Waktu SMA, pasti kalian selalu mikir kalau kehidupan kuliah adalah kehidupan yang paling kalian idam-idamkan. Seperti jam masuk yang fleksibel, boleh pakai baju bebas, bla, bla, blaa... Mungkin untuk kalian yang memilih dan memiliki tujuan dalam kehidupan pendidikan kalian (dibaca : mau jadi apa nanti). Kalian pasti sudah bersiap-siap dengan jurusan kuliah apa yang akan kalian ambil, dan kalian pahami sebelum memasuki kehidupan kuliah.

Tapi, untuk yang belum ?. Well, cari tahulah mulai sekarang. Kalau bisa sebelum kalian masuk kelas 2 SMA atau 3 SMA. Nah, jurusan Animasi, akhir-akhir ini menjadi populer. Berkat beberapa media yang meliput tentang suksenya animator lokal yang bisa-bisanya bekerja diluar negeri dan menjadi bagian produksi animasi film-film box office dunia. Seperti The Avengers, Transformers, dan lain-lain. Dan melihat itu semua, kalian pastilah merasa tertarik dan berpikiran

“Tenang lah, gue masuk animasi aja. Gue bisa gambar ini”.

Oke, disini ada beberapa hal yang musti kalian pertimbangkan dan ketahui sebelum kalian kemakan dengan media-media yang kalian lihat tentang animasi, entah perkuliahannya atau entah kehidupan saat di kampusnya.

1. Itung-itungan

Good Bye, Mathematics via http://asepmukti.blogspot.co.id

Ya!

Banyak dari kalian yang pasti sudah tahu. Kalau jurusan Animasi, yang biasanya berada di Fakultas Desain Komunikasi Visual (DKV) ini. Tidak memilki mata kuliah pelajaran Matematika. Tepat sekali, betapa indahnya jurusan animasi. Tapi tahukah kalian, banyak anak yang tidak menyukai pelajaran matematika, memilih masuk jurusan animasi hanya karena tidak belajar Matematika.

Mungkin kalian semua akan senang, karena tidak akan belajar hitung-hitungan seperti Aljabar dan kawan-kawannya. Tapi dibalik itu, jurusan animasi memiliki beberapa mata kuliah dengan sks tinggi yang memiliki hitung-hitungan secara visual yang harus kalian pahami dan pelajari. Salah satu contoh, mata kuliah menggambar. Di mata kuliah ini, kalian tidak akan bertemu hitung-hitungan? Oh jangan senang dulu. Di mata kuliah ini, kalian diwajibkan memperhitungkan, antara gambar yang kalian buat dengan bentuk aslinya. Misal, kalian disuruh dosen untuk menggambar perspektif lorong kampus. Disini kalian harus bisa menggambar bagaimana gambar yang kalian buat setidaknya mendekati dengan aslinya. Dan hal itu, lebih sulit dari hitung-hitungan atau ilmu pasti.

2. Manga Style

Advertisement

Love Anime Couple via http://www.shortday.in

“Tenang aja, gue masuk jurusan animasi bukan karena nggak suka matematika kok. Tapi karena gue suka gambar. Buktinya gue pernah bikin manga buatan gue pas di sekolah”.

Percayalah nak, manga kesayanganmu tidak ada gunanya selama kamu masuk jurusan Animasi.

Kenapa?

Well, tahukah kamu? Jurusan Animasi di Indonesia mempunyai kiblat yaitu… Disney. Atau bentuk-bentuk karakter buatan Amerika, yang biasanya karakter yang mereka buat sesuai proporsi. Entah proporsi wajah ataupun tubuh. Jadi jangan harap style andalan kamu bakal terpakai.

Tapi, jangan kecewa. Saya tidak menyuruh kalian menghilangkan style kalian. Karena dengan manga style yang kalian jagokan itu, setidaknya sudah menjadi bekal bagi kalian untuk menggambar karakter animasi yang lebih realis atau lebih hidup lagi. Beberapa teman saya, dan senior yang juga awalnya senang dan mahir dengan manga. Rata-rata setelah masuk jurusan animasi. Mereka ketagihan dengan gambar realis.

Sekali lagi, jangan dihilangkan. Karena, style tersebut bisa saja digunakan untuk karakter-karakter yang bisa kalian buat tidak dalam bentuk humanoid atau manusia. Kalian bisa mengolaborasikan style-style tersebut. Salah satu contoh mata kuliah yang dimaksud disini adalah Character Design.

3. Tools

Drawing Tools via http://vimural.com

“Tenang, gue emang ngga suka manga-manga jepang kayak gitu kok. Gue lebih suka style disney yang lebih menghibur dan unik”.

Oke bagus, kalau dari awal kamu udah bisa berpikiran seperti itu. Tapi kalau kamu ada yang mikir gini :

“Gue paling prefer gambar di kertas dan sketchbook gue, liat aja dirumah ada segudang gambar-gambar gue yang pernah gue buat. Gue siap tuh masuk jurusan animasi”

Nah, kalau ini. Kalian harus mau tidak mau beralih mencoba media menggambar kalian dengan digital dari media menggambar kalian yang manual. Kenapa ?

Well, sekarang dunia animasi di dunia. Semua sudah memakai teknik digital, salah satunya adalah teknik menggambar. Di Indonesia, kurikulum kuliahnya pun tidak mau ketinggalan. Jadi kalian seharusnya mulai sekarang, sebelum memilih Animasi, sebagai jurusan kuliah kalian. Kalian harus berlatih menggambar kalian di komputer. Kalian bisa mencoba berbagai software, seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, SAI dan lain-lain. Tapi ingat, sebelum menggambar, kalian haruslah membeli Wacom atau Pen Tablet. Dimana alat tersebut adalah media kalian menggambar. Dan harganya pun minimal kisaran 1 jutaan.

Kalau kalian memilih membeli Pen Tablet dengan haraga kisaran minimal, siap-siap kalian melatih pandangan menggambar kalian menuju monitor komputer kalian, tapi kalau kalian memilih membeli dengan kisaran Pen Tablet dengan harga 20 juta keatas, kalian akan dapat fokus menggambar di layar Pen Tablet seperti kalian menggambar di kertas.

4. Softwares

Tampilan Software 3D via http://pixelsmithstudios.com

“Dari tadi ngomongin yang bisa gambar mulu, kalo gue nggak bisa gambar tapi mau masuk Animasi, bisa kan ?”

Hmm…Well. Kalian bisa saja masuk jurusan Animasi dan mengikuti setiap perkuliahan yang ada. Dengan cara mendalami software-software animasi yang menjadi kesukaan kalian.

Animasi itu ada banyak macamnya. Ada 2D (Spongebob Squarepants, Ben 10, Mickey Mouse Classic dll), 3D (Kungfu Panda, Inside Out, Transformers dll), dan Stop Motion (Corpse Bride, Paranorman dll). Sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis animasi, namun ketiga itu yang paling populer.

Jadi, kenali dulu apa yang kalian suka dari Animasi. Kira-kira, Animasi apa yang kamu senangi. Misal,

“Gue suka 2d. Gue harus pake software apa nih ?”

Kalian bisa mencoba dengan Photoshop CS 5 keatas, karena di seri tersebut. Kalian bisa membuat animasi 2d dengan frame by frame dalam pembuatannya. Bisa juga dengan After Effects, dan kalau mau lebih bagus lagi, saya sarankan pakai software Toon Boom.

“Kalau 3D, gimana ?”

Wah kalau ini, kalian bisa menggunakan banyak software. Seperti Autodesk 3dsmax, Maya (Autodesk), Cinema4D dan masih banyak lagi. Intinya, Animasi 3D lebih akan dominan kalian jumpai didalam masa perkuliahan dibandingkan jenis animasi lainnya.

“Stop Motion gimana bro? Gue suka motret nih”.

Kalian bisa gunakan software editing video dan sebenarnya banyak sekali software yang mendukung teknik animasi ini, seperti MonkeyJam, JellyCam dan masih banyak lagi.

5. Biaya

“Oke ! Gue siap masuk animasi. Gue udah niat jadi animator, gue juga bisa gambar realis, mainin software juga bisa !”

Sip bagus, sekarang tinggal biaya kuliah dan biaya kehidupan saat kalian kuliah nanti.

Kalian jago gambar, bagus. Di pengerjaan software, udah ada bayangan dan bisa menjalaninya, bagus. Siapin mental? lebih bagus lagi. Sekarang biaya yang harus kalian keluarkan untuk kuliah dan menjalani 8 semester kalian meraih S1 Animasi di kampus yang kalian inginkan.

Tentu, setiap kampus memiliki biaya yang berbeda-beda. Kalau diantara kalian, sudah tenang untuk hanya membayar biaya kuliah dan kampus. Sekarang, kalian harus bisa membayangkan biaya kalian saat mengerjakan tugas-tugas kuliah hingga ujian kalian nanti.

Karena percayalah, tugas kalian pasti akan sering mendapat revisi-revisi dan revisi lagi dari dosen kalian masing-masing. Dan rata-rata, tugas yang akan kalian kerjakan tersebut, diawal akan mengerjakan hal-hal yang berbau cetakan. Seperti printing, cat, dan lain-lain. Yang tentunya dapat menghabiskan uang yang sangat banyak.

Intinya, kalian harus memiliki niat dan tekad saat masuk Jurusan Animasi ini. Bukan karena “kepengen”, “sekedar tertarik liat orang Indonesia kerja di Disney”, dan tentunya modal “bisa gambar dan suka gambar”. Jurusan ini lebih dari itu, kalian harus konsisten dengan keputusan kalian mengambil jurusan ini. Memang nantinya, kalian akan merasa salah jurusan atau merasa tidak cocok saat masa perkuliahan.

Tapi, kembali lagi kepada tujuan dan kesukaan kalian. Agar dapat menggapai cita-cita yang ingin kalian raih di Jurusan Animasi, demi kebaikan kalian dan demi hati orang tua yang susah payah membiayai biaya kuliah di Jurusan Animasi yang rata-rata mengeluarkan biaya yang sangatlah tidak murah.