Sebenarnya dirimu itu siapa, sih?

Kata orang menemukan siapa diri kita itu butuh proses. Ada yang bilang bahwa menjadi diri sendiri adalah kemunafikan. Namun ada juga yang berkata bahwa jati diri itu nggak perlu dicari dimana-mana. Semakin dewasa semakin banyak tekanan yang dihadapi. Menemukan jati diri memang penting buat kehidupan. Tapi nggak jarang, lho orang salah perspektif.

Mereka mencari jati diri dengan cara yang salah. Dengan cara yang sebenarnya ‘nggak banget’. Buat kamu yang sedang merasa dalam krisis kehidupan, 5 hal ini harus kamu ketahui tentang pencarian jati diri biar nggak salah pergaulan.

1. Setiap orang punya waktu masing-masing

Don't be jealous

Don't be jealous via http://snowusa.com


"Kok dia bisa sukses duluan, sih?"



"Kok bisa menemukan passionya di usia semuda itu?"


Advertisement


"Kapan ya aku kenal dengan diriku sendiri?"


Keluh kesah mungkin ada. Tapi kamu harus ingat bahwa setiap manusia punya timingnya sendiri-sendiri. Kamu nggak bisa mendikte dirimu harus sama seperti A, B, atau C. Itu hidup mereka dan ini hidupmu. Kerjakan saja apa yang ada didepan mu sebaik-baiknya. nanti pada saatnya kamu akan tertegun dengan hasil yang kamu peroleh. Suatu saat pasti tiba giliranmu, percayalah.

2. Jati diri itu ada didalam dirimu, bukan di tempat lain

believe in yourself

believe in yourself via http://wisebread.com

Banyak sekali anak muda yang bingung kemana arah kehidupan selanjutnya? Seolah stuck di suatu titik yang tidak bisa ia kendalikan. Itu wajar. Sekali lagi, itu wajar. Tidak ada orang di dunia ini yang selalu mengalir, hidupnya enak terarah mulu, dan tujuan selalu terlihat cerah. Kalaupun ada, coba tanya deh pasti dia punya cerita pahit dibalik semua itu.

Advertisement

Siapa dirimu ada didalam dirimu. Kamu tidak perlu mencari sedemikian rupa sampai kamu lupa siapa dirimu. Tempat di luar sana hanya menawarkan hal fana yang kelihatanya menjamin masa depan. Jadi, lihat dirimu di cermin dan tersenyumlah. Percaya bahwa orang paling berharga itu nggak ke mana-mana, dia ada di depanmu, di dalam cermin.

3. Mencari jati diri bikin lupa keindahan nikmat yang Tuhan berikan

nikmati hidup dulu

nikmati hidup dulu via http://boylakwatsero.com

Terlalu sibuk mencari tahu siapa, sih aku ini malah bikin rugi, lho. Kamu kehabisan waktu untuk menikmati hidupmu yang cuma sekali itu. Padahal jati diri itu suatu perjalanan seumur hidup. Lakukan apa saja hal positif yang kamu suka. Traveling? Kuliah lagi? Skydiving? Atau belajar skill baru? Kenapa nggak? Nikmati hidupmu, men!

4. Orang lain sebenarnya nggak peduli-peduli amat dengan hal itu

mereka cuma kepo, kok

mereka cuma kepo, kok via http://acaciafierenze.com

Tahu nggak, sih kalau sebenernya orang lain nggak peduli dengan kehidupanmu? Kalaupun mereka tanya itu hanya karena ke-kepoan mereka belaka. Soal jati diri, itu adalah tentang kamu dan dirimu sendiri. Terlalu mengurusi omongan orang lain adalah racun yang berbahaya bagi dirimu.

Temukan jati diri perlahan-lahan, kembangan dengan tepat, dan jangan tergesa-gesa dengan desakan orang lain yang tak memahami dirimu.

5. Pada akhirnya kamu akan menemukanya

akhirnya mesti baik kok

akhirnya mesti baik kok via http://friendoflife.com

Setelah berjuang sana-sini. Mencoba berbagai hal demi menemukan siapa diri kamu sebenarnya, pada akhirnya kamu pasti menemukanya dengan cara, tempat, dan waktu yang nggak pernah kamu duga. Yang terpenting jaga selalu hati dan pikiran. Fokus ke tujuanmu. Lakukan hal-hal yang kamu sukai dengan serius. Jadi diri sendiri. Percaya, deh pasti kamu menikmati hasilnya di akhir. Nggak peduli kamu menemukanya ketika umur 18, 22, 30, atau 50 sekalipun. Nggak ada kata terlambat untuk menjadi dirimu sendiri.

Jati diri itu proses, perjalanan, pelajaran. Bukan sebuah ajang kejar-kejaran target. Kalau kamu belum menemukanya sekarang, berarti kamu akan menemukanya nanti, di waktu yang telah ditentukan untukmu.

Have a good day

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya