Dear Ibu Hamil, 5 Mitos Ini Jangan Buru-buru Dipercaya. Cek Dulu Kebenarannya

Mitos ibu hamil

Berkembang biak merupakan kebutuhan dasar semua makhluk hidup, termasuk manusia. Sebagai makhluk yang memiliki akal dan perasaan, manusia berusaha mendapatkan keturunan dengan jalan menikah.

Meski setelah menikah kehadiran buah hati begitu dinanti baik bagi kedua pasangan maupun keluarganya, ternyata setelah si jabang bayi hadir di Rahim ibu banyak sekali pantangan ini itu yang menyebabkan ibu semakin merasa tak nyaman.

Padahal tak semua pantangan-pantangan tersebut benar adanya. Nah, jika kamu ingin tahu mitos ibu hamil apa saja yang ternyata salah besar, simak artikel ini hingga usai!

ADVERTISEMENTS

1. Dilarang mengecat rambut

Photo by Vinicius Wiesehofer from Pexels

Photo by Vinicius Wiesehofer from Pexels via https://www.pexels.com

Satu lagi pantangan besar bagi ibu hamil, yaitu mengecat rambut. Kata orang, zat kimia yang trekandung dalam zat pewarna rambut akan sangat berbahaya bagi janin.

Faktanya, meski memang ada zat kimia yang terkandung dalam cat pewarna rambut, tapi jumlahnya sangat kecil. Dari berbagai penelitian yang dilakukan para ahli menyatakan, pewarna rambut sama sekali tak berbahaya jika digunakan ibu hamil.

Namun, ada beberapa syarat yang sebaiknya dipatuhi jika ingin mengecat rambut. Pertama, lakukanlah saat kehamilan memasuki trimester kedua. Lakukan pengecatan rambut di tempat yang memiliki sirkulasi terbuka

Jangan biarkan zat pewarna berada di kulit kepala lebih dari batas waktu yang ditentukan pada kemasannya. Gunakan sarung tangan saat mewarnai rambut. Dan jangan lupa membilas rambut dan tangan dengan bersih setelah selesai.

ADVERTISEMENTS

2. Bentuk perut dan detak jantung menentukan jenis kelamin

Buah Hati

Buah Hati via https://pixabay.com

Selama ini beredar mitos di kalangan masyarakat Indonesia yang mengatakan bahwa posisi bayi dan detak jantungnya akan menunjukkan jenis kelamin bayi tersebut.

Katanya, kalau perut menonjol ke atas, artinya jenis kelamin si jabang bayi adalah perempuan. Demikian juga jika detak jantungnya cepat. Sebaliknya, jika perut menonjol ke bawah dan detak jantungnya lambar, berarti si bayi berjenis kelamin laki-laki.

Kepercayaan ini bisa dibilang salah besar karena bentuk perut akan sangat bergantung pada faktor fisiologis wanita. Sedangkan cepat atau lambatnya detak jantung bayi tergantung pada kesehatan dan usia bayi.

ADVERTISEMENTS

3. Dilarang pelihara kucing

Photo by Tranmautritam on Pexels

Photo by Tranmautritam on Pexels via https://www.pexels.com

Mitos selanjutnya, wanita hamil dilarang keras memelihara atau bahkan sekadar menyentuh kucing. Katanya, sih, kuman-kuman yang ada pada kucing bisa membuat ibu hamil keguguran atau melahirkan bayi yang cacat.

Padahal sebenarnya tidak ada masalah untuk ibu hamil jika ingin memelihara kucing. Asalkan, jangan sampai terkena kotorannya karena kotoran kucing berpotensi menularkan virus tokso yang sangat berbahaya bagi janin.

Oleh sebab itu, jika ingin memelihara kucing, selalu pastikan kebersihannya maupun kandangnya selalu terjaga.

ADVERTISEMENTS

4. Makanan pedas merangsang kontraksi

Cabai Rawit

Cabai Rawit via https://pixabay.com

Tentu tak ada seorang ibu yang ingin jabang bayinya gugur. Oleh sebab itu, banyak pantangan-pantangan aneh yang terpaksa dipatuhi ibu hamil agar anak yang dikandungnya sehat selamat hingga lahir ke dunia di waktu yang tepat.

Salah satu mitos yang menyiksa ibu hamil penggemar pedas adalah bahwa makanan pedas bisa mengakibatkan keguguran atau bayi yang lahir cepat.

Padahal sebenarnya sama seperti orang lain, makanan pedas hanya akan membuat ibu hamil diare, bukannya kontraksi hingga mengakibatkan bayi lahir cepat.

ADVERTISEMENTS

5. Jika suka makan daging saat hamil maka bayinya laki-laki, kalau suka makan sayur bayinya perempuan

Sayur dan Daging

Sayur dan Daging via https://pixabay.com

Satu lagi mitos konyol yang beredar di masyarakat. Katanya, jika saat hamil sang ibu suka makan daging, maka anak yang akan lahir adalah laki-laki. Sedangkan jika ibunya gemar makan sayuran, maka jabang bayinya berjenis kelamin perempuan.

Faktanya, apa yang dimakan ibu saat hamil sama sekali tak berpengaruh pada jenis kelamin bayi. Yang benar, jenis kelamin bayi bisa diusahakan dengan makan sayuran atau daging selama program hamil.

Penjelasan ilmiahnya, meski penentu jenis kelamin ada pada sperma laki-laki yang membawa kromosom X dan Y, tapi kondisi vagina wanita juga sangat menentukan.

Saat banyak mengonsumsi daging, kondisi vagina wanita akan menjadi basa. Keadaan ini akan menguntungkan sperma dengan kromosom Y yang membawa gen anak laki-laki untuk dapat lebih berpeluang membuahi sel telur.

Sebaliknya, jika rutin mengonsumsi sayur-sayuran, vagina wanita akan menjadi asam sehingga meningkatkan potensi sperma pembawa kromosom X yang membawa gen anak perempuan untuk pembuahan.

Namun, tentu saja, ini bukan satu-satunya faktor yang menentukan jenis kelamin anak yang nantinya akan dikandung calon ibu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Aku suka menyendiri untuk membaca dan menulis, namun aku juga suka berkumpul bersama teman-teman untuk bercanda, tertawa dan menikmati kebersamaan.

Editor

Not that millennial in digital era.