‘Sebetulnya sih, aku udah siap menikah. tinggal nunggu dilamar Mas aja.’

Siapa yang sering sesumbar siap menikah seperti itu tiap ngobrol dengan teman membicarakan kehidupan pernikahan? Wah, kamu patutnya berhati-hati dengan ucapananmu. Sudah siap betul atau hanya di bibir. Coba cek 6 tanda ini pada dirimu, bila beberapa masih kamu rasakan, itu pertanda bahwa kamu hanya siap dibibir tanpa yakin dalam hati.

1. Keinginanmu Menikah Semata-mata Supaya Tak Kalah dari Teman. Padahal, Menikah Bukanlah Lomba

siap nikah cuma karena nggak mau kalah

siap nikah cuma karena nggak mau kalah via https://greenweddingshoes.com

Rasa iri adalah manusiawi, apalagi dengan melihat kebahagiaan orang lain. Seperti kamu yang tidak mau kalah dengan teman yang sudah lebih dulu menyebar undangan pernikahan. Kalau bisa menikah besok pagi juga pasti kamu lakukan. Sayangnya, niat baikmu untuk menikah tidak dibarengi dengan niat menikah yang sebenar-benarnya.

Kamu mungkin belum paham, bahwa menikah itu bukan lomba lari dengan pemenang dia yang sudah sampai di pelaminan lebih dulu. Kamu benar siap menikah, justru ketika tidak ada lagi beban dan keinginan untuk menikah cepat – yang kamu inginkan ialah tepat, baik waktu juga hati dimana nanti kamu tertambat.

2. Buatmu, Menikah Itu Akhir. Walau Sebetulnya, Menikah Artinya Membuka Lembaran Baru

buatmu menikah adalahu akhir segalanya

buatmu menikah adalahu akhir segalanya via http://timeforthewicked.com

Advertisement

Caramu memandang pernikahan adalah tanda kesiapan hatimu mengahadapi dunia pernikahan. Jika kamu menganggap dengan menikah ialah sebuah akhir dalam perjalananmu, mungkin kamu belum sepenuhnya siap untuk menikah. Sejatinya, menikah ialah sebuah awal dimana hidupmu akan berubah sepenuhnya. Kamu tidak lagi sendiri dan sebebas sebelum akad, menikah memberimu lebih banyak kewajiban yang sebelumnya mungkin tak terbayangkan, kamu akan melakukan banyak langkah baru setelah menikah – pun akan melakukan perjalanan baru yang lebih rumit nantinya.

3. Yang Terbayangkan dalam Pernikahan Selalu yang Indah. Yang Belum Kamu Tahu, Kehidupan Pasca Menikah Juga Tak Selalu Mulus

menurutmu nikah itu perihal ena-ena saja

menurutmu nikah itu perihal ena-ena saja via http://philchester.com

Melihat lini masa penuh dengan pasangan muda yang nampak berbahagia, kian membuat hatimu panas dan melancarkan berbagai macam kode supaya cepat dilamar. Kebahagiaan yang dibagikan di dunia maya oleh mereka yang sudah halal ini membuatmu berpikir bahwa kehidupan pernikahan memang luar biasa.

Jika masih tentang bahagia dan ena-enanya saja yang ada dalam pikiranmu tentang kehidupan pernikahan, kamu belum sepenuhnya tahu apa itu pernikahan. Karena sebenarnya kehidupan pernikahan adalah hidup bersama dengan seseorang yang sama seumur hidup. Masalah bukan lagi karena chat yang tak kunjung dibalas, atau pertengkaran sesepele lupa tanggal jadian, melainkan tentang bagaimana ego ditekan sedemikian rupa demi memiliki masa bahagia tidak hanya setahun dua tahun saja.

4. Masih Berpikir Bisa Main Bebas Tanpa Aturan Pasca Menikah? Itu Pertanda Kamu Belum Bisa Serius Pada Hubungan yang Lebih Tinggi

menikah itu menjadikan pasangan sebagai prioritas

menikah itu menjadikan pasangan sebagai prioritas via https://lifestorieswedding.com

Advertisement

Memang benar jika menikah bukan berarti kebebasanmu direnggut sepenuhnya, kamu tetap bisa memiliki waktu untuk menghibur diri atau sekadar jumpa dengan teman. Namun yang pasti, setelah menikah prioritasmu adalah ia pasanganmu. Kamu tidak bisa seenaknya seperti saat melajang, bisa pulang nongkrong kapan saja, bisa main ke mana saja. Karena waktumu bukan lagi untuk sekadar main-main — kamu sudah memiliki tanggung jawab besar, pun hidupmu sudah jadi tanggung jawab pasanganmu. Yakin sudah siap menikah dan meninggalkan kegiatan nongkrong beserta nonton bioskop dengan teman-teman tiap malam minggu itu?

5. Kamu Merasa ‘Ini Sudah Waktunya’ Hanya Karena Sudah Memiliki Pasangan dan Pekerjaan Layak. Padahal Menikah Tak Melulu Soal Harta dan Dirimu Sendiri Saja

punya pacar dan materi berlimbang bukan jaminan

punya pacar dan materi berlimbang bukan jaminan via https://junebugweddings.com

Jangan pernah menilai kesiapan menikah hanya karena kamu yang sudah memiliki pasangan lengkap dengan pekerjaan layak. Kamu juga patut mempertimbangkan kesiapan pasanganmu untuk melangkah ke gerbang pernikahan. Pun materi yang berkecukupan tidak menjamin kamu telah siap menghadapi pra dan pasca nikah.

Menikah juga perihal keikhlasan pasanganmu untuk menyerahkan sisa hidupnya nanti bersamamu, tentang setiap rencana yang nanti akan kalian bangun bersama tanpa memberatkan salah satu dari kalian berdua. Menikah itu, tak melulu soal kamu dan segala bayang-bayang indahmu.

6. Kamu yang Benar Siap Menikah Justru Tak Pernah Sesumbar. Karena Kamu Paham Benar Bila Menikah itu Sakral

yang sesumbar belum tentu sebenarnya siap

yang sesumbar belum tentu sebenarnya siap via http://dylanmhowell.blogspot.com

Setiap orang punya wedding dream-nya sendiri, termasuk kamu. Mulai dari gedung, katering sampai souvenir selalu menarik untuk dibahas dengan teman-teman. Tapi sebetulnya, kamu yang siap benar menikah malah tidak akan banyak bicara dan tuntutan perihal pernikahan, sebab bagi kamu yang benar siap menikah lahir dan batin ialah bagaimana nantinya kehidupan setelah menikah, bukan lagi tentang pesta pernikahan itu sendiri.

Yuk, mantapkan pikiran, hati dan tenagamu untuk menyatakan sebenar-benarnya kesiapanmu dalam menikah. Jangan asal bicara ‘siap’ saja tapi begitu menghadapi kehidupan setelah menikah kamu lantas ingin putar arah. Jangan membohongi diri sendiri dengan mengatakan sudah siap menikah padahal hatimu selalu dengan mudahnya dijungkir-balikkan oleh pikiran.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya