Pria berpikir dengan logika. Dia tidak selalu menyukai segala hal, dan bisa membenci sesuatu bukan karena dia ingin, tapi karena suatu alasan. Pria sangat mencintai wanita. Tapi tidak semua dengan yang dilakukan wanita terhadapnya. Pria juga sama dengan wanita. Mereka hanya ingin dimengerti.

1. Pria sangat benci menyakiti wanita yang dicintainya

Pria. Dia memang punya batas kesabaran, apalagi dalam menghadapi seseorang yang sangat dicintainya. Bayangkan saja sudah beberapa kali dia berhasil meredam api iblis dalam dirinya, saat dia berseteru dengan ibunya. Apalagi saat dia melihat ibunya menangis, hatinya luluh. Dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Dia terlihat begitu lemah, karena menyakiti wanita.

Pria akan sangat menyesal. Tidak perduli apapun hal yang akan dikejarnya di masa depan, dia hanya ingin meminta maaf pada gadis yang dicintainya, dalam waktu dekat ini. Namun kadang, saat Pria mencarinya, dia seringkali menyadari semuanya sudah terlambat.

2. Ditinggal tanpa alasan.

Advertisement

Pria kadang-kadang menghabiskan waktu semalaman untuk merenung, berusaha mencari kesalahan yang mungkin diperbuatnya, hingga wanita yang dicintainya pergi. Lebih sakitnya, dia pergi tanpa memberikan alasan, atau setidaknya mengucapkan selamat tinggal. Pria tidak sanggup membayangkan hari-harinya yang akan terasa hampa, tanpa senyuman sang kekasih impian.

Kita sejatinya akan melihat karakter sesungguhnya dari seorang pria, saat wanita yang dicintainya pergi meninggalkannya. Kita tidak pernah tahu seberapa dalam luka yang diderita Pria saat itu, karena Pria akan selalu berusaha mengobati lukanya. Dengan caranya sendiri.

3. Tidak mau menerima dirinya kembali.

Pria memang selalu salah. Pria memang tidak pernah bisa merasa benar seutuhnya. Kadang untuk merasakan perjuangan untuk meminta maaf, tidak akan berjalan mulus, kalau menghadapi beberapa tipe wanita, yang sulit untuk memaafkan. Untuk itu, fakta bahwa wanita sangat mudah untuk memberi maaf, patut untuk dipertanyakan. Meminta maaf kepada wanita, bukan perkara mudah. Karena pria dituntut untuk mengakui semua kesalahannya dihadapan wanita. Namun jika sang wanita tetap bersikeras tidak mau memaafkan sang pria, maka itu adalah satu hal yang dibenci oleh Pria.

4. Perpisahan

Pria harus rela melepas kepingan dirinya, yang akan pergi meninggalkannya. Sebab, kalau dia ingin membuka lembaran baru, dia terkadang harus melepaskan kepingan dirinya yang sangat berharga. Kepingan dirinya yang sempat membuat dirinya merasa senang, tenang dalam menghadapi masalah, pembalut luka, pereda konflik, hingga pelukan yang seharusnya menjadi tempat dia seharusnya pulang. Pria sangat membenci perpisahan, namun sangat mencintai adanya pertemuan. Dia harus belajar melupakan, bahkan di awal dia baru saja mengenal. Namun pria percaya, Tuhan selalu punya rancangan terbaik untuknya.

Hingga kata kata perpisahan klasik, seperti ‘Stay with me’, sering terucap diantara kedua insan yang akan berpisah. Tapi mereka harus saling merelakan, apabila perpisahan itu adalah keputusan terbaik demi kebaikan mereka berdua.

Masalahnya, siapkan mereka, memegang janji?

5. Menjadi seperti yang diharapkan.

Pria akan merasa menyesal, saat menemukan dirinya selama ini hanya berusaha menjadi seperti yang diharapkan, padahal wanita hanya mengharapkan pria untuk menjadi dirinya sendiri. Wanita hanya ingin pria menjadi yang diinginkan olehnya, pada beberapa situasi tertentu. Sisanya, wanita tidak mau dia merasa sedang mencintai sesosok pria lain, dan mendapati pria yang dicintainya ternyata bukan ‘dia yang dulu lagi’. Pria dan Wanita sama-sama membenci hal itu.

6. Mengatakan janji kosong.

Menjaga diri sendiri sudah sulit. Menentukan arah hidup sendiri sudah lebih sulit daripada sekedar mengatakannya, seolah mampu. Namun Pria memiliki kesalahan fatal, yakni sering sekali mengucapkan janji-janji yang terlihat manis, yang sebenarnya sama sekali tidak mampu dia penuhi.

Hingga faktor ini yang sering membuat wanita merasa tidak nyaman, dan mencap Pria hanya sebagai ‘pembual’. Masalahnya hanya, perasaan sayang seorang Pria yang membuatnya mengatakan sesuatu, terkadang tidak memakai logika. Didalam beberapa situasi, Pria selalu mengedepankan hatinya untuk berbicara.

Dan Pria sangat benci untuk mengatakan sesuatu yang tidak dapat dipenuhinya.