat dia bersamanya, bahagia

Tim hore

Tim hore via http://unsplash.com

Sudah tiga hari berlalu tapi tak ada pertanyaan darinya tentang status sosmedmu. Kamu mencoba pura-pura tegar, mungkin memang dia hanya nyaman sebagai sahabatmu. Di hari kelima ternyata kabar itu muncul, mereka akan segera menikah. Sebagai tim hore yang baik kamu pun memasang wajah ceria, mengucapkannya selamat.

She win the game. Walau rasa sesak kemudian datang karena nanti 90% waktunya akan dihabiskan bersama dia, dering telponnya karena dia, hanya kepada nomornya. Semoga saja cinta #BertepukSebelahTangan mu akan segera terganti dengan dia yang bertepuk tangan menyambutmu.

Mungkin bukan sekarang, tapi segera. Nikmati saja dulu status jomblo bahagiamu. Hehe.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya