5 Tips Untuk Hidup Lebih Sehat dari Buku Ikigai, Ini Bisa Kita Terapkan Sehari-hari, Lho. Yuk, Dicoba!

Kebiasaan baik menurut buku Ikigai

Siapa di sini yang pernah membaca buku Ikigai? Buku yang membahas tentang gaya hidup masyarakat Jepang yang berumur panjang dan kebiasaan tradisional dan modern agar kita bisa hidup bahagia dan panjang umur. Kalau kita lihat dari sampul dan penjelasannya, rasanya pasti buku ini akan berisi petuah-petuah dan kebijaksanaan klasik dari Jepang.

Tapi ternyata, di buku ini ada juga, lho, informasi bermanfaat yang bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari. Tujuannya sudah pasti biar hidup kita jadi jauh lebih baik dan sehat. Nah, apa aja sih kebiasaan sederhana yang bisa kita terapkan di keseharian kita? Yuk, dicek!

Advertisement

1. Ayo biasakan pikiran kita tetap aktif sampai tua

Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels

Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels via https://www.pexels.com

Kayaknya kita semua sepakat kalau kurangnya latihan fisik bisa bikin badan ini jadi gampang sakit dan nggak nyaman. Tapi, menurut penjelasan ilmiah dalam buku ini, kurangnya latihan mental dan pikiran juga sama berbahanya, lho!

Memang apa bahayanya?

Advertisement

Ternyata ketika kita kurang melatih mental dan pikiran, ada koneksi saraf yang memburuk dan efek jangka panjangnya bisa bikin kemampuan kita untuk bereaksi ke lingkungan sekitar berkurang. Fyi, ternyata neuron alias sel saraf kita mulai menua waktu kita memasuki umur 20-an, lho.

Terus apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah itu semua? Nah, nggak perlu hal-hal rumit, lho jawabannya. Ketika kita mengahadapkan diri dengan situasi baru, belajar hal-hal baru setiap hari, bahkan dengan main games pun bisa membuat pikiran kita tetap aktif. Jangan lupa untuk menumbuhkan rasa penasaran dan ingin tahu kita, ya!

2. Kurangi duduk, perbanyak jalan kaki!

Foto oleh Uriel Mont dari Pexels

Foto oleh Uriel Mont dari Pexels via https://www.pexels.com

Siapa nih yang termasuk geng duduk 9-5 di depan layar laptop atau komputer? Pasti sudah pada tahu dong kalau terlalu sering duduk dalam waktu yang lama punya dampak buruk ke tubuh kita! Di buku ini dijelaskan juga, lho, teman-teman soal kebiasaan duduk dan jalan keluar dari kebiasaan ini. Penasaran?

Kalau kalian termasuk orang yang bekerja sambil duduk untuk waktu yang lama dalam sehari, ada beberapa opsi nih yang bisa kita lakukan.

Pertama, kita bisa mempersering jalan kaki minimal 20 menit sehari. Bisa jalan kaki dari rumah/kos ke kantor, atau untuk pejuang WFH bisa dengan menyediakan waktu untuk istirahat dan jalan kaki ke sekitar lingkungan tempat tinggal. Pergi ke warung atau minimarket dengan jalan kaki bisa jadi opsi, lho! Badan aktif dan mengurangi polusi kendaraan. Tapi tetap pakai masker, ya!

Kedua, bisa dengan menggunakan tangga untuk naik-turun gedung tempat kerja/mall. Kalau ini sih bisa dibilang sekali tepuk dua lalat. Kenapa? Karena dengan sering pakai tangga untuk mobilitas, kita bisa dapat banyak manfaat! Sistem respirasi kita jadi lebih baik, postur tubuh jadi lebih bagus, dan otot-otot kaki kita jadi terbiasa bergerak. Keren, kan? 

3. Fokus ke satu tugas aja dulu, guys

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Banyak dari kita yang terbiasa multitasking alias mengerjakan banyak hal dalam waktu yang relatif bersamaan. Nah, kadang multitasking ini nggak selalu bagus, lho, guys. Kita dianjurkan untuk fokus ke satu tugas atau kegiatan di satu waktu. aja sebenernya.

Jadi kalau kita sedang kerja, lebih baik fokus ke pekerjaan dan hindari distraksi dari sekeliling kita. Apa aja, sih, contohnya? Bisa gawai, buku, majalah, atau situs web hiburan. Sering kan kita teralih dari pekerjaan dan malah fokus buka Instagram atau YouTube?

4. Mulai dari satu tugas yang sulit! Tapi jangan terlalu sulit, ya

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Pilih yang sulit tapi nggak terlalu sulit? Gimana, tuh?

Nah, maksudnya adalah kita disarankan untuk mulai mengerjakan tugas yang levelnya ada di tengah-tengah. Artinya, tugas itu masih ada di jangkauan kita tapi masih ada tantangan baru yang harus ditaklukkan.

Kenapa nggak mulai dari yang paling mudah atau paling susah sekalian? Kalau kita mulai dari yang paling mudah, takutnya kita akan cepat bosan karena nggak ada tantangan dan hal baru yang kita dapat. Tapi kalau kita mulai dari yang paling susah, khawatir nanti kita akan gelisah dan susah menyelesaikan tugasnya. Gimana? Menarik, kan?

5. Buat target atau sasaran yang konkret

Foto oleh Ivan Samkov dari Pexels

Foto oleh Ivan Samkov dari Pexels via https://www.pexels.com

Semua pasti paham betapa pentingnya punya target atau goals sebelum mulai mengerjakan sesuatu. Ya, kan? Nah, tapi yang sering kita lupa adalah target itu harus sesuatu yang konkret dan bisa diukur.

Tapi, kenapa sih punya target konkret itu penting? Karena kalau tujuan kita masih samar atau abstrak, dijelaskan kalau kita akan sering kebingungan dan akhirnya malah membuang-buang waktu atau bahkan sampai mengalami kebuntuan.

Nah, walaupun kita sudah punya target yang konkret, jangan sampai kita terlalu terobsesi ke target sampai nggak menikmati prosesnya, ya! Proses tetap penting karena kita bisa belajar banyak di prosesnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

I talk (to myself) a lot

CLOSE