Kali ini Hipwee Community mau ngebahas tentang kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging tapi tidak disadari. Kalian sadar nggak sih? Banyak banget kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa kalian lihat disekitar kalian. Atau kalian sih cuma menanggap itu semua biasa aja?

Yuk cek kebiasaan buruk mana yang sampai sekarang kamu lakukan dan kamu nggak sadar akan hal itu.

1. Ngemil sih boleh, tapi sudah jadi budaya kali yah buang sampah tidak pada tempatnya

Image of snack bins

Image of snack bins via http://cdnimage.terbitsport.com

Anyway kalian sering lah yah yang namanya ngemil. Lagipula tidak ada larangannya juga kan? Hal satu ini tidak pernah lepas dari kehidupan kita-sehari-hari. Tapi entah mengapa kesadaran untuk membuang sisa atau bekas makan seperti plastik atau botol atau bentuk lainnya selalu di sembarangan tempat. Kebiasaan ini sepertinya sudah mendarah daging dan telah menjadi budaya. Padahal sudah disediakan disudut-sudut tempat tempat sampah, tapi masih saja selalu acuh.


A: Eh, dimana yah tempat sampah?

Advertisement

B: Posisinya ada bertepatan tidak jauh dari pohon itu (sambil menunjuk ke arah pohon).

A: Beuh jauh amat (sambil membuang sampah di sembarang tempat. Harus berjalan kesana sedangkan harus mengejar waktu).


2. Janjian atau menghadiri pertemuan tidak tepat waktu, alias tukang ngaret!

Management time

Management time via https://cdn.yukepo.com

Advertisement

Mengulur ulur waktu janjian. Entah sadar nggak sadar kebiasaan ini sering dijumpai dilingkungan kita sekitar. Hal ini bisa kita lihat, misalnya kadang kalau ada acara. Yang sering terjadi yaitu yang di undangnya tidak tepat waktu (datangnya) atau ngaret. Kadang dari yang pengundangnya sendiri yang malah ngulur-ngulur waktu alias ngaret dalam memulai acara. Ini udah pasti banget kamu pernah mengalami dalam suatu acara semacam seminar, atau rapat yang laksanakannya di mulai jam 08:30, tapi tetap aja pada kenyataannya molor waktu dimulai pelaksanaanya pada jam 10:00. Intinya kebiasaan buruk ini, kebanyakan paling jago dalam hal membuat janji. Tapi pelaksanaanya? You know so well lah

3. Berpikir untuk kesekian kalinya, hal ini memang benar adanya yaitu tidak disiplin!

Shutterstock

Shutterstock via https://tallypress.com

Kita bisa bercermin kepada orang-orang yang sukses yaitu mereka orang yang selalu mentaati disiplin dan peraturan. Baik peraturan yang dibuat untuk diri sendiri maupun peraturan Agama dan peraturan Negara. Sementara di lingkungan sekitar kita sepertinya kebudayaannya tidak-berdisiplin dan melanggar hukum dan peraturan sudah mendarah daging pada budaya kita.

Saya pernah mendengar bahwa "peraturan sengaja dibuat untuk dilanggar". Ada benernya juga dari semboyan tapi “Bukan peraturan namanya kalau tidak dilanggar” mbokk ya kalau terus menerus melanggar peraturan itu namanya salah kaprah. Misalnya saja memungut pajak dari pedagang kaki lima, menerima uang dalam kasus suap, tilang menilang, sampai hal-hal berskala besar.

4. Pengennya yang enak-enak aja. Ya kali mau jadi orang sukses, tapi usaha tidak ada, hanya mau yang instan!

Banyak banget cita-cita orang yang diimpikan, namun mereka hanya ingin segala sesuatu halnya tanpa bekerja keras. Bisa dibilang orang-orang hanya ingin memakai cara-cara instan untuk mencapai tujuan.


"Dikiranya hidup ini seperti mie instant kali ya, air mendidih di masak lalu di sajikan".


Orang-orang pemalas karena tidak mau berkeringat, tidak kreatif karena tidak mau berfikir, pengecut karena tidak berani menerima tantangan. Orang-orang seperti ini tidaklah layak untuk memikul tugas dan menerima tanggung jawab apapun. Mungkin saja sebagian besar dari masyarakat kita ini lebih memilih cara-cara instan sehingga seperti inilah jadinya negara kita.

5. Waktu terbuang dengan sia-sia, karena mageran alias males

zona nyaman

zona nyaman via http://kisahikmah.com

Kebiasaan buruk lainnya adalah bermalas-malasan atau mageran. Kebanyakan dari sebagian orang memilih tidur dan bermalas-malasan untuk mengisi waktu luang yang mereka miliki. Coba deh perhatikan di lingkungan sekitar kalian, saat ada tugas atau pekerjaan yang seharusnya diselesaikan secepatnya sebelum deadline itu datang.


"Mereka selalu bilang "Gue Males ah, entaran aja ngerjainnya".


Dan ketika jadwal mereka mendekati deadline, baru deh pusing tujuh keliling dan kelimpungan sendiri gara-gara kerjaan yang ditumpuk terus menerus. Kalo udah kayak gini, siapa yang mau disalahin? Repot deh!

6. Tidak mau antri

Another bad habits or culture, kebiasaan buruk ini sering terjadi di tempat-tempat umum terutama di tempat-tempat transportasi publik yang memerlukan antrian. Semua berebut, mementingkan diri sendiri, tidak memperhatikan perasaan orang yang didahuluinya. Sampai-sampai harus berdesak-desakkan agar mendapatkan paling pertama gilirannya. Heran deh, coba bayangkan kalau kita tertib itu pasti akan terasa lebih nyaman dan tentram hidup ini. Semua pasti ada bagiannya masing-masing, jadi nggak perlu khawatir kalo harus rela mengantri.

7. Sering protes tidak dapat fasilitas yang memadai giliran dikasih malah merusak fasilitas umum

Guys, kalian bisa lihat dilingkungan sekitar. Banyak sekali orang-orang yang lahir di sekitar kita dengan berbagai macam kemampuan dan kekreatifan seseorang. Kalian pasti sadar banget akan hal ini "kreatif tidak dilarang" tapi kalau sudah "merusak sarana public" itu namanya bukan kreatif. Kadang creative sering disalah gunakan dalam penggunaannya ke arah yang salah. Kejadian ini bisa kita lihat kepada banyaknya masyarakat kita yang gemar sekali melempar-lempar batu ke arah kereta api, mencoret-coret.

Tidak semua orang berperilaku diatas, namun ada baiknya jika kita meninggalkan beberapa hal diatas. Jika kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita saling mengingatkan untuk berbenahlah pada diri sendiri, demi kebaikan diri kita dan negara kita. Marilah kita tinggalkan hal-hal buruk yang dapat merugikan diri kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya