Seiring berkembangnya media informasi, Kampung Inggris yang berlokasi di Pare, Kediri semakin terkenal di seluruh Indonesia. Namun arus informasi yang tak terbendung tentang Kampung Inggris, nggak jarang malah timbul mitos atau misinformasi.

Nah sebagai warga yang tinggal di sekitar Kampung Inggris, Aku merasa perlu meluruskan beberapa anggapan yang selama ini keliru mengenai Kampung Inggris.

1. Semua warga lokal memakai Bahasa Inggris

Kawasan Kampung Inggris

Kawasan Kampung Inggris via https://id.wikipedia.org

Meski ada beberapa warga lokal yang bisa berbahasa Inggris, namun dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua warga memakai bahasa jawa. Namun karena banyaknya siswa kursus yang mempraktekan bahasa Inggrisnya dalam percakapan sehari-hari di jalan, warung, atau tempat tempat nongkrong. Jadi suasana Inggrisnya terasa karena banyak siswa yang berbahasa Inggris.

2. Pengajar di Kampung Inggris itu bule atau native speaker

Meski kadang ada bule yang ke Kampung Inggris, namun tujuan bule ke kampung inggris tersebut biasanya tidak lama. Kebanyakan pengajar di Kampung Inggris adalah sesama orang Indonesia yang mana biasanya mereka lulusan Kampung Inggris juga. Mayoritas pengajarnya masih berusia 20-30 tahun.

3. Belajar di Kampung Inggris bisa bikin kamu langsung pintar Bahasa Inggris

Advertisement

Program di Kampung Inggris sangat bervariasi, mulai dari 2 minggu hingga 1 tahun. Tentu saja kalau Kamu cuma belajar 2 minggu, maka hasilnya nggak bakalan signifikan meningkatkan kemampuanmu berbahasa Inggris. Namun kalau kamu belajarnya berbulan-bulan, harusnya sih keluar Kampung Inggris kamu udah cukup lancar buat ngomong.

4. Kampung Inggris adalah nama 1 lembaga kursus Bahasa Inggris

Lembaga kursus Peace

Lembaga kursus Peace via https://peacekampunginggris.com

Lembaga Basic English Course (BEC) yang didirikan tahun 1977 menjadi pionir berdirinya Kampung Inggris di Pare. Perlahan BEC mulai dikenal luas dan semakin banyak yang ingin belajar di BEC. Karena tingginya minat masyarakat mempelajari bahasa Inggris, kian hari jumlah peserta kursus maupun lembaga kursus juga semakin banyak. Hingga kini, ada puluhan kursus bahasa Inggris di daerah Kampung Inggris, seperti Peace, Elfast, Mr BOB, Global English, dll.

5. Biaya di kampung inggris mahal alias menguras kantong

Belakangan ini, banyak agency/broker yang menjadi perantara siswa ke lembaga kursusnya. Nah agency ini biasanya menaikan biaya bimbel untuk mengambil untung. Kalau kamu langsung daftar di bimbelnya, biayanya nggak terlalu mahal kok. Misalnya untuk program reguler speaking, kamu bisa ikut kursus 2 minggu dengan biaya 80an ribu selama 2 minggu tersebut! Murah banget kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya