5 Hal yang Harus Dipersiapkan Orang Tua untuk Toilet Training Anak

Walaupun sulit tetapi bukan berarti tidak bisa ya, Mom!

Jika anak sudah menginjak usia 2 atau 3 tahun, orang tua biasanya akan melatih anak untuk toilet training. Karena biasanya, di usia tersebut anak sudah bisa berjalan dan mampu meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Toilet training adalah proses anak untuk belajar buang air sendiri di toilet.

Namun di setiap fase perkembangan anak, pasti ada saja hambatan yang dirasakan orang tua, termasuk masalah toilet training ini. Bisa dibilang bahwa tahap ini merupakan yang paling sulit karena tidak semua anak bisa dengan cepat buang air secara mandiri ke toilet.

Tetapi walaupun sulit, bukan berarti tidak bisa ya, Mom! Seperti halnya anak belajar berjalan, dalam toilet training pun perlu proses yang tidak sebentar. Oleh karena itu, Hipwee ingin memberikan tips apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mendampingi anak toilet training.

Advertisement

1. Kesiapan mental nggak boleh setengah-setengah

Photo by allyn sta. maria from Flickr

Photo by allyn sta. maria from Flickr via https://www.flickr.com

Hal pertama yang harus dipersiapkan tentu saja adalah mental orang tua, ya! Bagaimana pun di awal toilet training pasti ada saja drama yang terjadi seperti tiba-tiba buang air di celana karena tidak keburu ke toilet, atau anak yang belum siap untuk melepas diapers.

Perlu kesiapan yang full dari orang tua dan menanamkan dalam diri bahwa orang tua sudah benar-benar siap. Setidaknya jika terjadi drama yang tidak diinginkan, orang tua sudah lebih dulu bisa mengantisipasinya. Ingat, sabar adalah kunci utama dari toilet training.

Advertisement

2. Pakai diapers hanya pada saat tidur malam

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Photo by Karolina Grabowska from Pexels via https://www.pexels.com

Jika anak belum bisa lepas diapers sepanjang hari, maka lakukanlah perlahan-lahan dengan memakaikan diapers hanya pada malam hari. Di siang hari, mungkin anak masih bisa memberitahu ke orang tua jika hendak buang air. Namun berbeda halnya jika malam hari, anak belum sepenuhnya mengetahui sinyal-sinyal buang air.

Tetapi jika tetap ingin lepas diapers di malam hari, maka orang tua perlu menyiapkan sprei anti air. Sprei anti air dipasang di bawah sprei utama agar kalau anak tidak sengaja buang air di tempat tidur, orang tua tidak perlu susah-susah menjemur kasur. Jadi cukup mencuci spreinya saja. Cukup meringankan tugas domestik rumah tangga, kan?

3. Tanyakan kepada anak apakah mau buang air setiap 10 menit sekali

Advertisement
Photo by fika.pasla from Flickr

Photo by fika.pasla from Flickr via https://www.flickr.com

Jika usianya di bawah 3 tahun, anak perlu diingatkan untuk buang air setidaknya setiap 10 menit sekali. Tanyakan pada anak apakah mau buang air atau tidak. Gunakan kalimat seperti Adik mau buang air, nggak? Kalau mau buang air panggil Bunda, ya!

Selain itu pastikan jarak toilet tidak terlalu jauh dari tempat anak biasanya bermain. Sehingga jika anak sewaktu-waktu kebelet ingin ke toilet, orang tua tidak perlu jauh-jauh membawa anak menuju toilet. Bisa-bisa sebelum sampai ke toilet, sudah bocor duluan.

4. Jangan marahi anak jika tiba-tiba anak buang air di celana ya, Mom!

Photo by Ivan Samkov from Pexels

Photo by Ivan Samkov from Pexels via https://www.pexels.com

Ada saatnya anak belum bisa menahan keinginan untuk buang air, sehingga mau tidak mau pipis atau kotoran anak berserakan di lantai. Hal ini sering menjadi pemicu emosi orang tua karena harus berkali-kali membersihkan kotoran anak yang tentunya menguras tenaga.

Anak belum sepenuhnya mengerti bahwa apa yang dilakukannya itu adalah salah. Yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah terus memperingatkan agar tidak mengulanginya lagi dan mengkomunikasikan jika ingin buang air. Memang butuh waktu lama dan tidak cukup dilakukan sekali dua kali. Tapi lama kelamaan anak pasti akan paham, kok!

5. Pastikan anak sudah buang air sebelum tidur

Photo by William Fortunato from Pexels

Photo by William Fortunato from Pexels via https://www.pexels.com

Salah satu hal penting yang harus dilakukan agar anak tidak mengompol adalah membiasakan diri untuk buang air sebelum tidur. Jika anak sudah terlihat mengantuk, tahan sejenak dan segera bawa anak ke toilet. Hal ini juga bermanfaat untuk melatih kedisiplinan anak sebelum tidur, lho!

Selain itu, kurangi asupan air atau susu sebelum anak tidur agar anak tidak mengompol saat tidur. Meskipun tidak seratus persen menjamin anak tidak mengompol, setidaknya bisa meminimalisir peluang anak untuk mengompol.

Itu dia sedikit tips buat para orang tua yang ingin memulai toilet training pada anak. Semoga tipsnya bermanfaat dan semoga berhasil ya, Mom!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Masih berusaha untuk menulis ditengah kesibukan mengurus anak

CLOSE