6 Tips Menghemat Uang Ala Anak Kos

Sebagai anak kos pastinya sangat sulit untuk menghemat uang saku. Kebutuhan yang banyak tidak sesuai dengan pemasukan yang didapat. Belum lagi keinginan untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Karena, uang merupakan pokok utama keberlangsungan hidup manusia sebagai alat tukar barang ataupun jasa. Mahasiswa salah satu dari banyaknya elemen masyarakat yang sering kali menggunakan uang sebagai alat interaksi jual beli barang ataupun jasa. Namun, penggunaan uang terkadang sangat boros dilakukan oleh sekelompok mahasiswa, terutama yang menetap jauh dari orang tua atau sedang kos. Walaupun pengeluaran uang sudah diminimalisir sebaik mungkin, tetapi tetap saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita sebagai mahasiswa yang sedang kos.

 

Berikut ada 6 tips yang dapat membantu kamu untuk lebih hemat dan teratur dalam menjaga pengeluaran hingga bulan berikutnya,

1. Catat setiap pengeluaran dan pendapatan yang diperoleh

Photo by Lilartsy on Unsplash

Photo by Lilartsy on Unsplash via https://unsplash.com

Membuat suatu catatan yang teratur tentang alur masuk keluarnya uang, menjadi dasar dalam pengelolaan yang baik. Catatan harus terperinci secara detail dan jelas. Dalam pengeluaran di jelaskan apa saja barang yang dibeli dan lampirkan bukti nota, untuk lebih memperjelas hal tersebut. Namun sebaiknya sebelum melakukan transaksi pembelian, catatlah barang yang dibutuhkan terlebih dahulu, untuk mencegah pembelian barang yang tidak diperlukan. Setiap pendapatan yang diterima juga harus dicatat dengan jelas dan terperinci, seperti uang didapat dari mana, orang tua atau bekerja part time dan sejenisnya. Untuk lebih memudahkan dalam melihat kondisi alur masuk keuangan, dan dapat memudahkan untuk mengontrol pengeluaran di minggu atau bulan berikutnya.

2. Konsisten Membuat Tabungan Darurat

Photo by Towfiqu Barbhuiya on Unsplash

Photo by Towfiqu Barbhuiya on Unsplash via https://unsplash.com

Buatlah tabungan kecil yang menurut kalian cukup untuk menampung uang yang dibutuhkan jika sewaktu-waktu ada hal mendesak yang tidak bisa dihindari. Tujuan adanya tabungan darurat ini adalah untuk menghindari utang, dan biaya tambahan berupa bunga yang nantinya akan menghambat arus perkembangan tabungan.

Advertisements

3. Belilah Barang Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan

Photo by Boxed Water Is Better on Unsplash

Photo by Boxed Water Is Better on Unsplash via https://unsplash.com

Terkadang keinginan kita membeli suatu barang lebih besar dibandingkan keinginan kita untuk terus berhemat. Hal inilah yang menjadi faktor utama keadaan uang selalu jauh dari kata stabil dan cukup. Karena itu, cara mengontrol hal tersebut adalah dengan membuat beberapa list keperluan yang benar-benar dibutuhkan. 

Urutkan barang berdasarkan 4 poin utama dari atas ke bawah, yaitu:

a. Dibutuhkan dan harus segera dibeli, contohnya membeli alat tulis untuk kuliah.

b. Harus segera dibeli, namun tidak terlalu dibutuhkan, contohnya baju kelas. 

c. Dibutuhkan dan tidak harus segera dibeli, contohnya membeli sabun untuk 1 bulan kedepan.

d. Tidak harus segera dibeli dan tidak terlalu dibutuhkan, contohnya membeli baju baru padahal yang lama belum pernah dipakai.

4. Hindari Membeli Barang atau Makanan Yang Murah tetapi Berlebihan

Photo by Nico Smit on Unsplash

Photo by Nico Smit on Unsplash via https://unsplash.com

'Diskon' ataupun 'Buy 1 Get 1' kerap kali menjadi masalah utama setiap orang. Karena walaupun barang yang dijual memiliki nilai harga yang turun, tetapi jika barang yang dibeli berlebihan akan mengeluarkan uang yang lebih banyak juga. Apalagi efek diskon yang rentan terhadap mahasiswa yang memiliki kebutuhan yang cukup banyak. Karena jika setiap barang diskon langsung saja dibeli tanpa mensortir dari barang yang dibutuhkan sampai barang yang hanya diinginkan, maka pengeluaran uang akan melambung tinggi secara tidak sadar. Karena barang yang murah namun dibeli banyak akan memiliki total harga yang lebih tinggi, dibandingkan dengan barang yang cukup mahal namun dibeli hanya sesuai kebutuhan. Oleh sebab itu, pengontrolan antara keinginan dan kebutuhan harus dilakukan secara teratur. Serta jangan over buying yang efeknya bukan malah merasakan hemat, tetapi malah akan memperboros keuangan.

5. Mengganti Setiap Pilihan yang Dapat Menghemat Uang

Photo by Leonie Wise on Unsplash

Photo by Leonie Wise on Unsplash via https://unsplash.com

Biasanya kita membeli kebutuhan dengan ukuran produk yang kecil atau sedikit. Namun, jika barang yang dibeli tersebut akan terus-menerus dipakai sebaiknya membeli ukuran produk yang besar saja, cara ini dapat menghemat pengeluaran. Karena jika membeli produk yang kecil secara terus-menerus, biaya yang dikeluarkan akan makin banyak. Berbeda dengan satu kali beli tetapi untuk pemakaian jangka panjang, yang umumnya harga produk besar lebih murah dibandingkan produk kecil yang dibeli secara terus-menerus. Contohnya pembelian sabun mandi, detergen, sampo, bahan makanan dan sejenisnya. 

6. Hindari Membeli Barang Sebagai Alasan Self Reward yang Terus Berkelanjutan

Photo by Kate Darmody on Unsplash

Photo by Kate Darmody on Unsplash via https://unsplash.com

Self reward sangat dibutuhkan untuk setiap orang, apalagi mahasiswa. Membahagiakan diri sendiri itu perlu dilakukan setelah melalui berbagai hal dalam dunia perkuliahan maupun lingkungan masyarakat. Namun, kadang kala self reward ini sering di salah artikan. Self reward yang seharusnya dilakukan setelah melalui suatu proses yang sulit, dan dilakukan hanya beberapa kali setiap bulannya. Disalah artikan menjadi setiap hari, ataupun saat melihat diskon pembelian yang dilakukan sangat banyak, tidak disesuaikan dengan kebutuhan. Hal inilah yang menjadi pemborosan terhadap uang yang sudah ditabung.

 

Karena itu, cara yang benar mengenai self reward adalah pertama dengan membeli barang sesuai kebutuhan yang sudah disusun. Jika ada barang-barang yang diinginkan buatlah list nya terlebih dahulu, dari barang yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan. Selain itu, bisa juga dengan menargetkan bujet yang dibutuhkan untuk self reward. Tujuannya untuk menghindari pengeluaran yang berlebihan dan menjaga arus uang agar tetap stabil.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini