Kehidupan mahasiswa tidak melulu hanya tentang kuliah. Pergi ke kampus kemudian pulang ke kos atau rumah. Kamu wajib merasakan hal-hal lain seperti berorganisasi atau mulai menjadi freelance untuk menambah pengalaman dan uang jajanmu. Tentor atau guru bimbingan belajar (dikenal dengan bimbel) bisa menjadi pilihan yang tepat untukmu. Lumayan kan, bisa me-refresh ingatanmu tentang pelajaran-pelajaran saat sekolah beberapa tahun yang lalu juga. Biar engga cepat pikun.

1. Mulai Mengerti Sulitnya Mencari Uang Jajan Sendiri

Demi cicilan katering kita, dek. Mas rela~ via http://intellectric.co

Jujur saja, mungkin saja tujuan utamamu mencoba menjadi seorang tentor bimbel anak sekolahan adalah untuk menambah uang jajanmu, atau setidaknya kamu merasa segan buat terus minta uang saku dari orang tuamu. Bahkan, kamu ingin merasakan bisa menabung dari jerih payahmu sendiri, membelikan sesuatu untuk orang tuamu, atau sudah ngebayangin buat menyicil katering nanti. Siapa tau kan?

2. Belajar Memahami Karakter Murid yang Beragam

Ada yang rajin belajar kayak dedek ini~ via http://news.stanford.edu

Kamu bisa jadi akan menghadapi anak yang sulit diajak belajar padahal kedua orang tuanya menginginkan sang anak untuk belajar. Kamu juga bisa saja menghadapi anak yang lebih menyukai mengajakmu mengobrol daripada bertanya tentang pelajaran sekolah, dia lebih suka bercerita denganmu. Kamu akan merasakan riweuhnya menghadapi anak-anak yang ribut terus di dalam kelas dan masih banyak lagi.

Advertisement

Namun, dari situlah kamu belajar mempelajari karakter tiap anak yang harus kamu ajari. Memikirkan teknik belajar seperti apalagi yang harus kamu terapkan sehingga kamu bisa tetap mentransfer ilmu darimu ke anak tersebut tanpa hambatan.

3. Bahkan Jadi Akrab dengan Murid-Muridmu

dek, kemarin nama kakak sepupu yang pas itu siapa? via http://www.huffingtonpost.com

Tiap kegiatan belajar hampir tidak mungkin kalau kamu dengan muridmu berinteraksi, saling bertanya tentang diri kalian masing-masing dan makin lama kalian makin akrab, bahkan bisa mulai akrab dengan orang tua dari muridmu karena kamu sering mengajak keduanya berkonsultasi mengenai kegiatan belajar anaknya.

4. Ada Adik-Kakak-an yang Tersirat

Sebagian besar muridmu adalah anak sekolahan dan umur mereka bisa beberapa tahun di bawahmu, jadi bukan hal yang mustahil kalau pada akhirnya ada ikatan kakak-adik-ketemu-gede di antara kalian. Kalau muridmu adalah anak SD, maka kamu harus siap menjadi sosok seorang kakak yang memberinya banyak contoh-contoh baik tentang hidup, mengenalinya sedari kecil seperti tentang persahabatan atau kekeluargaan. Tugas seorang tentor tak melulu hanya mengajari pelajaran sekolah. Kamu punya tanggung jawab moral pula di dalamnya.

5. Jadwal Ngajar Terkadang Harus Berbenturan dengan Jadwal Kuliah, Ga Heran!

demi toga dan demi kamu juga, iya kamu~ via http://money.cnn.com

Tiba-tiba dosenmu harus mengganti jam kuliahmu di sore hari saat kamu ada jadwal mengajar? Kamu pasti pernah merasakannya. Mau tidak mau kamu harus segera menghubungi muridmu atau orang tuanya untuk mengubah jadwal untuk sementara, kuliah tetap prioritas bagimu. Bolos kuliah? Rasanya harus mikir dua kali.

Dan akan banyak lagi pengalaman yang kamu rasakan.