"Marry someone who is deeply interested in the deen, because that is who your children will follow." (Miftah Ismail Menk)

Ketika seorang anak tahu kalau ia mau dijodohkan oleh orangtuanya, ada dua hal kemungkinan yang terjadi: Pertama, si anak manggut-manggut aja karena sebenarnya ia senang gak perlu repot-repot lagi cari jodoh. Kedua, si anak akan menganggap orangtuanya terlalu konservatif , dan gak jarang menyebabkan pertengkaran antar anak dan orangtua, karena si anak gak mau dipaksa nikah sama orang yang bukan pilihannya. Berikut 5 alasan kenapa banyak orang yang menolak untuk dijodohkan: so, cekidot!

1. Kamu Di Hantui Kisah Siti Nurbaya

www.kompasiana.com via http://www.kompasiana.com

Siapa yang gak tahu cerita legendaris 'Siti Nurbaya' atawa 'Kasih Tak Sampai'? Yups. Novel karya Marah Rusli yang hits sejak 1922 ini memang sangat membekas dihati para pembacanya. Berkisah tentang Siti yang akhirnya terpaksa menikah dengan Datuk Meringgih, yang kaya raya tapi kasar. Padahal cinta Siti hanya untuk Samsu seorang. Dan karena kisah legendaris ini, kamu jadi berpikir untuk harus menikah dengan orang yang benar-benar kamu cintai.

2. Kamu Benar-Benar Mempercayai ‘First Sight’

www.kangecep.blogspot.com via http://blog.kangecep.com

Kurasa ku tlah jatuh cinta. Pada pandangan yang pertama. Sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya…

Advertisement

Terus tiba-tiba lagu ngehitsnya RAN bersemi-semi dihatimu saat kamu yakin si dia adalah your first sight. #tsaah. Gak ada yang salah sih kalau kamu percaya hal ini. Tapi banyak juga yang akhirnya berbahagia dengan pasangan halalnya, meskipun pasangannya itu bukanlah 'si first sight'. Lalu seorang suami bilang ke istrinya dengan penuh tatapan teduh: "Sayang, kamu mungkin bukanlah cinta pada pandangan pertamaku, tapi jelas kamu cinta terakhirku yang menemaniku hingga ke Surga." #beuuuh. Apa gak kejedot tuh si istri dikasih rayuan maut kek gitu. >_<

3. Kamu Terobsesi Nyari Yang Sempurna Menurut Versi kamu, Bukan Menurut Versi-Nya

www.kaskus.co.id via http://www.kaskus.co.id

Kamu menolak lamaran pria sholeh nan elok akhlak pilihan ortu kamu, hanya karena dia gak se-perfect yang kamu harapkan. Cowok ganteng, kaya, alim, baik, penuh perhatian dll kamu jadikan pedoman dalam pencarian cinta kamu. Sampe-sampe kamu cari kriteria cowok tipe ini di mbah google. Duh please deh! Kriteria cowok perfecto n bravo kayak gitu biasanya cuma ada di FTV atawa sinetron. Jadi di dunia nyata, cowok yang kayak gitu gak bakal ada? Jelas ada dong. Pasti udah diciptain, tapi sayangnya dia masuk kategori LIMITED EDITION. Jadi persaingan semakin ketat, dan bukan hal yang mudah untuk mendapatkannya. Dari pada sibuk mencari, yuk mendingan kita 'menjadi'. Terus perbaiki diri dan tingkatkan kualitas diri di hadapan-Nya. Biar Sang Maha Cinta memberikan jodoh yang terbaik untuk kita. So, kamu yakin masih mau terpaku mencari yang sempurna dan serba ada? :3

4. Kamu Gak Mau Dijodohin Sama Orang Yang Udah Kamu Kenal Akrab

www.youtube.com via https://www.youtube.com

Percaya apa engga, karena saking kamu nyamannya sama seseorang, kamu jadi ragu untuk melanjutkan hubungan yang terasa nyaman itu ke level yang lebih serius.

"Ah, dia mah cocoknya jadi abang aku."

"Ih, gak banget deh kalo die yang jadi bini gue. Tuh cewek kan manja banget, mana bawel!"

Pernah gak denger orang yang ngomong kayak gini pas tahu mau dijodohin? Atau jangan-jangan orang itu kamu? Atau aku? (Lah -_-) Mungkin karena saking kenalnya, dan saking akrabnya kamu memilih untuk menolak perjodohan itu karena kamu merasa si dia lebih cocok jadi sahabat atau saudara.

5. Kamu Takut Jika Kelak Mengecewakan Semua Pihak

www.daengbattala.com via http://daengbattala.com

Yang namanya perjodohan, biasanya melibatkan pihak ortu dari wanita maupun pihak ortu dari pria. Pas lagi girang-girangnya camer kamu ngomong: "Nanti kalo kamu nikah sama anak tante, kasih tante cucu yang lucu-lucu ya." Lalu tetiba terbesit dibenak kamu tentang yakinkah kamu untuk menjalani perjodohan ini karena keinginan kamu sendiri? Ataukah hanya karena semata-mata ingin menjadi anak yang berbakti kepada orangtua dengan memenuhi seluruh permintaan ortu kamu tanpa memikirkan segala konsekuensi? Dan pada akhirnya kamu memilih untuk berikhtiar mencari pasangan hidup tanpa proses 'perjodohan' karena kamu khawatir jika terpaksa menerima perjodohan itu kelak akan membawa hubungan yang tidak diharapkan, dan membuat semua pihak kecewa.

So, semua pilihan ada ditanganmu. Keep Hamasah guys! ^^