Pernahkah kamu mengunjungi sebuah kota dimana kamu bisa melihat banyak warna di dalamnya seakan-akan membawa kamu untuk masuk lebih dalam di kota penuh warna tersebut. Bangunan, rumah, tumbuhan, jalanan, mereka semua penuh dengan warna seakan-akan mereka semua bekerja sama untuk menciptakan suatu keindahan yang nyata yang bisa kita lihat dan rasakan. Dan inilah 7 kota yang harus kamu tahu keindahannya!

1. Burano, Italy

Burano, Italy via https://id.pinterest.com

Burano adalah sebuah pulau kecil yang terletak di laguna Venesia. Burano memiiliki jalanan dan bangunan yang di cat dengan sangat indah dan kanal dengan gondola yang selalu melintas setiap harinya. Namun tidak semua orang dapat mewarnai rumah mereka, orang-orang harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemerintah dan pilihan warnanya harus mengandung sebuah filosopi tertentu.

Namun di masa lalu, memancing merupakan salah satu sumber penghasilan utama masyarakat Bruno. Selama musim dingin para nelayan merasa sangat kesulitan untuk mengenali rumah mereka dikarenakan kabut yang sangat tebal menyelimuti Burano. Maka dari itu mereka memutuskan untuk melukis dan mewarnai rumah mereka dengan warna yang berbeda-beda agar para nelayan dapat dengan mudah mengenali rumah mereka. Kejadian ini diyakini sebagai asal mula tradisi mewarnai di Burano.

2. La Boca, Buenos Aires, Argentina

La Boca, Buenos Aires, Argentina via https://id.pinterest.com

Advertisement

La Boca terkenal karena stadion sepak bola The La Bombonera dan El Caminito serta bangunan yang penuh dengan berbagai macam warna-warna cerah.

Pada masa lalu, penduduk setempat mengecat rumah mereka dengan cat sisa ,namun cat tersebut tidak cukup dengan warna yang sama untuk dapat menutupi seluruh bangunan rumah sehingga rumah-rumah menjadi berwarna-warni.

3. Bo-Kaap, Cape Town, South Africa

Bo-Kaap, Cape Town, South Africa via https://id.pinterest.com

Pada abad ke 16 dan 17, Belanda mengimpor sejumlah penduduk dari Malaysia, Indonesia, dan dari negara-negara Afrika lainnya ke Cape Town. Penduduk itu dikenal dengan nama "Cape Malays". Pada tahun 1760 beberapa rumah dibangun dan disewakan kepada para penduduk dan para penduduk membeli rumah itu dan melukis dengan warna-warna cerah untuk mengekspresikan kebebasan dan kebahagiaan mereka pada saat itu.

4. Júzcar, Spain

Júzcar, Spain via https://id.pinterest.com

Sebelumnya kota ini semua bangunannya berwarna serba putih, namun pada tahun 2011 penduduk lokal sepakat untuk mengganti warna bangunan mereka ketika Sony merilis film 3D The Smurf. Hal ini dilakukan penduduk lokal untuk menarik perhatian para pelancong.

Dan Júzcar akan jadi satu-satunya kota yang dibangun untuk didedikasikan untuk Smurf. Selain di cat berwarna biru, gambar-gambar karakter smurf dan patung juga memenuhi kota ini.

5. Jodhpur, India

Jodhpur, India via https://id.pinterest.com

Jodhpur adalah kota terbesar kedua di Rajasthan dan juga dikenal dengan sebutan "The Blue City". Pada masa lalu, Warna biru ini dipilih untuk mengikuti jejak orang-orang berkasta Brahmana yang selalu mengecat rumah mereka dengan warna biru karena menurut kepercayaan mereka bahwa dewa-dewa biasanya selalu berwarna biru.

6. Chefchaouen, Morocco

Chefchaouen, Morocco via https://id.pinterest.com

Kota ini terletak di pegunungan Rif , Moroko bagian utara. Pada awalnya desain dengan warna biru ini diperkenalkan oleh pengungsi Yahudi pada tahun 1930, karena warna biru ini dianggap sebagai simbol langit dan surga.

Dan penduduk Chefchaouen sampai saat ini masih secara rutin mewarnai bangunan rumah mereka dengan warna biru dengan alasan untuk mengenang tradisi kuno Yahudi pada masa itu dan untuk menjaga agar sejarah tetap hidup di kota Chefchaouen.

7. Willemstad, Curacao

Willemstad, Curacao via https://id.pinterest.com

Willemstad adalah ibu kota dari Curacao dan telah dinobatkan sebagai kota warisan dunia. Sejarah yang melatar belakangi warna-warni pada kota ini yaitu, pada abad ke-19 kota ini dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal Albert Kikkert. Ketika itu Albert Kikkert menderita migrain dan pantulan cahaya dari gedung-gedung yang dulu sebagian masih berwarna putih menyebabkan masalah kesehatannya sedikit terganggu. Kemudian Albert Kikkert memberi perintah untuk mewarnai semua bangunan yang ada di pusat kota dengan warna-warna yang cerah selain warna putih. Dan kebiasaan itu masih berlangsung sampai saat ini.