5 Keterampilan yang Penting Untuk Mengelola Bisnismu

Apa kamu tertarik dengan berbisnis?

Sebenarnya tulisan ini saya buat untuk melengkapi presentasi saya di kelas virtual Women will Hari ini. Tapi saya rasa sayang sekali jika hanya peserta kelas saja yang tau mengenai materi yang menurut saya penting ini. Jadi tulisan ini saya share juga untuk teman-teman yang ingin mengetahui atau mengevaluasi keterampilan-keterampilan bisnis yang penting.

Oya, kita ulas dulu deh, bisnis itu apa sih?

Dari Wikipedia: 

Bisnis adalah kegiatan memperjualbelikan barang atau jasa dengan tujuan memperoleh laba. 

Dari pengertian tersebut saja kita bisa melihat bahwa tujuan berbisnis adalah memperoleh laba atau keuntungan bukan? Karena itulah kita memerlukan keterampilan-keterampilan tertentu agar kegiatan yang sibuk kita lakukan bisa menghasilkan keuntungan yang akan saya bagi menjadi 6 bagian

Advertisement

1. Manajemen bisnis

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Pertama, kita kenali dulu dasar-dasar manajemen bisnis. Manajemen bisnis sendiri adalah kegiatan merancang, mengelola dan mengoperasikan sebuah bisnis. Kenapa sebuah bisnis perlu manajemen? Saya akan buat menjadi poin-poin.

Dengan perencanaan yang matang kita bisa meningkatkan efektifitas penjualan barang. Kita harus merencanakan mulai dari produk apa yang kita akan jual, cara promosinya, saluran distribusinya sampai ke konsumen, sampai ke layanan purnajualnya.

Kita bisa mengelola SDM agar bisa beroperasi dengan baik untuk mencapai tujuan bisnis yaitu… yup, keuntungan! Hehehe

Dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan, produksi & distribusi, bisnis bisa berjalan lebih mulus

Dengan pengelolaan yang baik, akan jelas jumlah pemasukan dan pengeluaran bisnis kita.

Advertisement

2. Tips pemimpin yang efektif

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Sebelumnya saya ingin membahas tantangan unik yang hanya dialami pemimpin wanita. Bukan bermaksud feminis, hanya saja pemimpin wanita sering mengalami hal seperti:

  • Bias gender. Walaupun seorang wanita menjadi seorang CEO atau direktur sekalipun dia sering tetap dituntut untuk menyeimbangkan karir dengan mengurus rumah tangga dan anak. Sering dianggap kurang serius, terutama jika berada di dunia kerja, harus pantang menyerah namun tetap asertif (mampu menyampaikan pendapatnya dengan tegas tanpa menyakiti perasaan orang lain). Selain itu, wanita juga…
  • Lebih emosional. Yeah, memang pada dasarnya struktur otak wanita itu lebih peka terhadap perasaan dibandingkan logika. Karena itulah wanita lebih emosional. Untuk mengatasi tantangan yang 1 ini wanita seharusnya dapat Memisahkan urusan bisnis dengan pribadi 
    • Mengurangi rasa sungkan dan tidak enakan
    • Berani berbicara tegas 
    • Berlatih untuk memproses hal secara objektif
  • Kurang percaya diri.  Hal ini biasanya terjadi karena budaya lama yang menempatkan wanita hanya sebagai pengikut atau pendamping. Sehingga saat harus mengambil posisi sebagai pemimpin wanita banyak yang kurang percaya diri.
  • Untuk bisa mengatasi hal ini, cobalah untuk lebih berani mempromosikan diri. Bangun personal brand Anda tanpa malu-malu. Jangan plin-plan sehingga apa yang Anda katakan bisa dipercaya orang lain. Berani mengambil keputusan sendiri tanpa takut salah, karena benar atau salah bisa menjadi pelajaran.
  • Terakhir masalah persepsi dari karyawan terhadap pemimpin wanita: suka mengatur dan banyak maunya. Padahal kalau hal tersebut dilakukan oleh pemimpin lelaki belum tentu dianggap begitu. Hehehe… mansplaining ya? Tapi walau dihadapkan dengan persepsi tersebut, ingatlah kalau kita melakukan itu karena memang menjadi tanggung jawab pemimpin.

Baiklah, cukup mengenai wanita, kita bahas kembali soal pemimpin. Ada beberapa tips untuk bisa menjadi pemimpin yang efektif yang akan kita bahas. 

  1. Lakukan delegasi. Mulai dari sejak dini biasakan untuk mendelegaskan tugas ke tim atau karyawan. Mulai dari yang kecil dan mudah dulu, atau jika Anda pintar memilih dan memiliki tim atau karyawan yang lebih mahir di suatu bidang daripada Anda, bisa delagasikan tugas tersebut untuknya. 
  2. Berikan wewenang ke karyawan yang dipercaya untuk mengambil keputusan. Semakin sering kita melakukannya, karyawan akan semakin mahir dan kita pun akan memiliki tim yang handal. 
  3. Berikan kepercayaan kepada metode kerja masing-masing karyawan selama tujuan dan hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Banyak jalan menuju roma bukan? 
  4. Berikan toleransi ketika tim melakukan kesalahan. Ketika mereka tidak takut melakukan kesalahan (yang sifatnya bukan penyelewengan atau penipuan), maka kreativitas mereka akan makin terbangun. 
  5. Tetap Lakukan supervisi untuk meminimalkan resiko dan memastikan hasil yang diharapkan. Saat pemimpin memiliki tim yang handal, maka tugasnya menjadi makin mudah dan hanya tinggal melakukan supervisi terhadap hasil kerja karyawannya. 

3. Manajemen sumber daya manusia

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Karena kita tidak mungkin melakukan semuanya sendirian, Untuk itulah kita memerlukan tenaga kerja atau karyawan untuk membantu mencapai tujuan bisnis kita. Karena itulah kita perlu manajemen sumber daya manusia. 

Manajemen sumber daya manusia ini penting karena:

  • Bisa membuat para karyawan bekerja dengan satu tujuan, sehingga Tujuan perusahaan tercapai
  • Karyawan yang jelek dapat merugikan perusahaan, dengan manajemen yang tepat kita bisa meminimalkan kemungkinan mempekerjakan orang yang berkualitas jelek di perusahaan kita.
  • Dapat membuat Karyawan bekerja dengan efektif, yang akan meningkatkan nilai perusahaan.
  • Mendapatkan orang-orang terbaik untuk menjadi karyawan atau tim kerja kita. Karyawan yang baik dapat membantu Anda mengembangkan bisnis begitupun sebaliknya. karena itu perhatikanlah beberapa tips manajemen SDM di bawah ini.
Tips 1, Merekrut karyawan yang baik
  1. Ketahui tim yang perlu Anda kumpulkan untuk membantu menjalankan dan mengembangkan bisnis Anda.
  2. Rekrut orang atau tim yang bisa melengkapi kebutuhan Anda dan memiliki keterampilan tinggi.
  3.  Kemampuan/keterampilan khusus diperlukan dan didampingi dengan kemampuan akademis, tapi yang lebih penting lagi adalah sikap atau perilaku mereka. Pakar dalam industri perekrutan, Greg Savage bahkan mengatakan: “Hire an attitude, not just experience and qualification.”
  4.  Kenali minat/ketertarikan mereka, cari yang sesuai dengan bisnis Anda.
  5.  Tentukan budget Anda, hire yang terbaik semampu Anda.
Tips 2,  Melatih karyawan
Setelah mendapatkan anggota tim Anda, latihlah dan instruksikan mereka mengenai kerja dan stAndar ketika bekerja dengan Anda. Dengan melatih karyawan, 
  1. Karyawan Anda dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien karena sudah tahu sistem dan prosesnya
  2. Karyawan bisa menghasilkan pekerjaan dengan stAndar yang dibutuhkan perusahaan
  3. Karyawan Anda akan mendapat ilmu baru untuk pengembangan diri sehingga lebih bahagia dan loyal

Tips 3, Meningkatkan performa karyawan
Performa seseorang bisa berfluktuasi karena berbagai alasan, agar performa karyawan dapat dijaga baik, ada tips berikut:

  1. Selalu apresiasi pekerjaan mereka mulai dari hal kecil. Walaupun hanya sesederhana ucapan terima kasih dan good job!
  2. Rayakan di publik jika mereka menghasilkan pekerjaan hebat.
  3. Berikan kritik/peringatan secara privat, fokus ke solusi bukan emosi.
  4. Buat lingkungan kerja senyaman mungkin, selalu menebarkan aura positif / menyenangkan.
  5. Berikan pelatihan sesuai yang dibutuhkan.Selalu bantu tim ketika sedang menghadapi masalah.

4. Manajemen operasional

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Dengan manajemen operasional yang baik kita dapat:

  • Menjaga konsistensi barang/jasa
  • Meningkatkan kualitas, efektifitas, skala dan produksi barang/jasa
  • Meningkatkan reputasi bisnis Anda sebagai bisnis yang dapat diandalkan oleh rekan bisnis/konsumen untuk memproduksi barang atau memberikan hasil dalam waktu yang ditentukan.

Berbicara soal produksi, kita akan membahas beberapa tips agar produksi, supply dan distribusi produk kita sesuai dengan permintaan pasar, kita juga bisa meminimalkan barang tidak terjual dan mengurangi biaya transport untuk relokasi distribusi barang.

Tips 1: Cara memprediksi permintaan dan persediaan produk.
Ada 3 cara yang bisa kita gunakan untuk memprediksi permintaan

  1. Prediksi kualitatif. Cara ini lebih menggunakan data dari riset pemasaran, Analisa komparatif atau perbandingan dan opini ahli untuk membentuk estimasi kuantitatif. Anda perlu mengamati dan mencari data dari berbagai sumber. Contoh: Berdasarkan riset pasar dan juga opini desainer Indonesia, kini permintaan hijab yang trendy dan cantik meningkat. Setelah mengamat competitor yang dapat menjual kurang lebih 1000 hijab dalam 1 bulan, Anda dapat juga memasok  1000 hijab dengan desain yang sesuai dan harga terjangkau.
  2. Analisa berdasarkan waktu. Menggunakan data lampau yang ada mengenai tren yang jelas. Contoh: berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, permintaan kue kering menjelang lebaran meningkat 3X lipat. Sehingga Anda dapat memasok barang juga 3X lipat.
  3. Mode kausal. Ini cara yang lebih kompleks untuk memprediksi dengan memikirkan berbagi factor dengan varian bobot yang berbeda yang mempengaruhi permintaan pasar, seperti kompetisi, keadaan ekonomi, data lampau, aksi promosi, anggaran dan cuaca. Juga hal-hal tidak biasa yang sedang terjadi saat itu. Misalnya pandemic global seperti saat ini.

Tips 2. Mendapat bahan dasar yang tepat
Setelah memprediksi jumlah yang ingin diproduksi Anda harus mencari pemasok bahan baku yang akan digunakan. Beberapa tips berikut bisa Anda gunakan

  1. Cek pemasok local dan internasional. Yang harus Anda pertimbangkan adalah kualitas bahan, waktu pengiriman, dan harga total.
  2. Langsung beli bahan dari pabrik. Cari tau pabrik terdekat yang bisa Anda beli barangnya sehingga akan mengurangi jalur distribusi yang akan mengurangi harga beli Anda.
  3. Berhati-hati ketika membeli dalam jumlah besar. Memang cenderung ada diskon, tetapi pikirkan ongkos penyimpanan bahan, apakah bahan dapat rusak dan apakah Anda dapat menjual semuanya sebelum masa kadaluarsa?

Tips 3. Menjaga kualitas produk
Anda harus memastikan kualitas produk konsisten dari waktu ke waktu karena:

  1. Pelanggan menghubungkan kualitas barang dengan brand yang menjadikan asumsi standar kualitas dan reputasi brand.
  2. Jika kualitas menurun akan berdampak pada kepuasan pelanggan dan reputasi brand! Bayangkan jika kualitas produk Anda tidak konsisten, dan saat kualitasnya rendah justru di saat itu pembeli potensial Anda mencoba produk Anda! Maka asumsi yang muncul adalah seluruh produk Anda berkualitas rendah! Contoh: Restoran Padang Sederhana. Restoran ini ada di seluruh Indonesia dengan cabang-cabang berbeda. Mereka harus menjaga kualitas sehingga dimanapun cabang yang  pelanggan datangi, mereka dapat merasakan rasa masakan dan tingkat pelayanan yang sama. Kalau tidak sama, tentu pelanggan akan cenderung pergi ke cabang yang rasa dan pelayanannya lebih enak, jika mereka mengetahuinya. Tapi yang lebih fatal adalah jika ada cabang dengan kualitas buruk, akan membawa citra buruk kepada seluruh brand.

5. Manajemen pemasaran

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Manajemen pemasaran adalah proses membangun dan merencanakan strategi untuk memasarkan produk atau jasa. Mengapa ini penting?

  • Anda bisa membuat rencana yang lebih terstruktur, efektif dan efisien untuk memasarkan produk atau jasa Anda.
  • Anda bisa mengukur biaya dan hasil dari setiap program pemasaran Anda dengan jelas
  • Anda bisa melakukan perbaikan secara berkala di proses pemasaran bisnis Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih baik ke depannya.

Proses pemasaran tidak bisa terlepas dari branding. brand adalah apa yang terlintas di benak konsumen saat bisnis Anda disebut.
Jeff bezos mengatakan dengan sangat bagus tentang brand: brand is what other people say about you when you’re not in the room

Kalau bisnis Anda belum memilik branding, akan sulit bagi orang-orang untuk mengingat bisnis Anda, misalnya saat ini Anda berbisnis baju dan tidak memberikan merek di baju Anda. Anda memang masih bisa memperoleh sales dan profit yang banyak, tapi konsumen akan susah mengingat bisnis Anda. Bayangkan saat ini ada orang yang membeli baju Anda, di kemudian hari, belum tentu dia membeli lagi karena sudah lupa. Yang dia ingat hanyalah ia membeli baju di took Anda, dia tidak tahu baju yang dia beli merek apa, image yang bisa dia tangkap dan ingat untuk produk Anda apa. Jika di kemudian hari ada temannya yang bertanya dia membeli baju dimana, paling mentok konsumen itu akan menjawab “di toko online”.

Kita tidak membahas branding secara mendalam. Tapi ada 6 kunci dalam branding:

  1. Bisnis mempunyai tujuan yang jelas (selain menghasilkan uang). Misalnya saja: memberikan pengalaman makan yang eksotis sekaligus menjaga alam.
  2. Branding yang konsisten. Pasti tahu apple dan logonya berupa aple yang digigit kan?
  3. Membangun hubungan dengan pelanggan.
  4. Harus dapat beradaptasi.
  5. Pekerja yang membantu membangun brand sesuai dengan standar merk.
  6. Sadar dengan kompetisi dan cara Anda membedakan diri dari mereka.

6. Manajemen keuangan

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Di bagian ini saya akan membahas komponen-komponen managemen keuangan yang perlu Anda lakukan.

  1. Perencanaan keuangan. Membuat rencana pemasukan, pengeluaran, dan kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran keuangan. Membuat rincian pengeluaran dan pemasukan
  3. Pengelolaan keuangan. Memaksimalkan penggunaan dana bisnis Anda dengan berbagai cara. Misalnya saat sudah terkumpul cukup banyak dana di kas bisnis Anda, bisa diinvestasikan sebagian untuk mengamankan asset.
  4. Pencarian keuangan. Mencari sumber dana dan memaksimalkan yang ada untuk operasional bisnis.
  5. Penyimpanan keuangan. Mengumpulkan, menyimpan dan mengamankan dana bisnis Anda. Misalnya membuat rekening khusus usaha dan menyimpan dalam bentuk deposito.
  6. Pengendalian keuangan. Melakukan evaluasi dan perbaikan atas keuangan dan system keuangan pada bisnis Anda.
  7. Pemeriksaan keuangan. Melakukan audit internal atas keuangan bisnis Anda agar tidak terjadi penyimpangan. Apalagi[a1]  jika Anda menunjuk bendahara untuk menyimpan dana perusahaan.
  8. Pelaporan keuangan. Penyediaan informasi tentang kondisi keuangan bisnis Anda yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Laporan keuangan ini akan sangat Anda butuhkan saat anda ingin mencari modal tambahan atau mendapatkan investor.

Nah, itulah beberapa dari sekian banyak keterampilan yang perlu Anda pelajari dan kembangkan dalam menjalankan bisnis. Akan ada banyak sekali keterampilan baru yang muncul dan harus kita update kalau ingin terus berkembang.

Oya, Jangan pernah merasa cukup dengan yang sudah kita pelajari saat ini dan miliki keinginan untuk terus belajar adalah salah satu keterampilan penting lain yang perlu kita miliki, hehehe. Semoga sharing saya kali ini bermanfaat ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

menulis itu hobi dan tempat curhat terbaik

CLOSE