Seniman muda Indonesia memiliki bakat dan kemampuan yang tidak kalah dengan orang-orang luar negeri. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya seniman Indonesia yang telah berkarir dan bahkan beberapa di antara mereka telah mendapatkan penghargaan hingga ke kancah Internasional. Siapa saja mereka? Berikut adalah 5 seniman wanita muda asal Indonesia yang perlu Anda ketahui dan memiliki prestasi yang menarik:

1. Monica Hapsari

UNTITLED 5 by Spasium feat. Monica Hapsari via http://spasium.com

Adalah seorang seniman grafis yang lahir pada tahun 1983 di Jakarta, Indonesia. Berkat background pekerjaan Monica sebagai illustrator dan penata busana wanita, hasil karya-karyanya memiliki warna-warna yang menarik dan identik dengan wanita. Tidak hanya itu, gaya desainnya juga sangat detil dan menarik perhatian banyak orang.

Ilustrasi pertamanya diterbitkan di GADIS Annual Edition 2007, dan menjadi pemenang "7 Asia Media Award" yang diadakan di Macau, China untuk kategori "Desain dan Ilustrasi Terbaik untuk Majalah dengan lebih dari 50.000 eksemplar". Dia kemudian memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang industri fashion saat ia bergabung dengan majalah fashion ternama, A + sebagai stylist mode in-house.

Pada tahun 2009, ia menggelar pameran kelompok pertamanya dengan lukisan manik-manik berjualan tangan di Ruang Rupa, Jakarta. Monica Hapsari kini bekerja sebagai penata busana freelance, ilustrator dan seniman visual dengan lukisan tangan. Gaya menggambar, styling dan tulisan tangan-nya telah dipublikasikan di banyak majalah juga untuk beberapa klien high end. Baginya, hidup adalah untuk berkarya, dan hal itu merupakan salah satu cara untuk menghormati inti sejati dari alam semesta itu sendiri.

2. Ruth Marbun

Advertisement

Ignore Them All by Spasium feat. Ruth Marbun via http://spasium.com

Ilustrator yang satu ini berbasis di Jakarta, Indonesia. Pada awal karirnya dia bekerja di bidang fashion. Tapi pada akhirnya dia menyadari bahwa ia lebih menyukai bidang seni daripada fashion. Dia menyadari bahwa dia membutuhkan ruang yang lebih besar untuk mengungkapkan pikirannya. Setelah beberapa tahun berpengalaman dalam industri fashion di luar negeri, yaitu di London dan Singapura, ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke tanah air. Dia percaya pada bahasa ketulusan, kekuatan warna, dinamika tekstur, dan pentingnya interaksi antara seni dan penontonnya. Karya-karyanya saat ini mencakup lukisan, kolaborasi dengan musik, dan penerbitan yang masing-masing menceritakan pertanyaanya dan ketertarikannya terhadap proses, kebiasaan, dan interaksi antara manusia dan lingkungannya di kehidupan sehari-hari. Beberapa karya-karya desainnya bernada fun, ekspresif dan cenderung seperti hasil lukisan cat. Dirinya juga sedikit banyak memasukkan unsur humor dalam karya-karyanya.

3. Sanchia Hamidjaja

Polluted Runner by Spasium feat. Sanchia Hamidjaja via http://spasium.com

Perempuan lulusan Desain Komunikasi Visual dari Swinburne National Institute of Technology, Melbourne, Australia pada tahun 2004 ini merupakan ilustrator yang berbasis di Jakarta. Dia memulai karirnya dalam periklanan sebagai perancang grafis dan kemudian menjadi direktur seni / ilustrator di studio grafis gerak. Selain itu dia juga melakukan pengecatan mural sebagai pekerjaan sampingannya. Setelah 7 tahun berada di industri periklanan, Sanchia memutuskan untuk fokus sebagai ilustrator visual artist / freelance, karyanya mencerminkan berbagai bidang kreatif visual seperti komik dan kartun. Karya-karyanya banyak berupa desain-desain karakter/doodle yang menceritakan kehidupan sehari-hari.

Pada tahun 2011 Sanchia mengadakan pameran tunggalnya yang pertama (The Yin & Yang Dogs) di Inkubator Gallery. Sejak itu karyanya telah dipamerkan di sejumlah galeri seni di seluruh negeri, termasuk banyak karya mural yang ditugaskan di berbagai hotel dan restoran.

4. Nani Puspasari

Rama and Shinta by Spasium feat. Nani Puspasari via http://spasium.com

Nani Puspasari adalah seniman, ilustrator dan desainer visual Indonesia yang tinggal di Melbourne, Australia. Karyanya mengambil berbagai bentuk, mulai dari ilustrasi, desain grafis, seni visual, tekstil, patung, keramik hingga lukisan mural dengan lukisan besar. Dia menerima juara 1 dari Penghargaan Dorasi Bank of Queensland dalam kategori melukis siswa dan memenangkan penghargaan Silver Illustrator Australia pada tahun 2012. Karyanya ditampilkan di Nylon, Elle, The Design Kids, majalah Desktop, Semi Permanent, Majalah Yen, Australia Di Depan dan Desain Kehidupan kerja. Nani mengungkapkan bahwa dirinya mencintai budaya Indonesia dan karakter-karakternya. Salah satu karya Nani Puspasari adalah Rama dan Shinta.

5. Nadine Maulida

Fault Lines 5 by Spasium feat. Nadine Maulida via http://spasium.com

Nadine merupakan seorang wanita yang lahir di Indonesia pada tahun 1993. Perjalanan hidupnya dalam dunia seni dimulai ketika ia belajar fotografi pada masa remaja awal. Dia memutuskan untuk pindah ke Australia pada tahun 2011 untuk meraih gelar di bidang Fotografi dan terlibat dalam beberapa pameran kolektif di seluruh Melbourne dari tahun 2012 sampai 2014. Selain itu selama dia berada di Australia, dia bekerja sebagai fotografer utama di MIFA Asian Contemporary Gallery. Kemudian dia memutuskan untuk pindah ke Bali pada tahun 2015 dan mulai bekerja sebagai fotografer rumah di agensi kreatif PTT Family. Pada tahun 2016 dia pindah ke Jakarta untuk mengejar kecintaannya akan fotografi kehidupan. Langkah ini memperluas ruang lingkup kerjanya dan mentransisikan pekerjaannya untuk memasukkan aspek yang lebih komersial serta pengetahuan mendalam tentang gambar bergerak. Karyanya menggabungkan estetika sederhana dan ketertarikan pada bentuk, tekstur, nada, dan warna yang menciptakan karya fotografi yang indah. Karyanya sangat berani dan memiliki narasi yang kuat. Karyanya menggabungkan antara fotografi dan dunia graphic design.

Saat ini karya-karya mereka juga tersedia dalam bentuk wall art untuk dikoleksi, dan juga dapat digunakan untuk menghias interior rumah / kantor.