Sudah siapkah bisnismu mengubah ketidakpastian menjadi peluang? Prediksi Gartner untuk 2023 bisa jadi membantu kamu untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang perlu dipersiapkan oleh bisnis.
Mengakhiri bulan Januari 2023, kamu wajib pertimbangkan bagaimana beberapa prediksi Gartner ini menjadi teknologi dan evolusi bisnis di tahun-tahun berikutnya. Membuat strategic planning ke dalam roadmoap bisnismu jadi keputusan tepat bagi para decision maker.
Menurut Daryl Plummer, VP Distinguished Analyst dan Garnter Fellow, diprediksi tema tahun ini adalah seize uncertainty. Tahun ini mendorong organisasi untuk fokus pada ruang lingkup yang masih lemah.
Seize uncertainty
Kebanyakan orang tidak menyukai perubahan. Orang, budaya, pasar, dan strategi lebih menghargai konsistensi dan stabilitas daripada inovasi dan ketidakpastian. Plummer melihat para eksekutif harus memperhitungkan kemungkinan kegagalan sebagai cara untuk menemukan kesuksesan.
Kamu dapat meningkatkan keberlanjutan dengan otomatisasi dan AI, tetapi tetap harus menerapkan kehati-hatian untuk hasil yang tidak sesuai dengan rencana. Demikian pula, jika ingin membuat lingkungan kerja yang fleksibel atau ketika hadirnya inflasi yang dapat mengancam pilihan pekerjaan mereka.
Pertimbangkan lima prediksi ini untuk membuat bisnismu lebih fleksibel, mudah beradapatasi dan siap menghadapi tantangan yang datang.
1. Hingga tahun 2027, virtual workspace akan mencapai 30% dari pertumbuhan investasi dalam teknologi metaverse dan reimagine lingkungan kantor
Creative company professional via https://www.freepik.com
Creative company professional via https://www.freepik.com
Virtual workspace mampu meningkatkan kemampuan untuk menyatukan karyawan tanpa memandang lokasi geografis. Ini juga termasuk karyawan yang tidak dapat bergabung dalam pertemuan tatap muka.
Virtual workspace memberikan solusi alternatif perjalanan dan pertemuan. Bagi organisasi yang masih menerapkan remote atau hybrid, virtual workspace dapat menggantikan kantor dan membangun pengalaman digital employee experience.
2. Pada tahun 2025, labor volatility diprediksi menyebabkan 40% organisasi melaporkan kerugian bisnis material dan mengubah strategi agar lebih resilience
Medium shot stressed man looking at papers via https://www.freepik.com
Medium shot stressed man looking at papers via https://www.freepik.com
Sebanyak 40% organisasi akan berjuang untuk memastikan konsistensi dan stabilitas dalam operasi mereka. Organisasi juga perlu melakukan perubahan yang signifikan untuk berfokus pada fleksibilitas dan memastikan model bisnis mereka.
Misalnya, 57% karyawan tidak percaya perusahaan jika mereka mampu menghadirkan pengalaman customer yang baik saat ini.
3. Pada tahun 2025, organisasi diperkirakan mampu memulihkan kesenjangan dan akan mengurangi jumlah perempuan sebesar 30%
Displeased redhead via https://www.freepik.com
Displeased redhead via https://www.freepik.com
Organisasi berjuang untuk memiliki skill yang tepat dalam memberikan strategi bisnis mereka. Pada saat yang sama, organisasi berusaha untuk lebih beragam karena tekanan investor, ekspektasi masyarakat, dan keinginan untuk mewujudkan nilai bisnisnya.
Kompensasi jadi pendorong utama dalam mempertahankan skill. Karyawan ingin mendapat kompensasi yang sesuai hingga berganti pekerjaan untuk mendapatkan gaji sesuai dengan ekspektasi mereka.
4. Hingga taun 2025, employee value metric seperti kesejahteraan, kelelahan, dan kepuasan terhadap semua brand akan mengesampingkan ROI
Real estate building via https://www.freepik.com
Real estate building via https://www.freepik.com
Organisasi yang menciptakan pengalaman karyawan yang lebih baik cenderung berkinerja baik pada metric pengalaman pelanggan, sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan loyalitas yang lebih tinggi.
Model ROI tradisional cenderung meningkatkan investasi jangka pendek, seperti dalam penurunan biaya (mengurangi jumlah karyawan) atau meningkatkan pendapatan.
5. Pada tahun 2025, AI akan mengonsumsi lebih banyak energy daripada tenaga kerja manusia, secara signifikan dapat mengimbangi konsumsi nol karbon
Technology human touch background, via https://www.freepik.com
Technology human touch background, via https://www.freepik.com
Konsumsi energy oleh AI berkembang pesat seiring dengan meningkatnya penggunaan untuk mengotomatisasi aktivitas manusia. Model machine learning (ML) harus dilatih dan dijalankan untuk kebutuhan cloud data center.
Sebelum menggantikan AI sebagai teknologi yang menghabiskan terlalu banyak energy, perlu diperhatikan bahwa manfaat AI berpotensi jauh lebih besar daripada penggunaannya sendiri. Namun, potensi ini dapat terwujud jika AI diterapkan secara proaktif dan efektif dibanyak proses, perusahaan, dan organisasi.
Nah, begitu prediksi strategi menurut Gartner di tahun 2023. Bagaimana menurutmu, Sobat Hipwee?
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”
”