Ada orang yang kalau dilihat, kita langsung suka. Bisa jadi perilakunya yang baik menjadikan hati kita ikut menyukainya. Tapi ada juga orang yang tidak kita suka. Orang yang bermasalah. Kalau ada dia, sepertinya semuanya menjadi negatif. Pada tulisan ini saya dan Anda akan sama-sama belajar menjadi orang yang mudah disukai.

1. Belajar Mendengarkan

Mendengarkan

Mendengarkan via https://pixabay.com

Mendengarkan itu melelahkan, sebab melibatkan hati dan perasaan. Dengan mendengarkan orang lain, berarti kita menaruh perhatian. Mendengarkan berarti kita terbawa pada pikiran dan perasaan orang yang berbicara. Artinya kita menghargai pengalaman, pengetahuan, wawasan dari sang pembicara.

2. Belajar Menyetujui

Advertisement

Kita mengangguk sesekali ketika ia berbicara, maka ia akan merasa senang karena dihargai. Kita sependapat dengannya, sehingga mereka merasa aman menceritakan kehidupannya. Belajar menyetujui bukan berarti kita mengiyakan semuanya. Tapi kita mempertimbangkan dengan baik. Dan kita bisa memahami orang lain, tidak egois.

3. Jujur

Orang jujur pasti mudah disukai. Jujur bukan berkata apa adanya, itu namanya polos. Kalau jujur ada filternya, sedangkan polos tak ada. Jujur berarti berkata baik, sopan santun dan berbicara mengenai apa yang benar.

Kejujuran ada dua, pada diri sendiri dan orang lain. Kadang kita bisa jujur pada orang lain, tapi pada diri sendiri? Mungkin kita perlu merenung dan memikirkan diri kita, apakah kita jujur terhadap diri kita sendiri.

4. Bisa Dipercaya

Dipercaya

Dipercaya via https://pixabay.com

Advertisement

Orang akan percaya dengan kita, ketika kita dapat menjaga lisan. Lisan yang terjaga, omongannya bisa dipegang. Berbeda kalau mulutnya manis, tapi sering ingkar janji. Maka orang tidak akan suka, dan bahkan menjauh dari kita. Dapat dipercaya berarti kita menghargai diri sendiri dan menghargai orang lain.

5. Berpikiran Positif

Kita tidak mengetahui alasan ia berbuat seperti itu. Kita tidak mengetahui kenapa dia melakukan itu. Lebih baik berpikir positif saja, karena seringkali kita tidak memahami tapi langsung menghakimi. Berarti kita tidak peka terhadap perasaannya, dan tidak berupaya memahami perasaan orang tersebut.

6. Suka Tersenyum

Tersenyum

Tersenyum via https://pixabay.com

Siapa yang tidak suka melihat orang tersenyum? Dengan senyum kita yang indah, dapat membuat orang lain juga ikut tersenyum. Kita bisa menyapa orang dengan senyuman. Senyum yang tidak hanya wajah, tapi mata yang juga ikut tersenyum. Senyum akan menghipnotis orang lain yang melihatnya untuk melakukan hal yang sama.

7. Suka Menolong

Membantu

Membantu via https://pixabay.com

Jika ada yang membutuhkan bantuan, dengan segera kita siap bersedia untuk membantunya. Seringkali orang enggan menolong, sebab tidak bersedia untuk mengorbankan dirinya bagi orang lain. Padahal menolong dengan tulus itu banyak manfaatnya. Karena Tuhan Maha Melihat, siapa tahu kebaikan kita hari ini akan dibalas kelak dikemudian hari.

Sebaik apapun diri kita, akan ada mereka yang tidak suka. Tugas kita bukan mengubah diri kita menjadi apa yang dia suka. Tugas kita adalah mengubah pribadi kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengannya hati lega dan pikiran tenang, sebab menjadi diri sendiri itu perlu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya