Seorang Ibu adalah tempat pertama untuk belajar bagi anak-anaknya. Maka, banyak yang berpendapat bahwa seorang Ibu harus berpendidikan tinggi demi menjadi Mama yang baik nantinya. Sebetulnya, tidak harus berpendidikan tinggi, sebab yang benar adalah berpendidikan baik. Karena tidak semua perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam bangku perkuliahan.

Tak apa jika kamu adalah salah satu dari banyaknya perempuan yang hingga kini belum memiliki kesempatan untuk menjadi sarjana. Kamu tetaplah calon Mama muda yang baik, asal sedari sekarang mau memahami dan menerapkan 5 hal ini.  

1. Banyak belajar menahan emosi dari sekarang. Biar kamu nggak jadi mama yang menakutkan

jangan emosian ah

jangan emosian ah via https://unsplash.com

Hayo, siapa yang masih sering marah-marah sendiri, gampang emosi dan moody-an? Wah, kalau sifat yang satu ini masih kamu pelihara, yuk, dari sekarang mulai belajar untuk nggak lagi mudah terpancing untuk meluapkan amarah. Jangan sampai saat kamu sudah menjadi Mama nantinya, kamu jadi mudah marah dan meluapkan kekesalanmu pada anak.

Advertisement

Bukannya lengket dengan kamu sebagai Mama, bisa jadi anakmu nantinya takut dan enggan berdekatan denganmu. Bagaimana bisa dekat, Mamanya saja Mama galak.

2. Sudah saatnya kamu meningkatkan skill memasakmu. Biar jadi mama yang kian disayang

jangan cuma bisa masak mi sama air

jangan cuma bisa masak mi sama air via https://unsplash.com

Untuk kamu yang masih manja, nggak mau belajar masak dan lebih milih jajan atau sekadar membuat mi instan. Sepertinya, ini saat yang tepat untuk kamu meningkatkan kemampuan memasakmu, deh. Bisa masak itu modal penting jadi Mama, lho. Masa iya, nantinya kamu mau masak mi selalu, nasi goring tiap malam, atau jajan di luar yang belum tentu kebersihannya terjaga?

3. Yuk mulai biasakan diri untuk bilang maaf, tolong dan terima kasih. Biar anakmu nanti jadi anak yang sopan dan santun

maaf, tolong, dan terimakasih

maaf, tolong, dan terimakasih via https://unsplash.com

Mengatakan maaf, tolong dan terimakasih mungkin terdengar sepele. Tapi sejauh ini, masih banyak orang yang sukar mengatakan tiga kata tersebut. Dengan tiga kata tersebut, kamu akan belajar menghargai orang lain dan mungkin juga dirimu sendiri.

Advertisement

Maka dari itu, sangat disarankan untuk kamu mulai membiasakan dirimu sendiri untuk mengatakan maaf, tolong dan terimakasih kepada orang lain, supaya nantinya, kamu bisa mengajarkan, betapa bermaknanya ketiga kata tersebut pada anakmu

4. Belajar Jadi Calon Mama Kreatif Dari Sekarang. Agar Saat Anak Rewel Nanti, Kamu Tak Memakai Gadget Sebagai Andalan

jadi mama yang kreatif

jadi mama yang kreatif via https://unsplash.com

Menjadi Mama kreatif itu seperti apa sih? Ya menjadi Mama yang ketika anak sedang rewel, tidak serta merta diberi gadget supaya kembali tenang. Banyak cara untuk menyenangkan hati anak, supaya anak tidak rewel, selain diberi hiburan youtube atau game. Misal, ajak anak ke taman dan bermain gelembung sabun, bisa juga dengan mengajaknya bermain ular tangga.

Sering-sering yuk, mampir ke perpustakaan dan temukan bahwa banyak sekali buku yang nantinya bisa mengajarkanmu membuat mainan dari barang bekas, atau cara menghias kamar anak dengan peralatan sederhana, dan mungkin, kebiasaan membacamu sendiri bisa jadi cara untuk membuat anakmu kelak jadi tenang dan senang membaca.

5. Selain Menahan Emosi, Menahan Nafsu Untuk Nggak Belanja Berlebihan Patut Diterapkan Sekarang. Sst, Jangan Jadi Mama Boros

tahan nafsu belanja dong sis

tahan nafsu belanja dong sis via https://startupcamp.com

Menjadi Mama berarti keluarga kecilmu bertambah anggotanya. Itu pertanda, semakin banyak yang perlu dibeli dan dipersiapkan untuk kelangsungan di kehidupan mendatang. Biar nggak kaget menghadapi dunia Mama yang serba tidak terduga, nggak ada salahnya sih untuk kamu mulai menahan nafsu belanjamu sendiri, mengurangi keinginan membeli barang yang nggak penting-penting amat kemudian menabungnya.

Jangan lagi minder hanya karena kamu tak jadi sarjana seperti yang lain. Karena menjadi sarjana atau tidak bukanlah sebuah tolak ukur kemampuanmu untuk menjadi orangtua yang baik nantinya. Orang baik dan berpemahaman tinggi, tak selalu berasal dari bangku perkuliahan. Ok?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya