7 Alasan Penting untuk Mengikhlaskan Dia yang Pernah Kamu Perjuangkan, Supaya Move On-mu Tidak Kelamaan

Kamu pernah berjuang untuk seseorang yang kamu cintai, tapi berujung pupus di tengah jalan karena berbagai alasan?

“Hidupku tanpa cintamu, bagai malam tanpa bintang.

Cintaku tanpa sambutmu bagai panas tanpa hujan.

Jiwaku berbisik lirih, ku harus milikimu.

Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku.

Beri sedikit waktu biar cinta datang karna telah terbiasa…”

 

Beberapa waktu lalu lagu ini dibawakan ulang oleh Pamungkas, dan menjadi booming lagi ya. Kalau benar lirik lagu Dewa19 ini dapat terwujud, rasanya mudah juga untuk membuat orang jatuh cinta lalu menetap karena telah terbiasa, dan takkan pernah pergi sampai tutup usia.

Tapi nyatanya banyak cinta yang tidak bisa dipaksakan, termasuk hubunganmu dengan sang mantan. Segala cara sudah kamu tempuh untuk tetap bersamanya, hanya saja karena satu dan lain hal kalian memang harus saling melepaskan. Jika beberapa hal di bawah ini masuk dalam pertimbangan, mungkin sebaiknya kalian saling merelakan. 

Advertisement

1. Pikirkan lagi, apakah dengan bersamanya ada kata tenang atau bahkan pulang?

Photo by RODNAE Productions from Pexels

Photo by RODNAE Productions from Pexels via https://www.pexels.com

Tidak perlu berlebihan untuk mencari kata 'pulang'. Coba tanyakan pada hati kecilmu, apakah ada tenang yang bersemayam dalam diri di saat bersamanya? Atau pada saat berjauhan? Karena pada akhirnya kalian tidak bisa terus-terusan ketergantungan satu sama lain. Ingat, kalian juga punya tujuan hidup sebagai entitas sendiri di semesta ini.

2. Bersamanya dunia terasa sibuk, penuh, dan tidak beraturan. Baik dari komunikasi maupun hal remeh yang tak perlu diributkan

Meributkan hal yang bukan prinsip mestinya tidak ada di kamus hubungan kalian

Meributkan hal yang bukan prinsip mestinya tidak ada di kamus hubungan kalian via https://hernorm.com

Energi tidak pernah membohongi. Ketika bersamanya tak lagi memberikan kenyamanan dan hidupmu pun malah jadi tak beraturan. Baik dari komunikasi yang tak terjalin baik, hingga meributkan hal-hal yang itu-itu saja dan tak pernah ada solusi. Di saat itulah kamu harusnya bersyukur sudah tidak bersamanya lagi. Melepaskannya jadi satu-satunya jalan terbaik untukmu.

Advertisement

3. Mimpi kalian di awal hubungan tidak dirawat sebagaimana adanya, sehingga membuat hubungan kehilangan nyawanya

Photo by Alex Green from Pexels

Photo by Alex Green from Pexels via https://www.pexels.com

Sparks dalam hubungan adalah sebuah kewajiban untukmu. Namun seiring berjalannya waktu, nyawa dalam hubungan kalian hilang tak terelakkan. Entah karena pasanganmu sudah tak lagi memberikan perhatian pada hubungan, atau karena kamu merasa tidak nyaman lagi berjalan beriringan. Mungkin inilah saatnya mengikhlaskan.

4. Kamu kehilangan dirimu sendiri seiring berjalannya hubungan kalian, dan ini membuatmu risau akan tujuan hidupmu

Photo by RODNAE Productions from Pexels

Photo by RODNAE Productions from Pexels via https://www.pexels.com

Katanya proses pencarian jati diri tidak pernah usai. Jika memang begitu mengapa terasa sesulit ini ketika bersamanya? Tak ada kompromi di antara kalian, baik perihal tujuan maupun sikap dan kebutuhan hubungan. Pernahkah kamu mempertanyakan hal ini?

Jika iya, mungkin kamu harus berpikir ulang lagi apakah berjalan bersamanya adalah hal yang esensi dalam hidupmu? Karena jika jawabannya 'bukan', maka mungkin kamu memang harus melepaskan.

Advertisement

5. Kamu mengalami kekerasan dalam pacaran, bukan hanya verbal namun juga fisik. Sungguh ini tidak bisa ditolerir

Kekerasan dalam pacaran sangat tidak bisa dibiarkan

Kekerasan dalam pacaran sangat tidak bisa dibiarkan via https://marriagemissions.com

Riset yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2016 terhadap perempuan yang mengalami tindak kekerasan pada usia 15 tahun ke atas, Adapun kekerasan seksual paling banyak dialami perempuan yang belum menikah mencapai 34.4%, lebih besar dibanding kekerasan fisik sebesar 19.6%. Pelaku justru adalah orang yang dekat dengan korban, seperti pacar, rekan kerja, atau tetangga.

Sungguh miris data di atas. Kalau kamu sudah sampai jadi salah satu korban kekerasan dalam pacaran, jangan ragu lagi untuk meninggalkan!

6. Jika bersamanya selalu ada kata ragu, mungkin kalian memang tidak ditakdirkan untuk bersatu

Photo by RODNAE Productions from Pexels

Photo by RODNAE Productions from Pexels via https://www.pexels.com

Merasakan keraguan yang kian lama kian membelenggu adalah salah satu tanda kemungkinan besar hubungan kalian sedang tidak baik-baik saja. Dan hal ini bisa mengantarkan hubungan kalian pada beberapa hal yang tidak diinginkan pada akhirnya, salah satunya berujung pada berakhirnya hubungan.

7. Selain keraguan yang membelenggu, orang tuamu juga tidak memberi restu

Restu orang tua juga tak ada dalam genggaman...

Restu orang tua juga tak ada dalam genggaman… via https://www.humaverse.com

Dari sekian alasan di atas, yang paling penting adalah alasan satu ini. Restu orang tua kadang menjadi pembuka gerbang selamat dunia akhirat bagi hubungan kalian, terlebih jika sudah ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, maka untuk memilih menantu pun kadang mereka tidak akan segan-segan campur tangan. Beruntung bagi kalian jika restu sudah dalam genggaman, namun jika orang tuamu tak merestui hubungan kalian, lantas apakah kalian akan mempertahankan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Work on details. Trust the process :))

CLOSE