Terlahir sebagai seorang introvert bagaikan dianugerahi suatu keistimewaan yang menuntut ketangguhan hati seumur hidup. Bagaimana tidak? Seorang introvert harus hidup di dunia yang serba ekstrovert. Mereka sering kali disalahpahami oleh orang-orang yang tidak mengerti. 

Introvert adalah salah satu kepribadian manusia menurut klasifikasi yang dilakukan Carl Jung, seorang psikolog Swiss. Berbeda dengan ekstrovert dan ambivert, introvert memiliki kepribadian tertutup karena mereka cenderung memusatkan pikiran ke dalam diri dan mendapatkan energi ketika berada di tempat yang senyap dan sepi. Mereka yang introvert tidak terlalu suka pergi ke sebuah pesta yang sangat ramai karena itu akan menghabiskan energinya. Namun, mereka justru tidak sedikit pun merasa bosan ketika berjam-jam menghabiskan waktu sendirian di dalam rumah. Mereka bahkan sering dianggap sombong, egois, dan antisosial karena tidak menyukai basa-basi dan hanya memiliki lingkaran pertemanan yang kecil. Selain itu, mereka juga lebih menyukai kegiatan menulis beratus-ratus kata dibandingkan berbicara sampai mulut berbusa-busa.

Meski beberapa ciri seorang introvert bisa terlihat sangat absurd bagi mereka yang non -introvert, terlahir sebagai seorang introvert bukanlah suatu kelainan atau cacat. Hans Eysenck, psikolog Jerman menyatakan bahwa otak introvert dan ekstrovert bekerja dengan cara yang berbeda. Aliran darah pada otak introvert cenderung berpusat pada lobus frontal dan anterior thalamus (bagian otak yang aktif dalam perencanaan, problem solving, dan penalaran), sedangkan aliran darah ekstrovert cenderung berpusat pada anterior cinggulate gy, lobus temporal, dan pasterior thalamus yang berperan besar dalam interpretasi data sensori. Akibatnya, seorang introvert akan cenderung mencari solusi atas sebuah masalah dari dalam dirinya sementara seorang ekstrovert melakukan yang sebaliknya. Selain itu, otak introvert cenderung sangat sensitif terhadap kadar dopamin sehingga hanya memerlukan sedikit rangsangan dari lingkungan luar untuk membuatnya merasa bahagia. Sebaliknya, ekstrovert membutuhkan lebih banyak rangsangan dari lingkungan luar untuk memacu otak merilis dopamin. Karena kerja otaknya yang berbeda, kini menjadi masuk akal mengapa introvert memiliki perilaku yang berbeda dari ekstrovert.

Ironisnya, seorang introvert seringkali membanding-bandingkan hal yang dipandangnya sebagai kekurangan dengan kelebihan yang dimiliki mayoritas ekstrovert. Hal tersebut tentunya akan sangat menyedihkan dan menyakitkan. Kalau kamu sudah yakin bahwa kamu adalah introvert dan seringkali merasa kurang beruntung, kamu wajib mengantongi amunisi-amunisi berikut ini untuk tetap bertahan hidup. Check it out!

1. 1. Kenali dan cintai dirimu sendiri

Salah satu tanda kalau kamu sudah mengenal dan mencintai dirimu adalah ketika kamu mulai berhenti membandingkan diri sendiri dengan mereka yang ekstrovert. Kalau kamu masih melakukannya, berarti kamu masih belum sepenuhnya memahami apa itu introvert. Cobalah sering-sering baca buku atau artikel terkait introvert agar kamu semakin memahami bahwa sama halnya dengan ekstrovert, introvert juga memiliki banyak kelebihan.

Selanjutnya, kamu harus belajar mencintai dirimu apa adanya sebab mencintai diri sendiri dapat membuat hidupmu menjadi lebih baik. Dengan mencintai diri sendiri, kamu akan tampil lebih percaya diri dan terhindar dari perasaan minder. Inilah kunci para introvert untuk menaklukan dunia! Apalagi kalau kamu punya segudang bakat dan prestasi, sayang dong kalau tidak percaya diri?

2. 2. Bulatkan tekad untuk beradaptasi

Advertisement

Meskipun introvert merupakan suatu hal yang normal, menjadi manusia sosial adalah takdir yang tak bisa dipungkiri. Oleh karena itu, kamu tetap perlu beradaptasi. Mungkin hal ini akan sulit kamu mengerti pada awalnya, tetapi ketika kamu tetap memutuskan untuk mencoba, kamu akan mendapatkan hal luar biasa pada akhirnya.

Dengan memutuskan tekad bulat untuk beradaptasi berarti kamu harus siap mengambil resiko kehilangan banyak energi untuk melakukan aktivitas yang sama sekali baru bersama orang-orang di sekitarmu. Bahkan sesekali kamu harus menahan perasaan ‘ingin lari’ yang tak jarang menyergapmu. Tak apa, karena pada akhirnya kamu akan menyadari betapa banyak kesempatan yang berhasil kamu raih; teman-teman baru yang kamu dapatkan; hikmah&gagasan cemerlang yang tak pernah kamu dengar; bahkan pengalaman yang tak terlupakan; dari keputusan beranimu yang memutuskan untuk beradaptasi. Kamu sungguh tidak perlu memaksakan dirimu, karena yang akan membuatmu sampai adalah langkah-langkah kecil yang ditapaki secara kontinu.

Satu lagi, tidak cuma introvert kok yang harus beradaptasi. Terkadang, ekstrovert juga perlu beradaptasi sebab terlalu ekstrovert juga tidak baik.

3. 3. Tuliskan ribuan impianmu & beri harga yang sepadan dengan kerja keras

Agar lebih mudah membulatkan tekad dalam beradaptasi, kita harus selalu dalam keadaan termotivasi. Well, salah satu cara agar selalu termotivasi adalah dengan memiliki banyak hal yang ingin dicapai sepanjang hidup. Bukannya serakah, tapi Tuhan sendiri yang mempersilahkan hambaNya agar tak segan berdoa. Buat kamu para introvert, kamu juga bisa coba cara ini. Tegaskan ribuan impianmu dengan menuliskannya di atas kertas. Menempelkannya di dinding kamar juga akan selalu membuat setiap pagimu menjadi lebih positif. Tak berhenti sampai disana, kamu juga harus selalu ingat bahwa impian akan selamanya menjadi angan kalau kamu tidak memutuskan untuk mati-matian menjemputnya. Nah, dengan sibuknya kamu bekerja keras merealisasikan impian-impianmu, kini sudah tak ada lagi waktu meratapi kekurangan. Nggak percaya pada kekuatan mimpi yang ditulis? Coba deh search video motivasi “Pembuat Jejak” karya Danang A. Prabowo dan banyak video lainnya di Youtube.

4. 4. Sekali-kali, hempaskan dirimu dari zona nyaman

Keluar dari zona nyaman memang tidak menyenangkan, tetapi itulah yang akan membuatmu tumbuh besar dan kokoh. Mungkin kamu sering merasa kehilangan banyak kesempatan yang berhubungan dengan dunia sosial hanya karena kamu adalah seorang introvert. Akan tetapi, hal itu sebenarnya salah besar. Ketika kamu kehilangan kesempatan, itu karena kamu memang tidak mau mengambilnya, tidak mau keluar dari zona nyamanmu. Kamu tentu tak ingin terus-terusan terpuruk meratapi kesempatan yang hilang itu, bukan? Maka beranilah! Sesekali hempaskan dirimu keluar jauh-jauh dari kenyamanan kamarmu yang homey dan sepi. Sesekali, sebagai introvert kamu juga perlu ikutan organisasi di sekolah/kampus/desa/kompleks perumahan, komunitas yang dapat mengembangkan bakatmu, atau suatu kepanitiaan untuk melatih softskill. Jika hal tersebut kamu rasa terlalu sulit, kamu bisa mulai dengan kegiatan menyapa teman-teman atau tetanggamu ketika bertemu di jalan.

Dalam melakukannya, kamu tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain, tak perlu pula khawatir dengan tindakan antimainstream versimu akan dianggap aneh oleh orang lain. Takut dikatain orang? Ingatlah selalu bahwa masing-masing diri adalah pemeran utama di panggungnya masing-masing. Ketika orang lain sibuk mengkritik kita, artinya mereka terlalu sibuk menjadi penonton di panggung kita dan lupa untuk menjadi pemeran utama di panggungnya sendiri. Di saat kita sedang sibuk memperbaiki kualitas diri, mereka justru baru menyadari telah tertinggal sangat jauh karena terlalu asyik duduk diam mengamati hidup kita.

5. 5. Cobalah ikut kegiatan sosial yang sesuai passion.

Meskipun introvert identik dengan tidak menyukai kegiatan sosial, tapi cobalah saran yang satu ini. Kegiatan sosial yang dimaksud adalah kegiatan atau aktivitas sosial dimana kita dapat mendedikasikan diri untuk membantu orang lain yang memiliki keterbatasan. Misalnya, kamu memiliki ketertarikan yang tinggi di bidang pendidikan. Kamu bisa banget ikut kegiatan mengajar anak-anak jalanan setiap akhir pekan. Tak perlu takut, apalagi minder. Kamu bisa memulainya perlahan hanya dengan mengamati dan meniru.

Tetapi kenapa sih harus kegiatan sosial? Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Introvert juga bisa kok menjadi sebaik-baiknya manusia. Selain itu, menolong orang lain terbukti memiliki dampak yang sangat baik bagi kesehatan fisik dan psikismu lho, guys!

6. 6. Kamu wajib ikut beragam komunitas di dunia yang serba digital ini!

Di era yang serba digital ini, jalan untuk bergabung ke banyak komunitas positif yang dapat mengembangkan bakat dan minat kita menjadi sangat mudah. Buat kamu para introvert, ini menjadi keuntungan sekaligus kesempatan besar yang tidak boleh kamu lewatkan.

Komunitas online masa kini sangat beragam jenisnya. Mulai dari komunitas entrepreneur, komunitas beasiswa luar negeri, komunitas belajar bahasa asing, komunitas menulis, hingga komunitas keagamaan, semuanya ada. Cara bergabungnya pun sangat mudah. Cukup bermodal smartphone dan akses internet, kamu bisa langsung terhubung dengan orang-orang di belahan dunia manapun di suatu grup sosial media. Dengan begini, kamu yang introvert tetap bisa mengembangkan minat dan bakatmu tanpa harus mengorbankan me-time milikmu.

7. 7. Bersyukurlah karena terlahir sebagai introvert

bersyukur via http://satujam.com

Memang belum banyak diketahui orang, tetapi introvert memiliki beberapa kelebihan yang istimewa. Seorang introvert biasanya memiliki imajinasi yang tinggi dan sangat luas sehingga beberapa diantaranya bisa sukses berkarir sebagai penulis ternama (eg: J. K Rowling). Seorang introvert juga cenderung kreatif, tekun, mandiri, dan sabar. Mereka biasanya memiliki kekuatan konsentrasi yang luar biasa. Beberapa diantaranya bahkan sukses menjadi ilmuan dan pengusaha terkenal (eg: Issac Newton, Albert Einstein, Bill Gates). Selain itu, sifat introvert yang cenderung suka mendengarkan, bijaksana, dan rendah hati membuat mereka berpotensi menjadi pemimpin yang baik. Tentu kamu mengenal Abraham Lincoln dan Barrack Obama, kan? Yap, mereka adalah sosok pemimpin yang ternyata introvert. Berdasarkan kelebihan-kelebihan tersebut, seharusnya kamu lebih banyak bersyukur. Mungkin saat ini kamu memang belum sehebat mereka. Tetapi, asalkan kamu mulai menerima dirimu apa adanya dan yakin akan kelebihan-kelebihanmu, kamu pasti akan menggenggamnya suatu saat nanti.

Pada hakikatnya, introvert dan ekstrovert bukanlah suatu determinasi yang mutlak. Masing-masing individu memiliki kedua sisi kepribadian tersebut. Hanya saja, setiap individu memiliki kecenderungan pada salah satu sisinya. Seseorang yang berkepribadian introvert terkadang dapat dijumpai sebagai seorang yang supel, senang bergaul, dan ramah. Hal tersebut bukan berarti mereka telah bertransformasi menjadi ekstrovert. Mereka hanya telah berhasil mengurangi kadar ke-introvert-an mereka karena sering melatih diri untuk berdaptasi.

Kini, giliran kamu yang harus memutuskan langkahmu. Tentu kamu tak ingin lebih lama lagi menjadi sad introvert yang selalu menyalahkan diri sendiri&takdir. Well, menjalani hidup sebagai ekstrovert memang membuat hampir segala sesuatu menjadi lebih mudah, tetapi terlahir sebagai introvert merupakan anugerah yang istimewanya tiada banding sehingga menuntut ketangguhan hati seumur hidup untuk tetap menggenggamnya.

“Iam proud to be a happy introvert. I find my self as a bestfriend for me, i have universe in my mind, and i do believe in my tremendous imaginations called DREAMS”

-Anonim-